Tim LKGSAI dan Intel Tipikor Dipanggil Staf Khusus Presiden, Bahas Persoalan di Kaltim
Tim LKGSAI dan Intel Tipikor Dipanggil Staf Khusus Presiden, Bahas Persoalan di Kaltim
Jakarta – Tim Lembaga Komando Gabungan Seluruh Anak Indonesia (LKGSAI) bersama tim intel tipikor mendapat panggilan resmi dari Staf Khusus Presiden untuk melakukan koordinasi terkait berbagai pengaduan yang masuk mengenai permasalahan di Kalimantan Timur.
Dalam pertemuan tersebut, pihak LKGSAI menyampaikan secara gamblang bahwa banyak permasalahan serius di Kaltim yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian tuntas, mulai dari sengketa pertanahan, praktik tambang ilegal, hingga dugaan tindak pidana korupsi yang diduga merugikan negara dalam jumlah besar.
Tim LKGSAI menegaskan, masalah-masalah tersebut tidak bisa hanya ditangani di tingkat daerah, karena skala dan dampaknya telah meluas. Oleh sebab itu, pemerintah pusat melalui Staf Khusus Presiden diminta turun tangan untuk ikut memberikan solusi nyata dan memastikan adanya langkah penegakan hukum yang tegas.
“Kami sampaikan langsung bahwa di Kaltim banyak kasus besar yang menyangkut kepentingan rakyat dan negara. Dari persoalan tanah yang menimbulkan konflik berkepanjangan, hingga kasus korupsi yang membuat kerugian negara mencapai miliaran rupiah. Semua ini butuh campur tangan pusat, agar tidak berlarut-larut dan merugikan masyarakat,” tegas perwakilan LKGSAI.
Staf Khusus Presiden menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan kajian serta koordinasi lintas lembaga, agar setiap permasalahan yang disampaikan bisa ditangani sesuai prosedur hukum dan aturan yang berlaku.
Pertemuan ini menjadi sinyal positif bahwa pemerintah pusat mulai memberi atensi khusus terhadap problematika di Kaltim, yang selama ini kerap menjadi sorotan publik. LKGSAI berharap hasil dari komunikasi ini benar-benar diwujudkan dalam bentuk tindakan konkret, bukan sekadar janji.
