komandogaruda
Posts by :
LKGSAI Terus Berkembang, Kabupaten Langkat Sumut Resmi Terbentuk dan Kantongi SK DPP
LKGSAI Terus Berkembang, Kabupaten Langkat Sumut Resmi Terbentuk dan Kantongi SK DPP
Langkat, Sumatera Utara — Organisasi LKGSAI terus menunjukkan perkembangan signifikan dengan terbentuknya kepengurusan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pembentukan ini sekaligus menandai perluasan struktur organisasi di tingkat daerah yang semakin solid dan terarah.
Kepengurusan Kabupaten Langkat tersebut telah resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sehingga secara administratif dan organisatoris dinyatakan sah untuk menjalankan tugas dan fungsi organisasi di wilayahnya.
Dengan terbitnya SK tersebut, pengurus daerah di Kabupaten Langkat diharapkan segera bergerak menjalankan program kerja yang telah ditetapkan oleh DPP, baik dalam bidang sosial kemasyarakatan, penguatan organisasi, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Perluasan kepengurusan ini juga menjadi bagian dari upaya LKGSAI dalam memperkuat jaringan organisasi di berbagai daerah di Indonesia, serta meningkatkan peran aktif dalam mendukung kegiatan sosial dan pembangunan di tingkat lokal.
Pihak organisasi menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan baru ini bukan hanya sebatas struktur, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, sesuai dengan visi dan misi LKGSAI di tingkat nasional.
KONI Kabupaten Kediri Siap Bersinergi dengan LKGSAI untuk Kemajuan Olahraga
Kediri – Bendahara KONI Kabupaten Kediri menerima kunjungan Ketua Umum LKGSAI di kantor KONI Kabupaten Kediri.
Dalam pertemuan tersebut, Bendahara KONI Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Ketua KONI, Hakim, perkembangan olahraga di Kabupaten Kediri semakin maju di berbagai cabang olahraga. Berbagai program pembinaan atlet, peningkatan prestasi, serta pengembangan organisasi olahraga terus dilakukan guna membawa nama Kabupaten Kediri semakin berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
Selain itu, KONI Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, organisasi, komunitas, serta lembaga yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga. Salah satu mitra yang diharapkan dapat bersinergi adalah LKGSAI.
Ketua Umum LKGSAI menyambut baik ajakan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung program-program positif yang bertujuan meningkatkan prestasi olahraga serta membangun generasi muda yang sehat, disiplin, dan berkarakter.
Melalui sinergi antara KONI Kabupaten Kediri dan LKGSAI, diharapkan dapat tercipta kolaborasi yang kuat dalam mendukung pembinaan olahraga, pengembangan atlet muda, serta berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang berkaitan dengan dunia olahraga di Kabupaten Kediri.
“LKGSAI siap mendukung dan bersinergi dengan KONI Kabupaten Kediri demi kemajuan olahraga serta lahirnya atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah,” tegas Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi.
Edi Munadi Koordinasi dengan Bea Cukai Kediri Terkait Peredaran Barang Ilegal
Edi Munadi Koordinasi dengan Bea Cukai Kediri Terkait Peredaran Barang Ilegal
Kediri – Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Edi Munadi, melakukan koordinasi langsung dengan pihak Bea Cukai Kediri terkait maraknya peredaran barang ilegal yang diduga masuk dan beredar di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Kediri, Jombang, Blitar, dan Nganjuk.
Dalam pertemuan tersebut, Edi Munadi menyampaikan keprihatinannya terhadap masih banyaknya barang ilegal yang beredar di masyarakat. Menurutnya, peredaran barang tanpa izin resmi tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak dan cukai, tetapi juga dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen.
“Kami dari LKGSAI melakukan koordinasi langsung dengan Bea Cukai Kediri sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penegakan hukum dan pengawasan peredaran barang ilegal di wilayah Kediri Raya, Jombang, Blitar, dan Nganjuk. Kami berharap langkah pencegahan dapat dilakukan secara maksimal melalui sinergi antara masyarakat, lembaga, dan aparat penegak hukum,” ujar Edi Munadi.
Pihak Bea Cukai Kediri menyambut baik koordinasi tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal maupun barang impor yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dengan memberikan informasi apabila menemukan dugaan peredaran barang ilegal di lingkungannya.
