Umi Pergi Yanti: Sosok Wanita Tangguh di Balik Pengembangan Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia
Umi Pergi Yanti: Sosok Wanita Tangguh di Balik Pengembangan Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia
Jakarta – Di balik layar kerja keras lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia, ada sosok perempuan tangguh yang tak pernah lelah menyalakan semangat perjuangan. Dialah Umi Pergi Yanti, Kepala Divisi (Kadiv) Pengembangan Lembaga Komando Garuda Sakti. Wajahnya selalu dihiasi senyum hangat, namun langkah dan komitmennya sekeras baja.

Meski panas terik membakar atau hujan deras mengguyur, perempuan yang dikenal sederhana ini tetap berdiri teguh di garis depan perjuangan. Sosoknya menjadi simbol ketekunan dan ketulusan dalam mengabdi, baik kepada lembaga maupun kepada masyarakat yang menjadi fokus perjuangan Komando Garuda Sakti.
Dulu, Umi Pergi Yanti memulai kiprahnya di Jawa Timur, daerah yang membentuk karakter keras dan pantang menyerah dalam dirinya. Di sanalah ia pertama kali mengenal dunia organisasi, pergerakan, dan pelayanan sosial. Dari desa ke desa, dari forum ke forum, ia menempa dirinya dalam aktivitas nyata membangun masyarakat akar rumput. Bukan sekadar teori atau wacana, tetapi kerja nyata.
Namun tak berhenti di sana, dengan tekad yang kuat dan mimpi yang besar, ia hijrah ke Jakarta, pusat pemerintahan dan jantung dinamika bangsa. “Saya ingin mengejar mimpi yang dulu sempat tertinggal,” ujarnya suatu waktu, dengan mata penuh keyakinan.
Keputusan hijrah ke Jakarta bukan tanpa risiko. Meninggalkan zona nyaman, menghadapi kerasnya ibu kota, dan memulai segalanya dari awal—namun semua itu dijalaninya dengan ikhlas dan semangat juang yang tak pernah padam. Baginya, setiap langkah adalah bagian dari perjuangan menuju perubahan yang lebih baik, baik untuk dirinya, organisasinya, maupun masyarakat luas.
Kini, sebagai Kadiv Pengembangan Lembaga Komando Garuda Sakti, Umi Pergi Yanti memegang peran strategis. Ia tak hanya memikirkan perkembangan internal organisasi, tetapi juga menjalin jaringan dengan berbagai elemen pemerintah, swasta, hingga organisasi masyarakat sipil. Tujuannya jelas: menjadikan Komando Garuda Sakti sebagai lembaga yang adaptif, inklusif, dan berdampak nyata bagi bangsa.

Di bawah koordinasinya, berbagai program penguatan kelembagaan mulai digulirkan. Dari pelatihan kader, peningkatan kapabilitas pengurus, hingga membangun sistem kerja organisasi yang modern namun tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan.
“Lembaga ini bukan sekadar simbol. Ia harus hidup, tumbuh, dan menjadi motor perubahan. Dan itu dimulai dari pengembangan internal yang kuat,” tutur Umi dalam salah satu rapat internal yang penuh semangat.
Rekan-rekan sejawatnya menyebut Umi sebagai pribadi yang tak kenal lelah. Ia bisa berada di lapangan pagi hari, lalu malamnya masih duduk menyusun program kerja. Energinya seperti tak pernah habis, dan senyumnya menjadi penyemangat bagi siapa pun yang bekerja bersamanya.
Bagi Umi, membangun lembaga bukan hanya soal struktur dan program. Ini tentang membangun jiwa dan visi bersama. Tentang menyatukan hati dan semangat untuk Indonesia yang lebih baik. Ia percaya bahwa perempuan pun punya tempat yang setara dalam barisan perjuangan, bukan di belakang, tetapi berdiri sejajar di samping siapa pun yang ingin melihat negeri ini lebih maju dan adil.
Kini, Umi Pergi Yanti menjadi contoh nyata bahwa mimpi yang tertinggal bisa dikejar kembali. Bahwa perempuan pun bisa menjadi arsitek perubahan. Dan bahwa organisasi yang besar lahir dari orang-orang yang mencintainya dengan kerja dan ketulusan, bukan hanya kata-kata.
Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia patut berbangga memiliki sosok seperti Umi. Karena di balik kesederhanaannya, tersimpan kekuatan besar yang terus menyalakan api semangat untuk mengabdi pada negeri

