TNI – TDM Solid Jaga Perbatasan RI–Malaysia, Dandim 0911/Nunukan dan Panglima TDM Tawau Bertemu di Sebatik
TNI – TDM Solid Jaga Perbatasan RI–Malaysia, Dandim 0911/Nunukan dan Panglima TDM Tawau Bertemu di Sebatik
Nunukan, 7 Mei 2026 — Bendera Merah Putih berkibar berdampingan dengan Jalur Gemilang Malaysia di patok perbatasan Pulau Sebatik, menjadi simbol persahabatan dan komitmen bersama menjaga keamanan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Momentum tersebut terjadi dalam pertemuan strategis antara Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Tony Prasetyo, S.Hub.Int., M.H.I., dengan Panglima Tentera Darat Malaysia (TDM) Tawau Sabah di wilayah Aji Kuning, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Dandim 0911/Nunukan kepada media LKGSAI pada Rabu, 7 Mei 2026, sebagai bentuk keterbukaan dan kepercayaan TNI kepada media LKGSAI Nunukan yang selama ini aktif mempublikasikan isu strategis wilayah perbatasan.
Pertemuan tersebut berlangsung penuh keakraban dan semangat persaudaraan antar kedua negara. Dalam suasana yang hangat, kedua pihak menegaskan komitmen bersama menjaga stabilitas keamanan kawasan perbatasan RI–Malaysia agar tetap aman, damai, dan bermartabat.
LKGSAI sebelumnya telah mempublikasikan narasi bertajuk “NKRI Harga Mati, TNI–TDM Bersahabat, Perbatasan Aman” sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan hubungan bilateral di wilayah perbatasan.
Pertemuan strategis antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentera Diraja Malaysia (TDM) tersebut membahas berbagai langkah penguatan kerja sama pengamanan perbatasan, termasuk koordinasi patroli gabungan, pertukaran informasi intelijen, serta langkah antisipasi terhadap berbagai kejahatan lintas negara.
Fokus utama pembahasan meliputi:
- Pencegahan penyelundupan barang ilegal
- Pemberantasan narkoba lintas negara
- Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
- Penguatan koordinasi pengamanan wilayah perbatasan
LKGSAI Nunukan menegaskan bahwa Kabupaten Nunukan tidak pernah sepi dari agenda strategis pengamanan perbatasan. Beberapa minggu sebelumnya, LKGSAI juga melakukan monitoring kegiatan apel pasukan pengamanan terkait pemberantasan penyelundupan bersama aparat Bea Cukai Nunukan di Dermaga Lanal Nunukan.
Kini, pertemuan antara Dandim 0911/Nunukan dan Panglima TDM Tawau semakin mempertegas bahwa hubungan TNI dan TDM tetap solid dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan negara masing-masing.
“Pesannya jelas, perbatasan harus aman, kedaulatan negara harus terjaga. Kejahatan lintas batas seperti narkoba dan penyelundupan tidak boleh diberi ruang,” ungkap sumber LKGSAI Nunukan dari hasil monitoring lapangan.
Pantauan media LKGSAI menunjukkan bahwa diplomasi pertahanan antara Indonesia dan Malaysia berjalan sangat baik. Kehadiran langsung Dandim hingga Panglima TDM ke wilayah Sebatik menjadi bukti nyata keseriusan kedua negara dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan perbatasan.
Sinergi TNI dan TDM dinilai menjadi kekuatan penting dalam menciptakan kawasan perbatasan yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat kedua negara.
Penulis: Sitti Samriyani
Media: LKGSAI
Wilayah Liputan: Nunukan – Pulau Sebatik




