NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA — NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA — Satuan Tugas (Satgas) Brimob Polda Kalimantan Utara bergerak cepat membantu masyarakat di wilayah tapal batas menyusul bencana longsor dan i jembatan penghubung menuju Madrasah Ibtidaiyah Tapal Batas di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.
Komandan Kompi (Danki) II Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltara, IPTU Bambang, menjelaskan bahwa peristiwa longsor dan runtuhnya jembatan bermula pada awal November, sekitar tanggal 7, akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Bencana itu menyebabkan akses utama warga dan pelajar menuju sekolah terputus.
“Akibat banjir besar, terjadi longsor yang mengakibatkan jembatan menuju Madrasah Ibtidaiyah Tapal Batas runtuh dan menghambat aliran sungai serta aktivitas masyarakat,” ujar IPTU Bambang saat diwawancarai di lokasi oleh Media LKGSAI.
Menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang diteruskan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta arahan Dankor Brimob dan Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, Satbrimob Polda Kaltara segera melaksanakan aksi kemanusiaan di wilayah tapal batas.
“Atas instruksi pimpinan, kami mengerahkan 25 personel Brimob untuk melakukan evakuasi reruntuhan jembatan yang menghalangi aliran sungai, baik dengan tenaga manual maupun menggunakan alat berat. Hingga saat ini, proses perbaikan dan pembangunan jembatan masih terus berlangsung,” jelas IPTU Bambang.
Ia menambahkan, pada 5 Desember 2025, Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy bersama Kapolres Nunukan, Dansat Brimob, serta Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan runtuh di Jalan Sinta, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah. Kunjungan tersebut dinilai membawa dampak positif dalam percepatan pembangunan jembatan di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia (Tawau, Sabah).
“Atas arahan Kapolda, kami ditugaskan untuk menindaklanjuti dan mengeksekusi pembangunan jembatan agar akses jalan kembali dapat digunakan oleh masyarakat dan anak-anak sekolah untuk melanjutkan aktivitas pendidikan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan pembangunan jembatan swadaya ini, Satbrimob Polda Kaltara mendapat dukungan penuh dari tokoh-tokoh masyarakat Pulau Sebatik dan Kabupaten Nunukan, di antaranya H. Nuwardi (Hj. Momo), H. Herman Baco, S.E., M.M., dan H. Rustam Jaya, serta tokoh masyarakat lainnya. Dukungan tersebut berupa bantuan material, alat berat, hingga keterlibatan langsung dalam kegiatan pembangunan.
“Pembangunan dilakukan secara gotong royong. Personel Brimob dan masyarakat bersama-sama mendirikan bronjong, mengisi bronjong, serta mengumpulkan batu agar jembatan dapat berdiri kembali dan difungsikan seperti semula,” kata IPTU Bambang.
Selain itu, pihak Brimob mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama proses pembangunan berlangsung, baik bagi pengguna kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki. Masyarakat juga diminta menghindari jalur-jalur tidak resmi (jalur tikus) di wilayah tapal batas yang berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas ilegal lintas negara.
Sementara itu, Media LKGSAI yang melakukan peliputan juga sempat bersilaturahmi ke Kantor Desa Sungai Limau. Namun, Kepala Desa Sungai Limau Mardin tidak dapat ditemui. Di sisi lain, Camat Sebatik Tengah menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan kepedulian Satbrimob Polda Kaltara dalam membantu masyarakat perbatasan.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Nunukan dan DPRD Provinsi agar pembangunan jembatan ini mendapat dukungan anggaran dan dapat segera rampung,” tutup IPTU Bambang.
Penulis: Sitti Samriyani
Tim: LKGSAI Nunukanbatas menyusul bencana longsor dan runtuhnya jembatan penghubung menuju Madrasah Ibtidaiyah Tapal Batas di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.
Komandan Kompi (Danki) II Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltara, IPTU Bambang, menjelaskan bahwa peristiwa longsor dan runtuhnya jembatan bermula pada awal November, sekitar tanggal 7, akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Bencana itu menyebabkan akses utama warga dan pelajar menuju sekolah terputus.
“Akibat banjir besar, terjadi longsor yang mengakibatkan jembatan menuju Madrasah Ibtidaiyah Tapal Batas runtuh dan menghambat aliran sungai serta aktivitas masyarakat,” ujar IPTU Bambang saat diwawancarai di lokasi oleh Media LKGSAI.
Menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang diteruskan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta arahan Dankor Brimob dan Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, Satbrimob Polda Kaltara segera melaksanakan aksi kemanusiaan di wilayah tapal batas.
“Atas instruksi pimpinan, kami mengerahkan 25 personel Brimob untuk melakukan evakuasi reruntuhan jembatan yang menghalangi aliran sungai, baik dengan tenaga manual maupun menggunakan alat berat. Hingga saat ini, proses perbaikan dan pembangunan jembatan masih terus berlangsung,” jelas IPTU Bambang.
Ia menambahkan, pada 5 Desember 2025, Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy bersama Kapolres Nunukan, Dansat Brimob, serta Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan runtuh di Jalan Sinta, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah. Kunjungan tersebut dinilai membawa dampak positif dalam percepatan pembangunan jembatan di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia (Tawau, Sabah).
“Atas arahan Kapolda, kami ditugaskan untuk menindaklanjuti dan mengeksekusi pembangunan jembatan agar akses jalan kembali dapat digunakan oleh masyarakat dan anak-anak sekolah untuk melanjutkan aktivitas pendidikan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan pembangunan jembatan swadaya ini, Satbrimob Polda Kaltara mendapat dukungan penuh dari tokoh-tokoh masyarakat Pulau Sebatik dan Kabupaten Nunukan, di antaranya H. Nuwardi (Hj. Momo), H. Herman Baco, S.E., M.M., dan H. Rustam Jaya, serta tokoh masyarakat lainnya. Dukungan tersebut berupa bantuan material, alat berat, hingga keterlibatan langsung dalam kegiatan pembangunan.
“Pembangunan dilakukan secara gotong royong. Personel Brimob dan masyarakat bersama-sama mendirikan bronjong, mengisi bronjong, serta mengumpulkan batu agar jembatan dapat berdiri kembali dan difungsikan seperti semula,” kata IPTU Bambang.
Selain itu, pihak Brimob mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama proses pembangunan berlangsung, baik bagi pengguna kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki. Masyarakat juga diminta menghindari jalur-jalur tidak resmi (jalur tikus) di wilayah tapal batas yang berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas ilegal lintas negara.
Sementara itu, Media LKGSAI yang melakukan peliputan juga sempat bersilaturahmi ke Kantor Desa Sungai Limau. Namun, Kepala Desa Sungai Limau Mardin tidak dapat ditemui. Di sisi lain, Camat Sebatik Tengah menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan kepedulian Satbrimob Polda Kaltara dalam membantu masyarakat perbatasan.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Nunukan dan DPRD Provinsi agar pembangunan jembatan ini mendapat dukungan anggaran dan dapat segera rampung,” tutup IPTU Bambang.
Penulis: Sitti Samriyani
Tim: LKGSAI Nunukan