LKGSAI Maluku Ikut Mengawal Persidangan Dugaan Korupsi AGK
LKGSAI Maluku Ikut Mengawal Persidangan Dugaan Korupsi AGK
Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Maluku menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya persidangan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK). Persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat itu kembali menyingkap aliran dana yang cukup fantastis.
Dalam sidang sebelumnya, pengusaha pertambangan Haji Robert hadir sebagai saksi dan memberikan kesaksian mengejutkan. Ia mengakui pernah memberikan uang sebesar Rp2,5 miliar kepada Thoriq Kasuba, anak AGK. Dana tersebut disebutkan sebagai pinjaman untuk pengembangan usaha kos-kosan di Weda, Halmahera Tengah, dengan perjanjian akan dilunasi dalam jangka waktu lima tahun. Haji Robert juga menyatakan bahwa sebagian pemberian dilakukan atas permintaan langsung AGK, antara lain untuk keperluan sosial maupun biaya pengobatan, bahkan melalui perantara bernama Ida.
Namun, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan fakta yang lebih besar dalam dakwaannya. Berdasarkan catatan penyidik, aliran dana dari Haji Robert kepada AGK mencapai lebih dari Rp5,5 miliar. Rinciannya, sekitar Rp2,2 miliar diberikan secara langsung kepada AGK di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Sementara Rp3,345 miliar lainnya diduga mengalir melalui rekening pihak ketiga yang terafiliasi dengan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dalam kurun April 2021 hingga Maret 2023.
Menanggapi hal itu, jajaran LKGSAI Maluku menegaskan bahwa pihaknya akan terus berada di garis depan dalam mengawal persidangan ini agar berjalan transparan dan adil. Ketua LKGSAI Maluku menyampaikan bahwa masyarakat Maluku, khususnya Halmahera, berhak mengetahui secara terbuka aliran dana yang diduga terkait dengan praktik korupsi.
“LKGSAI hadir bukan hanya untuk mengawal, tetapi juga memastikan tidak ada lagi ruang bagi penyalahgunaan jabatan yang merugikan masyarakat. Kami ingin persidangan ini memberi efek jera dan menjadi pelajaran berharga bagi pejabat lain di Indonesia,” tegasnya.
Dengan sorotan publik yang semakin tajam, kasus dugaan korupsi ini menjadi perhatian serius, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di daerah-daerah yang terdampak langsung, seperti Maluku Utara. LKGSAI Maluku berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan, sekaligus memberikan dukungan moral bagi aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara ini.