LKGSAI menyatakan siap mendukung upaya pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran barang ilegal melalui pengawasan sosial serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membeli dan menggunakan produk yang legal serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih kuat antara Bea Cukai Kediri dan berbagai elemen masyarakat dalam mencegah serta menekan masuknya barang ilegal yang dapat merugikan negara dan masyarakat luas.



Kasus Dugaan Pungli Desa Barong Sawahan Masuk Babak Baru, LKGSAI Desak Penetapan Tersangka
Jombang – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeret beberapa oknum aparat Desa Barong Sawahan, Kabupaten Jombang, disebut telah memasuki babak baru. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Inspektorat Kabupaten Jombang, berkas penanganan perkara tersebut dikabarkan telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk proses lebih lanjut.
Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Jombang, Dwi Indarto, menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal kasus yang telah menjadi perhatian masyarakat dalam waktu yang cukup lama tersebut.
Menurut Dwi Indarto, pelimpahan perkara ke kejaksaan merupakan langkah penting dalam upaya penegakan hukum dan menjadi harapan baru bagi masyarakat yang menginginkan adanya kepastian hukum terhadap dugaan praktik pungutan liar yang terjadi.
“Kasus dugaan pungli yang selama ini ditangani dan menjadi perhatian publik kini telah memasuki babak baru. Kami berharap pihak kejaksaan dapat segera menindaklanjuti proses hukum yang ada secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Dwi Indarto.
Ia juga berharap apabila alat bukti dan hasil pemeriksaan telah memenuhi unsur pidana, maka aparat penegak hukum dapat segera menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka dan membawa perkara tersebut ke proses persidangan.
Sementara itu, Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, menyatakan bahwa dirinya terus memantau perkembangan kasus tersebut dari Jakarta. Menurutnya, pengawasan terhadap jalannya proses hukum perlu dilakukan agar penanganan perkara berjalan secara objektif dan tidak berlarut-larut.
Edi Munadi menegaskan bahwa LKGSAI berkomitmen mengawal setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan wewenang maupun tindak pidana korupsi yang merugikan masyarakat.
“Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini. LKGSAI juga akan menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada pihak terkait, termasuk melakukan koordinasi dan pelaporan kepada instansi yang berwenang apabila diperlukan, agar proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujarnya.
LKGSAI berharap seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional, transparan, serta berkeadilan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejaksaan Negeri Jombang terkait status hukum para pihak yang disebut dalam perkara tersebut. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terkait tetap harus dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
tim jombang agus
Pengurus LKGSAI Mengucapkan Selamat Atas Mutasi Besar-Besaran di Polres Kediri
Pengurus LKGSAI Mengucapkan Selamat Atas Mutasi Besar-Besaran di Polres Kediri
KEDIRI – Menyikapi pelaksanaan mutasi dan serah terima jabatan di lingkungan Polres Kediri, jajaran pengurus Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang mendapat promosi, amanah jabatan baru, maupun penugasan di tempat yang baru.
Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, beserta seluruh pengurus dan anggota LKGSAI mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan mutasi besar-besaran yang dilakukan di lingkungan Polres Kediri. Mutasi tersebut dinilai sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta upaya peningkatan profesionalisme institusi kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami keluarga besar Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang mendapatkan amanah jabatan baru di Polres Kediri. Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Edi Munadi.
LKGSAI juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Kediri.
Menurut pengurus LKGSAI, sinergi antara kepolisian dan masyarakat merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Oleh karena itu, pihaknya berharap hubungan baik yang selama ini telah terjalin dapat terus ditingkatkan bersama para pejabat yang baru.
“Kami siap mendukung program-program Polri yang bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga mutasi ini membawa semangat baru, meningkatkan kinerja institusi, serta memperkuat pelayanan yang profesional, humanis, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Atas nama seluruh pengurus dan anggota LKGSAI di berbagai daerah, disampaikan doa dan harapan agar seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, serta kesuksesan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya demi kemajuan bangsa, negara, dan pelayanan kepada masyarakat.
Selamat dan sukses atas mutasi jabatan di Polres Kediri. Semoga semakin profesional, Presisi, dan dicintai masyarakat.
Pengurus dan Anggota
Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI).
