NUNUKAN – Kehadiran negara di wilayah perbatasan Republik Indonesia–Malaysia tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan kedaulatan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di garis terdepan. Hal tersebut ditunjukkan oleh Subsatgas III Citarum BAIS TNI Tim 16/Sebatik melalui kegiatan penyaluran Bendera Merah Putih dan bantuan beras kepada nelayan serta warga di kawasan perbatasan Pulau Sebatik.
Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk memperkuat semangat nasionalisme, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat di wilayah strategis perbatasan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya para nelayan yang menggantungkan mata pencahariannya dari hasil laut.
Dalam kegiatan tersebut, personel Subsatgas III Citarum BAIS TNI Tim 16/Sebatik menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga dan kelompok nelayan. Selain itu, personel juga berdialog dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus mengetahui berbagai kondisi dan kebutuhan yang dihadapi warga pesisir.
Komandan Tim 16/Sebatik menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat. Menurutnya, menjaga wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga membangun kedekatan, kepercayaan, serta kepedulian terhadap masyarakat sebagai bagian dari ketahanan nasional.
“Bendera Merah Putih merupakan simbol persatuan, identitas, dan kedaulatan bangsa. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus menunjukkan bahwa TNI selalu hadir bersama masyarakat di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nelayan Indonesia (KTNI), Tamrin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Subsatgas III Citarum BAIS TNI Tim 16/Sebatik kepada masyarakat nelayan dan warga perbatasan.
Menurut Tamrin, bantuan tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi para nelayan yang setiap hari menghadapi berbagai tantangan dalam mencari nafkah di laut.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian TNI kepada masyarakat nelayan di perbatasan. Bantuan ini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bukti bahwa kami yang berada di wilayah perbatasan tetap mendapat perhatian dan dukungan dari negara,” kata Tamrin.
Ia berharap sinergi antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga mampu memperkuat kebersamaan, menjaga keamanan, serta menumbuhkan semangat persatuan dalam menjaga wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, Subsatgas III Citarum BAIS TNI Tim 16/Sebatik kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Selain menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan, TNI juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai nasionalisme sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.