Malarko: Bukan Hanya Uang Negara yang Disia-siakan, tetapi Juga Kepercayaan Rakyat yang Dihancurkan
Malarko: Bukan Hanya Uang Negara yang Disia-siakan, tetapi Juga Kepercayaan Rakyat yang Dihancurkan
Karimun, Kepulauan Riau — “Bukan hanya uang negara yang disia-siakan, tetapi juga kepercayaan rakyat yang dihancurkan.” Begitulah ungkapan yang mencuat dari masyarakat Karimun terkait kondisi megaproyek Pelabuhan Malarko yang hingga kini tak kunjung rampung.
Tim investigasi Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (KGSAI) Karimun menelusuri langsung ke lapangan dan mendapati proyek yang sejatinya menjadi tumpuan harapan masyarakat justru kini terbengkalai. Tiang-tiang besi berkarat berdiri bisu di tengah lokasi proyek, seakan menjadi simbol dari harapan yang dikhianati.
“Kami bosan dijanjikan, jangan kotori kampung kami dengan tiang-tiang besi yang tak ada gunanya itu,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat kepada tim redaksi KGSAI.
Sebagai bagian dari Kawasan Strategis Nasional, megaproyek Pelabuhan Malarko seharusnya menjadi prioritas pembangunan infrastruktur maritim di wilayah perbatasan. Namun kenyataannya, proyek tersebut seolah dibiarkan menjadi bangkai besi tanpa kepastian nasib.
Pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, telah berulang kali menyuarakan urgensi percepatan penyelesaian proyek ini. Namun hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
“Saya rasa sudah saatnya Bapak Presiden RI dan Menteri Perhubungan turun langsung meninjau dan melihat ada apa sebenarnya yang terjadi dengan megaproyek ini,” ungkap salah satu anggota tim investigasi KGS.
Padahal, menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Malarko bukan hanya soal infrastruktur semata. Ini menyangkut percepatan arus logistik nasional, penurunan biaya distribusi barang, hingga pembukaan lapangan kerja baru yang sangat dibutuhkan masyarakat Karimun.
Jika tidak ada tindak lanjut yang serius, keberadaan proyek ini dikhawatirkan hanya akan menjadi catatan hitam dalam sejarah pembangunan maritim Indonesia.