AFKAB Bungo Resmi Kontrak Dua Pelatih Nasional Untuk Perkuat Tim Futsal Kab.Bungo.
AFKAB Bungo Resmi Kontrak Dua Pelatih Nasional Untuk Perkuat Tim Futsal Kab.Bungo.
Bungo, Jambi – Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKAB) Bungo resmi mengumumkan perekrutan dua pelatih nasional untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan futsal di Kabupaten Bungo.
Kedua sosok yang dipercaya mengemban tugas tersebut adalah Muhammad Triyoga sebagai Head Coach dan Andrei Harmaji sebagai Assistant Coach.
Penunjukan kedua pelatih ini menjadi langkah serius AFKAB Bungo dalam meningkatkan kualitas tim serta mempersiapkan berbagai agenda kompetisi yang akan datang. Kehadiran Muhammad Triyoga dan Andrei Harmaji diharapkan mampu membawa perubahan positif melalui pengalaman, disiplin, dan metode kepelatihan modern yang telah mereka miliki.
Muhammad Triyoga dikenal sebagai pelatih berpengalaman yang pernah menangani berbagai klub dan tim futsal di tingkat nasional. Selain memiliki lisensi kepelatihan AFC, ia juga tercatat pernah menjadi bagian dari tim pelatih Timnas Futsal Tuli Indonesia dan mengukir sejumlah prestasi di berbagai ajang nasional.
Sementara itu, Andrei Harmaji hadir sebagai Assistant Coach dengan latar belakang sebagai mantan pemain profesional futsal yang telah memperkuat sejumlah klub besar Indonesia. Pengalamannya sebagai pemain dan pelatih di berbagai akademi serta sekolah futsal menjadi nilai tambah dalam mendukung program pembinaan AFKAB Bungo.
Ketua AFKAB Bungo menyampaikan bahwa kolaborasi antara Muhammad Triyoga dan Andrei Harmaji diharapkan dapat membangun fondasi tim yang kuat, meningkatkan kualitas pemain muda, serta membawa prestasi bagi futsal Kabupaten Bungo di tingkat regional maupun nasional.
“Kami sangat optimistis dengan bergabungnya Coach Muhammad Triyoga dan Coach Andrei Harmaji. Keduanya memiliki pengalaman dan rekam jejak yang baik dalam dunia futsal Indonesia. Semoga kehadiran mereka mampu membawa AFKAB Bungo meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dengan resmi bergabungnya dua pelatih nasional tersebut, AFKAB Bungo menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan menjadi salah satu kekuatan futsal yang diperhitungkan di Indonesia. Program pembinaan yang terstruktur serta pengalaman kedua pelatih diharapkan mampu mencetak generasi pemain futsal berkualitas yang siap bersaing di berbagai level kompetisi.
Warga Desa Telentam Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Pelayanan, Kantor Desa Diduga Jarang Dibuka
BUNGO JAMBI – Masyarakat Desa Telentam, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pelayanan administrasi maupun pelayanan umum dari pemerintah desa. Keluhan tersebut muncul karena kantor Desa Telentam diduga jarang dibuka sehingga masyarakat merasa kesulitan saat membutuhkan berbagai keperluan administrasi dan pelayanan dari pihak desa.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena ketika datang ke kantor desa untuk mengurus surat menyurat, administrasi kependudukan, pengantar bantuan, hingga berbagai kebutuhan lainnya, kantor desa dalam keadaan tutup dan tidak ada perangkat desa yang berjaga. Kondisi tersebut dinilai sangat menghambat aktivitas masyarakat, terlebih bagi warga yang membutuhkan pelayanan dengan segera.
Menurut keterangan beberapa warga, keadaan ini sudah berlangsung cukup lama dan membuat masyarakat merasa bingung harus mengadu kepada siapa. Mereka menilai pelayanan publik di desa seharusnya menjadi prioritas utama karena kantor desa merupakan tempat masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan administrasi maupun informasi terkait pemerintahan desa.
“Sebagai masyarakat kami sangat membutuhkan pelayanan dari desa. Tetapi ketika datang ke kantor desa, sering kali kantor tutup dan tidak ada pelayanan. Kami berharap pemerintah terkait bisa memperhatikan kondisi ini,” ungkap salah seorang warga.
