PLBN Sebatik Digembok, Pemuda Perbatasan Desak Pemerintah Segera Fungsikan
PLBN Sebatik Digembok, Pemuda Perbatasan Desak Pemerintah Segera Fungsikan
Sebatik, 4 September 2025 —
Sejumlah organisasi kepemudaan bersama masyarakat Sebatik melakukan aksi penyegelan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah pusat yang hingga kini belum memfungsikan fasilitas perbatasan tersebut.
Aksi simbolik ini menjadi luapan rasa frustrasi warga yang merasa diabaikan, padahal pembangunan PLBN Sebatik telah menelan anggaran negara hingga ratusan miliar rupiah.
Isyak, perwakilan pemuda perbatasan, menyampaikan bahwa masyarakat Sebatik kecewa atas kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri dan anggota DPR RI Komisi II yang datang ke Sebatik tanpa memberikan kejelasan terkait status dan fungsi PLBN.
“Kami, masyarakat dan pemuda perbatasan, merasa kecewa. Kedatangan pejabat pusat tidak membawa dampak positif terhadap nasib PLBN. Kami hadir untuk menunggu penjelasan dari pihak berwenang yang memiliki kebijakan agar dapat mengedepankan penyelesaian persoalan ini,” ungkap Isyak.
Menurutnya, masyarakat Sebatik yang hidup di garis terdepan NKRI merasa suaranya tidak pernah benar-benar didengar oleh pemerintah. Karena itu, aksi penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes dan desakan agar PLBN segera difungsikan sesuai peruntukannya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Mulyono, menyatakan dukungan terhadap aspirasi masyarakat Sebatik. Ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh undang-undang selama dilakukan secara tertib.
“Kami sebagai wakil rakyat tidak bisa melarang aspirasi masyarakat. Kekecewaan ini sudah lama dirasakan. Kunjungan anggota DPR RI Komisi II dan Wamendagri seharusnya membawa solusi, bukan hanya formalitas. Sayangnya, tidak ada jawaban pasti apakah PLBN Sebatik akan difungsikan atau tidak,” ujar Andi Mulyono.
Lebih lanjut, ia meminta agar DPR RI Komisi II dan kementerian terkait menindaklanjuti aspirasi masyarakat Sebatik.
“Kami mendesak pemerintah pusat, terutama Presiden Prabowo Subianto, untuk menginstruksikan kementerian terkait agar segera memfungsikan PLBN Sebatik. Fasilitas yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp200 miliar ini tidak boleh terbengkalai. Jika tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, ini bisa dianggap sebagai bentuk pemborosan dan potensi kerugian negara,” tegasnya.
Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan sejumlah spanduk bertuliskan aspirasi masyarakat perbatasan, yang menggambarkan rasa kecewa dan tuntutan agar pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap nasib masyarakat di garis terdepan Indonesia.
“Hidup rakyat! Sejahterakan perbatasan!” seru para peserta aksi menutup kegiatan.
