Pertemuan Ketua Umum LKGSAI–BPAR _GSAI dengan Mbah Naryo: Membuka Peluang Ekspor Batu Akik
Pertemuan Ketua Umum LKGSAI–BPAR GSAI dengan Mbah Naryo: Membuka Peluang Ekspor Batu Akik
Ketua Umum LKGSAI bersama jajaran BPAR GSAI mengadakan pertemuan khusus dengan Mbah Naryo, sosok yang dikenal luas di masyarakat sebagai tokoh desa yang peduli terhadap pembangunan dan pemberdayaan warga. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban, namun tetap fokus pada pembahasan strategis mengenai potensi ekonomi desa, khususnya dari sektor batu akik.
Mbah Naryo bukanlah orang asing dalam dunia usaha. Selain dikenal sebagai tokoh masyarakat yang sering membantu sesama, beliau juga merupakan pengusaha batu akik yang cukup lama berkecimpung di bidang tersebut. Dengan pengalaman dan jejaring yang dimilikinya, Mbah Naryo menilai bahwa batu akik tidak hanya bernilai sebagai benda seni dan budaya, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor.
Dalam pembicaraan, beliau menekankan beberapa hal penting:
- Nilai Ekonomi dan Budaya
Batu akik bukan sekadar perhiasan, tetapi memiliki makna budaya dan identitas lokal. Nilai inilah yang sebenarnya bisa menjadi daya tarik bagi pasar internasional, terutama di negara-negara yang mengapresiasi seni dan keunikan batu alam. - Peluang Pasar Ekspor
Dengan tren kembali populernya perhiasan berbahan alami, batu akik dari Indonesia berpotensi menembus pasar luar negeri. Namun, untuk mencapai itu diperlukan strategi pemasaran yang terarah, serta standar kualitas yang konsisten. - Pemberdayaan Masyarakat Desa
Menurut Mbah Naryo, pengembangan usaha batu akik juga bisa menjadi sumber lapangan kerja baru bagi masyarakat desa, baik dalam hal penggalian, pengolahan, hingga pemasaran. Dengan demikian, usaha ini bisa mendukung kesejahteraan warga sekaligus mengurangi urbanisasi. - Legalitas dan Pendampingan
Agar batu akik bisa diekspor secara resmi, dibutuhkan legalitas usaha, dukungan regulasi, dan akses pasar internasional. Di sinilah peran lembaga seperti LKGSAI dan BPAR GSAI untuk memberikan pendampingan, membuka jalur komunikasi dengan pihak terkait, serta mendorong terbentuknya koperasi atau kelompok usaha bersama.
Ketua Umum LKGSAI dan BPAR GSAI menyambut baik gagasan tersebut. Dalam tanggapannya, beliau menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya siap menjadi mitra strategis dalam mendorong potensi batu akik menuju pasar global. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah awal untuk menyatukan visi, membangun rencana aksi, dan mencari peluang kerjasama dengan berbagai pihak.
Suasana pertemuan ditutup dengan semangat optimisme. Baik Mbah Naryo maupun jajaran LKGSAI dan BPAR GSAI sepakat untuk melanjutkan komunikasi intensif, menyusun langkah konkret, serta mengadakan pertemuan lanjutan yang melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Harapannya, batu akik bukan hanya menjadi simbol keindahan dan kebanggaan lokal, tetapi juga mampu membawa manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa melalui jalur ekspor.
Apakah Anda mau saya