Warga juga berharap agar pemerintah kecamatan maupun pihak terkait lainnya dapat segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap pelayanan pemerintahan Desa Telentam. Menurut mereka, keberadaan kantor desa sangat penting karena menjadi pusat pelayanan masyarakat di tingkat paling bawah.
Selain itu, masyarakat menilai pelayanan desa yang tidak berjalan maksimal dapat berdampak pada banyak hal, mulai dari terhambatnya pengurusan administrasi, kebutuhan bantuan sosial, surat pengantar, hingga berbagai kepentingan masyarakat lainnya. Warga pun berharap kantor desa dapat aktif kembali sebagaimana mestinya layaknya desa-desa lain yang memberikan pelayanan rutin kepada masyarakat.
Kondisi ini juga menjadi sorotan masyarakat luas dan menimbulkan tanda tanya besar mengenai pengawasan dari pihak-pihak terkait selama ini. Warga mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap jalannya pemerintahan desa dilakukan, mengingat keluhan masyarakat disebut sudah cukup lama dirasakan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bungo, pihak Kecamatan Tanah Sepenggal, hingga instansi terkait lainnya dapat segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar pelayanan publik di Desa Telentam kembali berjalan normal dan masyarakat bisa mendapatkan hak pelayanan secara layak, cepat, dan maksimal.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan konflik ataupun persoalan berkepanjangan, namun hanya berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya demi kepentingan bersama dan kemajuan Desa Telentam ke depannya.
waetawan doni jambi
Aksi Brutal Sekelompok Orang Tak Dikenal di Jombang: Remaja 15 Tahun Dianiaya dan Ditodong Senjata Tajam, LKG
Aksi Brutal Sekelompok Orang Tak Dikenal di Jombang: Remaja 15 Tahun Dianiaya dan Ditodong Senjata Tajam, LKGSAI Soroti Maraknya Premanisme
JOMBANG — Tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah Jombang, Jawa Timur. Dua orang remaja laki-laki berusia 15 tahun, yakni Arswhendra Restwo Fardana Setyawan dan Arta Kusuma Putra, menjadi korban pengejaran, penganiayaan, dan penodongan senjata tajam oleh sekelompok orang tak dikenal pada Minggu (24/5/2026) dini hari.
Berdasarkan data dari Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Polres Jombang, peristiwa mengerikan ini bermula pada pukul 00.50 WIB. Saat itu, korban bersama temannya sedang berada di Perempatan Mojosongo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Mereka tiba-tiba bertemu dengan sekelompok orang tak dikenal. Merasa panik dan terancam, korban dan temannya bergegas melarikan diri.
Nahas, pelarian mereka berujung petaka. Saat melintasi Jalan Basuki Rahmad, Desa Jambu, Kecamatan Jombang sekitar pukul 01.00 WIB, korban dan temannya terjatuh dari kendaraan. Sekelompok pelaku yang terus mengejar akhirnya berhasil mendapati korban.
Dalam uraian kejadian disebutkan bahwa para pelaku langsung melakukan penyerangan secara brutal. Pelaku memukul kepala korban, menarik hoodie (jaket) yang dikenakan korban, serta menodongkan senjata tajam. Di tengah situasi genting tersebut, teman korban berhasil melarikan diri dan menyelamatkan diri dari amukan para pelaku.
Tidak terima atas tindak kekerasan dan ancaman nyawa yang menimpa korban, Nanang Setyawan (43), warga Dusun Pojok, Kecamatan Diwek, secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jombang pada Minggu (24/5/2026) pukul 12.02 WIB. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor: STTLP/B/ 196 / V /2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR.
Kasus kekerasan ini turut memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Sunaryo, selaku Tim Lidik dari LKGSAI, menyoroti keras insiden tersebut dan menyebut bahwa aksi kekerasan jalanan di wilayah tersebut sudah sangat meresahkan.
“Sikap premanisme di Jombang terus terjadi. Kami juga telah menerima beberapa informasi terkait banyaknya aksi-aksi brutal di jalanan belakangan ini yang harus segera ditindak tegas,” ungkap Sunaryo.
Untuk memastikan korban mendapatkan keadilan, Ketua DPC Jombang yang bertindak selaku pendamping korban menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Pihaknya menyatakan akan terus mendampingi korban maupun pihak keluarga secara penuh sampai para pelaku penganiayaan berhasil ditangkap dan diadili.
