LKGSAI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong
JAKARTA — Segenap jajaran Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong.
Almarhum dikenal sebagai sosok pejabat daerah yang berani dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan rakyat serta kelestarian lingkungan. Helmud Hontong secara terbuka menolak rencana eksploitasi tambang emas oleh PT Tambang Mas Sangihe (TMS) karena dinilai berpotensi merusak lingkungan hidup dan mengancam keberlangsungan masyarakat setempat.
Penolakan tersebut didasari kekhawatiran atas luas wilayah konsesi tambang yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang mencapai sekitar 42 ribu hektare atau setara 56,9 persen dari total luas Kabupaten Kepulauan Sangihe sebesar 73.698 hektare.
Sebagai bentuk sikap tegas, Helmud Hontong secara pribadi mengirimkan surat keberatan resmi kepada Kementerian ESDM. Surat yang ditandatangani pada 28 April tersebut menegaskan penolakannya terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai berisiko tinggi terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat Kepulauan Sangihe.
Di tengah sikap vokalnya dalam memperjuangkan kepentingan daerah, Helmud Hontong dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari Bali menuju Manado melalui Makassar. Almarhum mengembuskan napas terakhir saat berada di dalam pesawat Lion Air penerbangan JT-740, pada Rabu, dalam rentang waktu penerbangan pukul 15.08 hingga 16.17 WITA.
LKGSAI menilai kepergian Helmud Hontong merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Kepulauan Sangihe dan bangsa Indonesia. Dedikasi, keberanian, serta komitmen almarhum dalam menjaga lingkungan dan membela rakyat akan selalu dikenang.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.
