Kunjungan Kerja DPRD Provinsi: Roman Tumbo, S.H., Komisi IV Fraksi Partai Demokrat Tinjau Kasus Keracunan Makanan di Sebatik Tengah
Kunjungan Kerja DPRD Provinsi: Roman Tumbo, S.H., Komisi IV Fraksi Partai Demokrat Tinjau Kasus Keracunan Makanan di Sebatik Tengah
Nunukan, Kalimantan Utara — Anggota DPRD Provinsi, Roman Tumbo, S.H., dari Komisi IV Fraksi Partai Demokrat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, menyusul laporan kejadian menonjol akibat konsumsi makanan MBG di lingkungan sekolah yang melibatkan puluhan siswa.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 30 September 2025, di wilayah kerja SPPG Sebatik Tengah. Berdasarkan laporan resmi dari Kepala SPPG, Partiwi Hariyati, kejadian bermula setelah proses pengolahan makanan dilakukan secara bertahap sejak sore hingga dini hari.
Kronologi Kejadian
Pada pukul 15.00 WITA, bahan makanan seperti telur dan tahu tiba dan telah melalui pengecekan kualitas. Malam harinya, proses perebusan telur, pemotongan bahan sayur, hingga pengolahan makanan dilakukan sesuai jadwal. Namun, pada pukul 14.00 WITA, pihak SPPG menerima laporan dari Kepala Sekolah SDN 004 Sebatik Tengah mengenai sejumlah siswa yang mengalami muntah-muntah usai mengonsumsi makanan MBG.
Kepala SPPG bersama tim segera melakukan koordinasi dengan puskesmas dan sekolah penerima manfaat. Dari hasil konfirmasi, diketahui bahwa beberapa sekolah lain juga melaporkan gejala serupa.
Hingga sore hari, total 81 siswa tercatat mendapat perawatan di Puskesmas Aji Kuning, dengan 28 orang dirujuk (22 ke RS Pratama dan 6 ke Puskesmas Sungai Nyamuk). Sebanyak 53 pasien dinyatakan sembuh dan dipulangkan.
Di RS Pratama, terdapat 36 pasien dengan rincian 4 orang masih dirawat inap dan 31 dalam pengawasan.
Sementara itu, Puskesmas Sungai Nyamuk menangani 16 pasien, dengan 7 orang dinyatakan sembuh dan 9 masih dalam observasi.
Analisis Awal dan Langkah Penanganan
Dari hasil identifikasi awal, diduga telur rebus yang telah dikupas dan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang menjadi penyebab utama penurunan kualitas makanan.
Kepala SPPG bersama tim lapangan telah mengambil langkah cepat dengan:
- Melakukan koordinasi langsung dengan sekolah terdampak.
- Menegaskan komitmen peningkatan SOP pengolahan dan pengecekan bahan baku.
- Memperketat pengawasan pada tahap pengolahan dan pemorsian agar makanan tidak tertutup dalam keadaan panas.
- Memilih bahan pangan yang lebih tahan lama dan tidak mudah busuk.
- Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Tanggapan DPRD Provinsi
Dalam kunjungan kerjanya, Roman Tumbo, S.H., menyampaikan keprihatinan dan menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses penyediaan makanan bagi siswa sekolah. Ia juga meminta agar hasil uji laboratorium segera diumumkan secara transparan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan terus memantau hasil investigasi dan mendorong agar sistem pengawasan makanan di sekolah diperketat. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas,” ujar Roman Tumbo di lokasi kejadian.
Kesimpulan
Saat ini, seluruh siswa terdampak telah mendapat penanganan medis yang memadai, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, dan kondisi situasi dinyatakan terkendali. Pemerintah daerah bersama pihak SPPG dan Dinas Kesehatan terus melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