Hingga saat ini, identitas sekelompok pelaku penyerangan tersebut masih berstatus Dalam Penyelidikan (Lidik) oleh jajaran kepolisian Polres Jombang. Masyarakat berharap polisi dapat bergerak cepat memburu dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Wartawan lkgsai naryo
Dugaan Penipuan Jual Beli Mobil di Kediri Rugikan Korban Rp80 Juta, LKGSAI Jatim Turun Tangan
Dugaan Penipuan Jual Beli Mobil di Kediri Rugikan Korban Rp80 Juta, LKGSAI Jatim Turun Tangan
Kediri, Jawa Timur — Dugaan tindak pidana penipuan berkedok jual beli kendaraan bermotor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kediri. Seorang warga dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp80.000.000,- setelah melakukan transaksi pembelian mobil pick up Isuzu Truk tahun 2003 yang ditawarkan melalui media sosial Facebook.
Korban menjelaskan, awalnya ia melihat postingan penjualan kendaraan dengan harga Rp115.000.000,-. Karena sedang membutuhkan kendaraan untuk usaha, korban kemudian menghubungi penjual melalui WhatsApp yang mengaku bernama “Yola” dan menyatakan kendaraan tersebut masih tersedia serta siap dijual.
Setelah komunikasi berlangsung, korban kemudian diarahkan untuk melakukan pertemuan langsung di wilayah Dusun Sumberbahagia RT/RW 002/01, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Pada Jumat malam, 22 Mei 2026 sekitar pukul 20.56 WIB, korban mendatangi lokasi yang telah ditentukan.
Di lokasi tersebut, korban bertemu dengan seorang laki-laki yang mengaku bernama David Santoso. Proses transaksi kemudian berlangsung di tempat yang juga dihadiri beberapa orang serta pihak keluarga yang disebut mengetahui adanya jual beli kendaraan tersebut. Bahkan pihak yang diduga sebagai pemilik kendaraan juga terlihat berada di lokasi dan menyaksikan proses transaksi.
Suasana yang terbuka dan adanya banyak saksi di lokasi membuat korban merasa yakin bahwa transaksi berjalan sah dan aman. Setelah melalui proses negosiasi, harga kendaraan disepakati sebesar Rp100.000.000,- dengan permintaan uang muka sebesar Rp80.000.000,- untuk keperluan administrasi dan tanda jadi pembelian.
Tanpa adanya kecurigaan, korban kemudian melakukan transfer uang ke rekening atas nama Risky Maulida Lubis sesuai arahan pihak yang berada di lokasi. Namun setelah pembayaran dilakukan, kendaraan yang dijanjikan tidak pernah diserahkan.
Tidak lama setelah itu, pihak yang sebelumnya berkomunikasi dengan korban mulai sulit dihubungi hingga akhirnya nomor WhatsApp yang digunakan tidak aktif lagi. Upaya korban untuk menghubungi pihak-pihak yang berada di lokasi saat transaksi juga tidak membuahkan hasil.
Korban kemudian menyadari adanya dugaan penipuan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kediri dengan total kerugian mencapai Rp80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah).
Menanggapi kejadian tersebut, Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Provinsi Jawa Timur menyatakan akan turut mengawal dan mendalami kasus ini. LKGSAI menilai bahwa kasus tersebut memiliki sejumlah kejanggalan, terutama karena transaksi dilakukan secara terbuka di hadapan beberapa orang yang diduga mengetahui proses jual beli tersebut.
Perwakilan LKGSAI Jawa Timur menyampaikan bahwa pihaknya akan membantu mengumpulkan data awal, termasuk bukti percakapan, bukti transfer, serta keterangan para saksi yang berada di lokasi kejadian. Hal ini dilakukan untuk membantu memperjelas rangkaian peristiwa yang diduga melibatkan lebih dari satu pihak.
LKGSAI juga menegaskan akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta mendukung proses penyelidikan Polres Kediri agar kasus ini dapat diungkap secara terang benderang. Lembaga tersebut mendorong agar seluruh pihak yang berada di lokasi saat transaksi berlangsung dapat dimintai keterangan guna mengungkap peran masing-masing secara jelas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap laporan korban, sementara para terduga pelaku belum berhasil dihubungi.
