Diduga Tak Sesuai Rencana, Program Rehabilitasi RTLH di Kampung Suaran Tuai Sorotan
Diduga Tak Sesuai Rencana, Program Rehabilitasi RTLH di Kampung Suaran Tuai Sorotan
BERAU, LIPUTAN7.ID – Sejumlah warga Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, mempertanyakan pelaksanaan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah mereka. Pasalnya, proyek yang seharusnya memperbaiki tiga komponen utama rumah—atap, lantai, dan dinding—diduga tidak seluruhnya dilaksanakan sesuai ketentuan.
Program rehabilitasi tersebut dikerjakan oleh CV. Tunas Jaya Utama sebagai kontraktor pelaksana, dengan PT Arista Gemilang Consultant selaku pihak konsultan pengawas. Namun, dari hasil penelusuran lapangan, tim tidak menemukan papan informasi kegiatan proyek. Berdasarkan keterangan sejumlah warga, terdapat dugaan kejanggalan terutama pada item pekerjaan lantai rumah yang disebut-sebut tidak dikerjakan sebagaimana tertera dalam surat keputusan penerima bantuan.
Beberapa penerima RTLH mengungkapkan bahwa perbaikan yang dijanjikan mencakup penggantian lantai tanah menjadi lantai semen atau keramik. Namun, kenyataannya sebagian rumah hanya mengalami perbaikan minor pada bagian dinding dan atap, sedangkan bagian lantai dibiarkan apa adanya.
“Kami dijanjikan perbaikan lantai, tapi sampai sekarang tidak ada pekerjaan. Hanya atap dan dinding yang diganti sedikit. Itu pun tidak semuanya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Ketiadaan papan informasi proyek juga menjadi sorotan. Warga menilai hal ini melanggar prinsip keterbukaan publik dan menimbulkan pertanyaan terkait transparansi anggaran serta pelaksanaan teknis di lapangan.
Sejauh ini, baik pihak kontraktor maupun konsultan belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tidak sesuainya pelaksanaan dengan rencana kerja yang disepakati. Pemerintah Kampung Suaran juga belum memberikan pernyataan sikap terkait keluhan warganya.
Masyarakat berharap instansi terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Berau, segera melakukan evaluasi serta turun langsung memeriksa kondisi fisik pekerjaan RTLH di lapangan.
“Kami hanya ingin bantuan ini sesuai dengan hak kami. Kalau memang ada anggarannya, harus dikerjakan sesuai aturan,” tambah warga lainnya.
Kasus ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik, mengingat program RTLH merupakan bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
