Pembukaan Lomba Parno Adat di Kecamatan Siulak: Wujud Nyata Pelestarian Budaya dan Penguatan Identitas Lokal
Pembukaan Lomba Parno Adat di Kecamatan Siulak: Wujud Nyata Pelestarian Budaya dan Penguatan Identitas Lokal
Siulak – Kecamatan Siulak kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat melalui kegiatan Lomba Parno Adat yang digelar di halaman Kantor Camat Siulak. Acara ini berlangsung dengan penuh khidmat sekaligus meriah, diwarnai antusiasme masyarakat dari berbagai desa. Kehadiran para kepala desa se-Kecamatan Siulak menjadi bukti dukungan nyata terhadap upaya mempertahankan tradisi yang sudah diwariskan secara turun-temurun.
Acara dibuka secara resmi oleh Camat Siulak, Sutan Nurman, yang dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya lomba parno adat bukan hanya sebagai hiburan atau pertunjukan semata, melainkan sebagai sarana memperkuat identitas budaya masyarakat Siulak. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang perekat silaturahmi antar desa serta wadah pendidikan budaya bagi generasi muda.
“Parno adat adalah salah satu warisan leluhur yang memiliki nilai filosofi tinggi. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menjaga bentuk tradisi, tetapi juga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta rasa hormat terhadap adat istiadat. Saya berharap generasi muda semakin mengenal, memahami, dan mencintai tradisi ini, agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar Sutan Nurman.
Sepanjang acara, suasana hangat terlihat jelas. Warga dari berbagai penjuru desa memadati halaman kantor camat untuk menyaksikan sekaligus mendukung para peserta yang tampil. Lomba parno adat ini bukan hanya menampilkan kepiawaian para peserta dalam melantunkan syair-syair adat, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi budaya yang mengajarkan penghargaan terhadap kearifan lokal.
Kehadiran para kepala desa juga memberi makna tersendiri. Mereka sepakat bahwa kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan, karena mampu menjadi perekat sosial antarwarga, sekaligus menguatkan rasa cinta terhadap kampung halaman. Bahkan, beberapa kepala desa mengusulkan agar lomba parno adat ini dijadikan agenda tetap tahunan yang bisa dikemas lebih besar, dengan melibatkan lebih banyak peserta, baik dari dalam maupun luar Kecamatan Siulak.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menegaskan jati diri di tengah arus globalisasi. Di saat budaya luar semakin mudah masuk, parno adat tampil sebagai simbol bahwa masyarakat Siulak masih memiliki pegangan kuat terhadap tradisi dan kearifan lokal. Nilai-nilai yang terkandung dalam parno adat, seperti kesopanan, kebersamaan, dan kebijaksanaan, tetap relevan untuk dijadikan pedoman hidup di era modern.
Tidak hanya kalangan tua, para pemuda dan pelajar juga ikut hadir dan terlibat aktif. Hal ini menunjukkan bahwa semangat pelestarian budaya di Siulak tidak hanya dijalankan oleh generasi lama, tetapi juga mulai diteruskan oleh generasi muda. Keterlibatan mereka menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian tradisi ke depan.
Dengan penuh semangat kebersamaan, Lomba Parno Adat di Kecamatan Siulak tahun ini diharapkan menjadi pijakan untuk kegiatan-kegiatan budaya selanjutnya. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kegiatan ini adalah upaya kolektif masyarakat dalam menjaga identitas, memperkuat persatuan, dan memastikan warisan leluhur tetap hidup serta diwariskan kepada generasi mendatang.
tim lkgsai
