LKGSAI Selenggarakan Kegiatan Belajar Membatik di Pesanggrahan Jakarta Selatan
LKGSAI Selenggarakan Kegiatan Belajar Membatik di Pesanggrahan Jakarta Selatan
Jakarta Selatan — Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya bangsa. Salah satu kegiatan yang saat ini sudah berjalan dengan baik adalah program belajar membatik yang secara rutin dilaksanakan di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini diadakan tiga kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis, dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin mengasah kemampuan serta menambah wawasan tentang seni membatik. Program ini dirancang tidak hanya sebagai wadah pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat agar memiliki keterampilan tambahan yang bermanfaat secara ekonomi.
Peserta kegiatan belajar membatik terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pemuda, pelajar, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap seni batik. Dalam setiap pertemuan, mereka diberikan materi mengenai sejarah batik, filosofi motif, teknik dasar, hingga praktik langsung proses membatik, mulai dari membuat pola, melukis malam, hingga pewarnaan kain.
Suasana belajar selalu berlangsung penuh semangat, karena para peserta merasa senang bisa memperoleh ilmu baru sekaligus menyalurkan bakat seni yang mereka miliki. Selain itu, kegiatan ini juga menciptakan suasana kebersamaan dan kekompakan, mengingat batik bukan hanya sebuah seni, tetapi juga simbol identitas dan persatuan bangsa Indonesia.
Menariknya, kegiatan belajar membatik yang diselenggarakan oleh LKGSAI ini dipantau secara langsung oleh Kepala Bidang Seni dan Budaya LKGSAI, yang senantiasa memberikan arahan dan motivasi kepada peserta serta instruktur. Kehadiran Kabid Seni Budaya menunjukkan perhatian serius lembaga dalam mengembangkan potensi seni sekaligus menjaga warisan luhur bangsa.
Ketua LKGSAI DPD Jakarta Selatan menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus digalakkan dan ditingkatkan kualitasnya, sehingga ke depan dapat melahirkan pengrajin batik yang handal dan kreatif. “Kami berharap program ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan belajar, tetapi bisa menjadi pintu pembuka bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha ekonomi kreatif berbasis batik,” ujarnya.
Program belajar membatik ini juga sejalan dengan visi LKGSAI dalam mendorong masyarakat agar lebih mandiri, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya nasional. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya sekadar melestarikan budaya, tetapi juga dapat menjadikan batik sebagai peluang usaha yang memberikan manfaat ekonomi.
Batik sebagai salah satu warisan budaya dunia yang telah diakui oleh UNESCO, memang perlu dijaga dan terus diperkenalkan kepada generasi muda. Kehadiran LKGSAI dengan program membatik ini menjadi langkah nyata dalam memastikan bahwa seni batik tetap hidup, berkembang, dan semakin dicintai oleh masyarakat.
