KONI kab Kediri Dorong Semangat Inklusif, Atlet Disabilitas Ambil Bagian di Lereng Kelud Champion 6
KONI Kediri Dorong Semangat Inklusif, Atlet Disabilitas Ambil Bagian di Lereng Kelud Champion .Kejuaraan Pencak Silat Lereng Kelud Champion 6 yang memperebutkan Piala Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri 2025 menghadirkan nuansa berbeda. Untuk pertama kalinya, atlet disabilitas ikut ambil bagian dalam ajang yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), 20–21 September 2025. Kehadiran mereka menandai langkah penting menuju olahraga pencak silat yang lebih inklusif.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan yang diikuti sekitar 440 peserta dari berbagai daerah, dengan 80 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Kediri. Menurutnya, hadirnya kategori disabilitas menjadi momentum baru bagi dunia pencak silat di Kediri.
“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Tahun ini peserta mencapai sekitar 450 orang. Untuk pertama kalinya juga kita hadirkan kategori disabilitas lewat kolaborasi dengan APSDI Jawa Timur. Harapannya ini bisa menjadi motivasi sekaligus wadah lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kediri,” jelas Hakim, Sabtu (20/9/2025).
Peserta kejuaraan meliputi berbagai jenjang, mulai TK, SD, SMP, mahasiswa, hingga kategori umum. Dua cabang utama yang dipertandingkan adalah seni dan tarung. Untuk penyandang disabilitas, keterlibatan mereka masih sebatas ekshibisi. Namun, KONI menilai langkah ini penting agar mereka memiliki ruang untuk menyalurkan bakat.
Ketua APSDI Jawa Timur, Agus Sudarjanto, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan. Menurutnya, partisipasi atlet disabilitas tidak hanya memberi ruang berkompetisi, tetapi juga membuka peluang berprestasi di level lebih tinggi.
“Terima kasih atas kesempatan ini. Kami berharap pencak silat nantinya bisa masuk dalam cabang paralympic. Meski masih awal, semoga dari Kediri dan Jawa Timur bisa lahir atlet disabilitas berprestasi, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga provinsi, nasional, bahkan internasional,” ungkap Agus.
Selain menjadi wadah pembinaan atlet, KONI Kabupaten Kediri menegaskan bahwa kejuaraan ini akan terus digelar secara berkesinambungan. Event ini sekaligus menjadi bagian dari proses pembibitan atlet menuju level yang lebih tinggi.
tim lkgsai
