WAYKANAN-NEGARA BATIN
GAS LPG 3 KG MAKIN LANGKA DAN CAPAI 45 RIBU DI TINGKAT KONSUMEN
WAYKANAN-NEGARA BATIN
GAS LPG 3 KG MAKIN LANGKA DAN CAPAI 45 RIBU DI TINGKAT KONSUMEN
Harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram di Waykanan-Negara Batin, tembus hingga Rp 45 ribu per tabung. Lonjakan harga LPG bersubsidi ini disebabkan kelangkaan di pangkalan. Akibatnya, beberapa warga terpaksa menggunakan alternatif lain sebagai bahan bakar. Kayu Bakar, ibu rumah tangga di Desa -desa, Kecamatan Negara batin mengeluhkan, dirinya susah mendapatkan gas ukuran 3 kg di wilayahnya. Dia menceritakan, tak jarang harus berkeliling ke tetangga desa untuk bisa mendapatkan gas elpiji berusbsidi. Ketika dapat pun, harga gas melon itu cukup mahal. Padahal harga normal sesui HET yakni Rp 18 ribu per tabungnya.
“Yang jual eceran, per tabungnya sekitar Rp. 45 ribu. Sudah harganya segitu, terus susah didapat,” kata ibuk-rumah tangga saat ditemui dari KGSAI. Saptu (13/0April/2024). sudah setengah bulan ini gas 3 kilogram mulai langka di wilayahnya. Hal ini membuat sebagian masyarakat kelimpungan untuk mendapatkan salah satu gas subsidi itu. Pasalnya, agen gas yang biasa menjadi langgananya di wilayah itu selalu kehabisan stok. Ia dan warga lainya terpaksa sering menitipkan tabung kosongnya di tingkat pengecer hanya untuk mendapatkan satu tabung. Ketika dapat pun, harganya cukup mahal. “Sudah setengah bulan ini gas ini langka, harganya juga mahal sampai Rp 45 ribu per tabung dengan ukuran 3 kg.
Meski langka dan harganya mahal, namun Ibu rumah tangga tetap berupaya untuk mendapatkan gas elpiji subsidi kendati di luar wilayah meski harus adu cepat dengan konsumen lain. “Sekarang kalau nggak pesen dulu atau cepet-cepetan, pasti tidak kebagian,” tuturnya.
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah bisa bisa mengawasi kelangkaan gas elpiji 3 Kg gram. ( H R )
