SPBU di Kediri Diduga Menjual BBM dengan Tangki Modifikasi, Konsumen Dirugikan
SPBU di Kediri Diduga Menjual BBM dengan Tangki Modifikasi, Konsumen Dirugikan
Kediri, 28 Februari 2026 – Sejumlah warga dan tim investigasi Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) menyoroti praktik pengisian BBM di beberapa SPBU di Kabupaten Kediri yang diduga menggunakan tangki modifikasi. Modifikasi ini dinilai berpotensi merugikan konsumen dan menyalahi aturan distribusi BBM yang berlaku.
Menurut laporan warga, beberapa SPBU di daerah Kediri terang-terangan menjual Pertalite dan Solar menggunakan drum atau tangki tambahan yang dimodifikasi, bukan melalui nozzle resmi dari dispenser SPBU. Praktik ini membuat volume BBM yang diterima konsumen tidak sesuai takaran resmi, sementara harga tetap mengikuti ketentuan resmi.
Tim investigasi LKGSAI menyatakan, praktik semacam ini berpotensi melanggar UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, serta peraturan internal Pertamina terkait standar pengisian dan penyimpanan BBM. Selain merugikan konsumen, tangki modifikasi juga menimbulkan risiko keselamatan, karena tidak memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.
“Kami melihat ini sebagai bentuk penipuan konsumen dan praktik ilegal yang bisa merugikan masyarakat luas. LKGSAI akan melaporkan temuan ini ke Pertamina pusat dan instansi terkait agar segera ditindaklanjuti,” ujar Ketua DPC LKGSAI Kediri.
Selain itu, LKGSAI juga mengimbau warga untuk lebih waspada dan memeriksa volume BBM yang diterima. “Jangan ragu melaporkan SPBU yang tidak transparan atau mencurigakan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak SPBU yang menjadi sorotan belum memberikan keterangan resmi terkait praktik pengisian menggunakan tangki modifikasi.
Jika terbukti, pengelola SPBU dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana, sesuai aturan Kementerian ESDM dan Pertamina, termasuk pencabutan izin operasi SPBU.
Tim investigasi LKGSAI menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendorong penegakan hukum agar praktik BBM ilegal tidak merugikan masyarakat Kediri.
