Curahan Hati Ketua DPC LKGSAI Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
HUTAN KU MENANGIS
Curahan Hati Ketua DPC LKGSAI Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
Hutan yang seharusnya menjadi pelindung kehidupan, penyangga alam, serta pencipta suasana asri dan damai, hari ini justru menjerit dan menangis.
Pohon-pohon jati yang tumbuh puluhan tahun dirusak, ditebang, dan diperlakukan dengan kejam oleh oknum-oknum berjiwa buta, serakah, dan tidak bertanggung jawab.
Kami sangat prihatin.
Kami bukan sekadar penonton. Kami adalah pelaku sejarah.
Kami pernah lahir, hidup, dan tumbuh di tengah hutan selama hampir sepuluh tahun. Kami hidup berdampingan dengan alam—bersama hutan jati, bersama kehidupan.
Bagi kami, hutan bukan sekadar pepohonan.
Hutan adalah:
- Saudaraku
- Sahabatku
- Pelindungku
- Relasiku
- Jiwaku
#Kenapa Kau Hancurkan?
Ketika kami beranjak dewasa, kami hidup di pedesaan, tepatnya di Dusun Sumberjambe RT 01 RW 01, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
Hingga tahun 2026 ini, kami menjadi saksi hidup.
Dengan penuh tanggung jawab moral, kami menyatakan: kami tidak pernah menebang hutan.
Kami ingin hutan tetap ada.
Kami ingin hutan tetap lestari.
Namun kehancuran itu kini terjadi di depan mata kami.
Ya Allah, siapa yang berdosa atas semua ini?
Banyak program terdengar indah di awal—katanya untuk penghijauan, katanya untuk kelestarian. Namun pada kenyataannya, di sekitar lokasi program justru terjadi penebangan hutan secara ilegal dan perusakan yang terstruktur.
Dengan penuh hormat dan keprihatinan yang mendalam, kami memohon:
- Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia
- Kepada Bapak Menteri Kehutanan Republik Indonesia
Agar berkenan mendengar jeritan hati kami, turun langsung ke lapangan, dan meninjau fakta yang terjadi.
Apabila program-program tersebut hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu dan merugikan kelestarian hutan, kami mohon agar segera dihentikan atau dikaji ulang secara menyeluruh
dpc banyuwangi
