Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia, Edi Munadi, Ajak Semua Elemen Masyarakat Stop Pungli dan Tindak Kejahatan
Jakarta, 11 Maret 2025 — Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGS-AI), Edi Munadi, bersama jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memberantas praktik pungutan liar (pungli) dan segala bentuk tindak kejahatan yang merugikan rakyat serta menghambat pembangunan bangsa.
Ajakan ini disampaikan Edi Munadi dalam rapat koordinasi nasional yang digelar di Jakarta pada Senin (10/3). Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pemberantasan pungli bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Pungli adalah kejahatan yang mencederai keadilan dan kepercayaan masyarakat. Kami, dari Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia, mengajak semua pihak — pemerintah, aparat, masyarakat sipil, dan tokoh-tokoh masyarakat — untuk bersama-sama menghentikan praktik ini. Tidak ada ruang untuk pungli di negeri ini,” tegas Edi Munadi.
Menurutnya, pungli tidak hanya terjadi di sektor pelayanan publik, tetapi juga merambah ke sektor pendidikan, perizinan usaha, dan berbagai pelayanan masyarakat lainnya. Hal ini, kata Edi Munadi, harus dihentikan karena menghambat pembangunan dan menciptakan ketidakadilan sosial.
Selain fokus pada pungli, Edi Munadi juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah berbagai tindak kejahatan lainnya, seperti korupsi, narkoba, perdagangan manusia, serta peredaran barang-barang ilegal.
“Kami komitmen untuk mengawal program pemerintah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi. Oleh karena itu, kami juga mendukung penuh upaya penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindak kejahatan,” lanjutnya.
Sebagai bentuk aksi nyata, Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia siap turun langsung ke masyarakat melalui program sosialisasi, edukasi, dan pengawasan, agar tercipta budaya antikorupsi dan masyarakat semakin sadar hukum.
Di akhir pernyataannya, Edi Munadi menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya akan terus bersinergi dengan TNI, Polri, serta lembaga penegak hukum lainnya untuk menjaga kondusivitas dan mewujudkan Indonesia yang bersih, adil, dan bermartabat.
“Stop pungli, stop kejahatan! Bersama kita bisa wujudkan Indonesia yang lebih baik,” tutup Edi Munadi.
