PETI Biang Kerok Banjir di Merangin, Warga Jadi Korban – Pemerintah Diminta Bertindak Tegas!
PETI Biang Kerok Banjir di Merangin, Warga Jadi Korban – Pemerintah Diminta Bertindak Tegas!
Merangin, Jambi – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) kian merajalela. Akibat ulah para penambang ilegal yang membuang limbah dan hamburan tambang ke Sungai Batang Tabir, kini bencana banjir menjadi langganan tahunan bagi masyarakat di Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Jambi.
Sungai Batang Tabir yang dulunya tenang dan berair rendah, kini berubah drastis. Permukaan air semakin tinggi, debit air tak terkendali, dan setiap musim hujan, desa-desa di sekitar aliran sungai harus menanggung akibatnya. Air meluap deras, menenggelamkan rumah-rumah warga, merusak lahan pertanian, dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Setidaknya enam desa terdampak parah, yaitu Desa Air Liki, Desa Ngawol, Desa Telentam, Desa Rantau Ngarau, Desa Lubuk Bumbun, dan Desa Tanjung Ilir. Bahkan, luapan banjir ini berdampak luas hingga ke empat kecamatan di Tabir.
Masyarakat menjerit dan meminta pemerintah Kabupaten Merangin hingga aparat penegak hukum untuk tidak lagi tutup mata. Jika dibiarkan, PETI bukan hanya menghancurkan ekosistem Sungai Batang Tabir, tapi juga merenggut masa depan ribuan jiwa di wilayah tersebut.
Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Provinsi Jambi menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ke pusat. Ketua LKGSAI menekankan bahwa praktik tambang ilegal ini sudah sangat keterlaluan, bahkan terkesan ada pembiaran.
“Kami mendesak pemerintah pusat untuk turun tangan. Jangan biarkan rakyat kecil menjadi korban keserakahan penambang ilegal. Tegakkan hukum, bersihkan aparat yang bermain, dan tindak tegas semua pelaku PETI tanpa pandang bulu,” tegas pernyataan LKGSAI.
Kini masyarakat Tabir Barat hanya bisa berharap agar pemerintah benar-benar serius menangani masalah ini, bukan sekadar janji kosong. Jika tidak, banjir akibat PETI akan terus menjadi bencana tahunan yang menghantui warga Merangin.
tim dpd jambi sampurna
