Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Nunukan
Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Nunukan
Wujudkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2025**
Nunukan, 13 November 2025 — Media LKGSAI turut meliput kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi, di antaranya TNI–Polri, instansi vertikal, Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Forkopimda Kabupaten Nunukan, serta Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Ibu Miskia.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Miskia memberikan keterangan kepada sejumlah media terkait makna peringatan HKN ke-61. Ia menegaskan bahwa HKN tahun ini merupakan seruan pengingat bahwa hari ini menentukan perubahan bangsa esok hari. Selama empat tahun terakhir, Indonesia telah mengalami berbagai bentuk transformasi kesehatan sebagai pondasi menuju masa depan bangsa yang lebih baik.
Fokus pembangunan kesehatan kini tidak hanya pada mengobati masyarakat yang sakit, melainkan juga menjaga agar masyarakat sehat tetap sehat. Transformasi ini terus digelorakan demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Ibu Miskia menyampaikan bahwa dalam satu tahun terakhir, tiga program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di sektor kesehatan telah menunjukkan hasil signifikan. Di antaranya:
- Lebih dari 52 juta masyarakat telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini penyakit.
- Cakupan skrining TB meningkat dan telah menjangkau lebih dari 20 juta orang.
- Peningkatan serta pembangunan rumah sakit terus dilakukan di berbagai kabupaten/kota dan provinsi, demi mewujudkan pemerataan layanan kesehatan.
- Pada tahun 2025, sebanyak 32 dari 66 target peningkatan RSUD telah tercapai sesuai rencana.
Enam Pilar Transformasi Kesehatan
Enam pilar transformasi kesehatan menjadi bukti nyata dari kerja keras dan kolaborasi seluruh insan kesehatan di Indonesia. Momentum HKN ke-61 menjadi ajang refleksi dan apresiasi atas capaian strategis tersebut.
1. Transformasi Layanan Primer
- 8.349 puskesmas telah menerapkan integrasi layanan primer.
- Prevalensi stunting berhasil turun ke angka 19,8% (di bawah 20%).
- 324.380 kader kesehatan telah dilatih 25 keterampilan dasar sistem surveilans.
- Deteksi penyakit kini lebih cepat dengan meningkatnya kapasitas laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh provinsi.
2. Transformasi Layanan Rujukan
Fokus diarahkan pada peningkatan mutu dan kualitas pelayanan rumah sakit di 514 kabupaten/kota, terutama untuk penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, dan diabetes.
Capaian nasional:
- 29 provinsi telah mampu melakukan operasi bedah jantung terbuka.
- 29 provinsi mampu melakukan tindakan clipping.
- 8 provinsi telah mampu melakukan stanca bypass pada kasus stroke.
3. Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan
Langkah ini menekankan peningkatan kemandirian obat, vaksin, dan alat kesehatan dalam negeri.
Hasilnya:
- 10 dari 14 antigen vaksin imunisasi rutin sudah dapat diproduksi dalam negeri.
- 20 bahan baku obat dengan penggunaan tertinggi telah diproduksi secara lokal.
- 8 produk biologi prioritas berhasil diproduksi dalam negeri.
- 9 dari 10 alat kesehatan dengan belanja terbesar (by volume) sudah mampu diproduksi secara nasional.
Capaian-capaian tersebut merupakan bagian dari sambutan dan arahan Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin, pada peringatan HKN ke-61 di Jakarta, 12 November 2025. Ia menyampaikan bahwa beberapa pilar lainnya akan dilanjutkan pada edisi berikutnya.
Penulis:
Sitti Samriyani
Media LKGSAI
Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara
