TIM LKGSAI TURUN LANGSUNG KE SPBU BADAS, CEK PENGISIAN BBM RP 500 RIBU PADA CARRY TAHUN 1985
TIM LKGSAI TURUN LANGSUNG KE SPBU BADAS, CEK PENGISIAN BBM RP 500 RIBU PADA CARRY TAHUN 1985
Kediri – Tim Investigasi Lembaga Komunitas Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) kembali turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan di SPBU wilayah Badas, Kabupaten Kediri. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya di tengah isu kelangkaan solar dan pertalite.
Dalam pantauan di lokasi, tim menemukan sebuah kendaraan jenis Carry tahun 1985 melakukan pengisian BBM hingga mencapai nominal Rp 500.000 dalam satu kali transaksi. Temuan tersebut langsung menjadi perhatian tim karena dinilai perlu dilakukan klarifikasi terkait peruntukan dan kapasitas kendaraan.
Ketua tim investigasi LKGSAI menyampaikan bahwa pihaknya tidak serta-merta menuduh adanya pelanggaran, namun ingin memastikan bahwa distribusi BBM subsidi maupun non-subsidi berjalan sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.
“Kami hadir untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan ataupun penyalahgunaan BBM. Apalagi di tengah kondisi masyarakat yang mengeluhkan kelangkaan solar di beberapa titik,” ujar perwakilan tim di lapangan.
Selain itu, LKGSAI juga menyoroti potensi penggunaan tangki modifikasi yang kerap digunakan untuk menampung BBM dalam jumlah besar. Praktik tersebut, jika terbukti, dapat merugikan masyarakat karena berpotensi menyebabkan kelangkaan dan distribusi tidak merata.
Tim LKGSAI menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan indikasi pelanggaran. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui adanya praktik penyalahgunaan BBM di wilayahnya.
“Kami ingin distribusi BBM tepat sasaran. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di SPBU Badas terpantau berjalan normal. LKGSAI memastikan investigasi dilakukan secara terbuka dan profesional demi kepentingan masyarakat luas.
