Aksi Brutal Sekelompok Orang Tak Dikenal di Jombang: Remaja 15 Tahun Dianiaya dan Ditodong Senjata Tajam, LKG
Aksi Brutal Sekelompok Orang Tak Dikenal di Jombang: Remaja 15 Tahun Dianiaya dan Ditodong Senjata Tajam, LKGSAI Soroti Maraknya Premanisme
JOMBANG — Tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah Jombang, Jawa Timur. Dua orang remaja laki-laki berusia 15 tahun, yakni Arswhendra Restwo Fardana Setyawan dan Arta Kusuma Putra, menjadi korban pengejaran, penganiayaan, dan penodongan senjata tajam oleh sekelompok orang tak dikenal pada Minggu (24/5/2026) dini hari.
Berdasarkan data dari Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Polres Jombang, peristiwa mengerikan ini bermula pada pukul 00.50 WIB. Saat itu, korban bersama temannya sedang berada di Perempatan Mojosongo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Mereka tiba-tiba bertemu dengan sekelompok orang tak dikenal. Merasa panik dan terancam, korban dan temannya bergegas melarikan diri.
Nahas, pelarian mereka berujung petaka. Saat melintasi Jalan Basuki Rahmad, Desa Jambu, Kecamatan Jombang sekitar pukul 01.00 WIB, korban dan temannya terjatuh dari kendaraan. Sekelompok pelaku yang terus mengejar akhirnya berhasil mendapati korban.
Dalam uraian kejadian disebutkan bahwa para pelaku langsung melakukan penyerangan secara brutal. Pelaku memukul kepala korban, menarik hoodie (jaket) yang dikenakan korban, serta menodongkan senjata tajam. Di tengah situasi genting tersebut, teman korban berhasil melarikan diri dan menyelamatkan diri dari amukan para pelaku.
Tidak terima atas tindak kekerasan dan ancaman nyawa yang menimpa korban, Nanang Setyawan (43), warga Dusun Pojok, Kecamatan Diwek, secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jombang pada Minggu (24/5/2026) pukul 12.02 WIB. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor: STTLP/B/ 196 / V /2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR.
Kasus kekerasan ini turut memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Sunaryo, selaku Tim Lidik dari LKGSAI, menyoroti keras insiden tersebut dan menyebut bahwa aksi kekerasan jalanan di wilayah tersebut sudah sangat meresahkan.
“Sikap premanisme di Jombang terus terjadi. Kami juga telah menerima beberapa informasi terkait banyaknya aksi-aksi brutal di jalanan belakangan ini yang harus segera ditindak tegas,” ungkap Sunaryo.
Untuk memastikan korban mendapatkan keadilan, Ketua DPC Jombang yang bertindak selaku pendamping korban menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Pihaknya menyatakan akan terus mendampingi korban maupun pihak keluarga secara penuh sampai para pelaku penganiayaan berhasil ditangkap dan diadili.
Hingga saat ini, identitas sekelompok pelaku penyerangan tersebut masih berstatus Dalam Penyelidikan (Lidik) oleh jajaran kepolisian Polres Jombang. Masyarakat berharap polisi dapat bergerak cepat memburu dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Wartawan lkgsai naryo
