Kerusakan Parah Jalan Lintas Tengah Air Molek – Peranap, Warga Kesulitan Beraktivitas
Kelayang, Inhu – Kondisi jalan lintas tengah yang menghubungkan Air Molek dan Peranap di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, semakin memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama bagi masyarakat kini dipenuhi lubang dan lumpur di berbagai titik, menghambat aktivitas harian penduduk setempat. Kerusakan parah ini diduga kuat disebabkan oleh aktivitas truk Over Dimension Over Loading (ODOL) yang mengangkut batu bara dalam jumlah berlebihan.

Rudi Walker Purba, seorang aktivis peduli lingkungan dari Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia Provinsi Riau, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi jalan yang semakin buruk. Dalam wawancaranya dengan awak media pada Senin (24 Maret 2024) sore di Air Molek, ia menuturkan bahwa ruas jalan di beberapa titik sudah tidak layak dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Masyarakat Mengeluh, Ekonomi Terdampak
Warga sekitar yang setiap hari menggunakan jalan ini mengeluhkan kondisi yang kian memburuk. Banyak di antara mereka yang terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh demi menghindari jalan berlubang dan genangan lumpur. Hal ini tidak hanya menambah biaya transportasi tetapi juga memperlambat perjalanan mereka.

“Kami sangat kesulitan. Setiap hari harus berhadapan dengan jalan yang rusak. Kadang-kadang kendaraan mogok di tengah jalan karena terjebak lumpur. Ini sangat mengganggu aktivitas, terutama bagi pedagang dan petani yang mengangkut hasil bumi mereka,” ujar Wahyu, salah satu warga yang ditemui di lokasi.
Kerusakan jalan ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Pengiriman barang menjadi terhambat, harga kebutuhan pokok meningkat, dan aktivitas perdagangan menjadi tidak lancar. Sektor transportasi turut merugi karena kendaraan yang melintasi jalur ini sering mengalami kerusakan akibat jalan yang tidak layak.
Diduga Akibat Truk ODOL, Pemerintah Diminta Bertindak
Banyak pihak menilai bahwa penyebab utama rusaknya jalan lintas tengah ini adalah maraknya truk ODOL yang mengangkut batu bara dalam jumlah berlebihan. Beban yang terlalu berat menyebabkan aspal cepat rusak, ditambah kurangnya perawatan jalan yang memperburuk keadaan.
“Truk-truk yang melebihi kapasitas seharusnya tidak dibiarkan bebas melintas. Pemerintah harus segera turun tangan untuk menindak tegas pelaku pelanggaran ini. Jika tidak, jalan ini akan semakin rusak dan membahayakan pengguna jalan lainnya,” tambah Rudi Walker Purba.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jalan yang rusak dan menerapkan regulasi ketat terhadap truk ODOL. Selain perbaikan jalan, pengawasan ketat terhadap aktivitas kendaraan berat juga harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Indragiri Hulu serta pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait upaya perbaikan jalan maupun tindakan terhadap truk ODOL yang melintas di kawasan tersebut. Warga berharap perbaikan segera dilakukan sebelum kondisi semakin parah dan berakibat fatal bagi keselamatan pengguna jalan.

