Personel Polsek Sebatik Barat Bersama Warga Bangun Jembatan Darurat Pasca Jembatan Ambruk di Desa Sungai Limau
Personel Polsek Sebatik Barat Bersama Warga Bangun Jembatan Darurat Pasca Jembatan Ambruk di Desa Sungai Limau
NUNUKAN – Kepedulian dan sinergitas aparat kepolisian bersama masyarakat kembali terlihat dalam penanganan bencana di wilayah perbatasan. Personel Polsek Sebatik Barat bersama warga Desa Sungai Limau bergotong royong membangun jembatan darurat sebagai jalur alternatif pasca ambruknya jembatan penghubung di Jalan Sinta RT 14, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.
Peristiwa ambruknya jembatan tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem dan kondisi tanah yang labil. Menyikapi hal tersebut, personel Polsek Sebatik Barat langsung bergerak cepat melakukan tanggap bencana bersama masyarakat setempat demi menjaga kelancaran aktivitas warga.
Kegiatan tanggap darurat ini berlangsung pada Jumat, 25 Februari 2026, dan berada dalam wilayah hukum Polsek Sebatik Barat. Media LKGSAI Nunukan melakukan monitoring perkembangan kegiatan melalui Kapolsek Sebatik Barat. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kapolsek Sebatik Barat IPTU Didik Triastoro, SH menyampaikan bahwa dirinya tengah berada di Polres Nunukan dalam agenda kedinasan, namun memastikan seluruh personel Polsek Sebatik Barat tetap siaga dan aktif di lapangan.
Turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut antara lain:
- Arif Budiman, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan
- IPTU Didik Triastoro, SH, Kapolsek Sebatik Barat
- IPDA Sudirman Siduppa, Kasubsektor Sebatik Tengah
- Mardin, Kepala Desa Sungai Limau
- Iskandar, Tokoh Masyarakat setempat
Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Sebatik Barat bersama pemerintah desa dan masyarakat melakukan pengamanan lokasi pembangunan jembatan darurat guna mencegah gangguan keamanan serta mengantisipasi terjadinya kecelakaan pasca longsor di wilayah tapal batas.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Nunukan, TNI, serta Pemerintah Kabupaten Nunukan, untuk memfasilitasi pembuatan jembatan darurat atau jembatan sementara. Bantuan berupa peralatan dan bahan bangunan turut disiapkan demi mempercepat proses pengerjaan.
Personel Polsek Sebatik Barat juga aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait jalur alternatif yang dapat digunakan selama jembatan darurat dibangun, serta mengajak warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong.
Di akhir kegiatan, masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama potensi hujan deras, tanah longsor, banjir, dan angin kencang.
Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga keselamatan serta kelancaran aktivitas warga di wilayah perbatasan.
TIM Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI)


