Salah Satu Usaha Ketua DPD NTB: Kapal Berlambang LKGSAI Berlayar Setiap Hari di Laut Lepas
Nusa Tenggara Barat – Salah satu bentuk usaha yang dijalankan Ketua DPD LKGSAI NTB adalah mengoperasikan sebuah kapal yang membawa lambang resmi LKGSAI. Kapal tersebut berlayar setiap hari di lautan lepas, sebagai bagian dari kegiatan usaha dan kontribusi ekonomi maritim di wilayah NTB.
Kehadiran kapal ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan LKGSAI, tetapi juga menunjukkan peran aktif organisasi dalam mendorong kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha di sektor pelayaran.
Nunukan – Polres Nunukan menggelar Operasi Zebra 2025 mulai tanggal 17 hingga 30 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan dengan tujuan meningkatkan disiplin dan keselamatan berkendara di jalan raya.
Sasaran Prioritas Operasi Zebra 2025
Beberapa pelanggaran yang menjadi fokus penindakan antara lain:
Penggunaan ponsel saat mengemudi
Tidak menggunakan sabuk pengaman
Pengendara di bawah umur
Berboncengan lebih dari satu orang
Tidak menggunakan helm standar
Penggunaan knalpot brong
Berkendara di bawah pengaruh alkohol
Melawan arus
Kendaraan over dimensi dan over loading
Kendaraan tidak sesuai spesifikasi
Melebihi batas kecepatan
Pemeriksaan SIM
Pemeriksaan surat kendaraan bermotor (STNK)
Polres Nunukan menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan diberikan sanksi tilang, namun tetap mengedepankan pendekatan edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas.
Kekuatan Personel
Operasi Zebra melibatkan:
Personel Satuan Lantas Polres Nunukan
Pom AD sebanyak 2 personel
Pom AL sebanyak 2 personel
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Nunukan, mewakili Kapolres Nunukan, AKP Adek Taufik S.I.K., M.M.
Lokasi dan Bentuk Kegiatan
Razia dipusatkan di depan Polsek Nunukan dan kawasan Alun-Alun Nunukan. Selain razia kendaraan, turut dilakukan:
Pemeriksaan bengkel yang diduga melakukan modifikasi knalpot brong
Edukasi keselamatan kepada masyarakat
Tujuan besarnya adalah meningkatkan disiplin, menurunkan angka kecelakaan, serta menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas di wilayah hukum Polres Nunukan melalui kolaborasi TNI–Polri.
Penulis: Sitti Samriyani Media LKGSAI Nunukan Nunukan, 27 November 2025
Kabupaten Kediri – KONI Kabupaten Kediri bersama LKGSAI akan memulai program pencarian dan pembinaan atlet catur berbakat melalui ajang KONI Cup yang untuk pertama kalinya digelar mulai dari tingkat desa. Program ini dirancang untuk menjangkau seluruh desa di Kabupaten Kediri agar potensi atlet dapat ditemukan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, KONI dan LKGSAI menargetkan lahirnya bibit atlet catur berkualitas yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Kediri di berbagai kejuaraan tingkat regional hingga nasional. Setiap desa akan menjadi tuan rumah penyisihan, sehingga masyarakat di seluruh wilayah dapat terlibat dan berpartisipasi.
Program ini diharapkan menjadi langkah besar dalam membangun ekosistem olahraga catur yang lebih maju, berkelanjutan, dan merata di seluruh Kabupaten Kediri.
Wonorejo – Di sela-sela berlangsungnya ajang Lomba Catur di Desa Wonorejo, Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, bersama Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bapak Hakim, terlihat menggelar obrolan santai namun penuh makna.
Suasana kekeluargaan tampak jelas ketika keduanya berdiskusi mengenai pembinaan olahraga di tingkat desa, terutama dalam mendorong prestasi generasi muda melalui kegiatan positif seperti turnamen catur.
Dalam obrolan tersebut, kedua pimpinan sepakat untuk terus memperkuat kerja sama antara LKGSAI dan KONI dalam berbagai kegiatan yang mendorong lahirnya atlet-atlet potensial dari desa. Mereka juga mengapresiasi antusiasme warga Wonorejo yang turut memeriahkan kegiatan.
Kegiatan catur di Desa Wonorejo ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi dan pembinaan olahraga yang lebih terarah bagi masyarakat.
Kejuaraan KONI Cup di Desa Wonorejo Meriah, Dihadiri Para Tokoh Penting Demi Mencetak Bakat Menuju “Kediri Juara”
Wonorejo – Kejuaraan KONI Cup yang digelar di Desa Wonorejo berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari masyarakat, peserta, serta para tokoh yang hadir. Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri bagi pecinta olahraga, karena selain menampilkan kompetisi yang seru, acara juga menunjukkan komitmen kuat berbagai pihak dalam memajukan olahraga di Kabupaten Kediri.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bapak Hakim, Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, Ketua DPD LKGSAI Jawa Timur, serta Ketua DPC LKGSAI Kabupaten Kediri. Kehadiran para pemimpin organisasi ini menunjukkan bahwa kegiatan olahraga di tingkat desa mendapat perhatian serius dan menjadi bagian penting dalam mencari bibit atlet masa depan.
Dukungan penuh untuk perkembangan olahraga daerah
Dalam sambutannya, Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bapak Hakim, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan ini. Ia menekankan bahwa pembinaan atlet harus dimulai dari level terbawah, yaitu desa, karena dari sanalah bakat-bakat potensial biasanya muncul.
“Pembinaan olahraga tidak hanya dimulai dari kota atau pusat. Desa adalah akar dari munculnya atlet-atlet besar. Dengan adanya kegiatan seperti KONI Cup ini, kita optimis dapat menemukan generasi baru yang siap mengharumkan nama Kabupaten Kediri,” ujar Bapak Hakim saat membuka acara.
LKGSAI dorong kegiatan positif bagi generasi muda
Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, juga turut memberikan dorongan moral kepada para peserta. Ia menjelaskan bahwa LKGSAI berkomitmen penuh mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu menyalurkan energi dan potensi generasi muda ke arah yang lebih baik.
“Olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang membangun karakter, sportivitas, disiplin, dan mental juara. Melalui kegiatan seperti ini, LKGSAI ingin ikut berperan membangun generasi muda yang sehat dan berprestasi,” tegas Edi Munadi.
Jajaran DPD dan DPC LKGSAI turut memberikan dukungan langsung di lapangan, memastikan acara berjalan tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi para peserta serta penonton.
Ajang pencarian bibit atlet menuju “Kediri Menuju Juara”
Kejuaraan KONI Cup di Wonorejo ini mempertemukan berbagai peserta dengan kemampuan yang beragam, namun sama-sama memiliki semangat bersaing secara sehat. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai langkah strategis dalam mencari talenta baru yang nantinya dapat dibina lebih lanjut.
Panitia menyampaikan bahwa beberapa peserta terpantau memiliki kemampuan teknik dan mental yang cukup baik, sehingga berpotensi menjadi atlet yang bisa mewakili Kabupaten Kediri di tingkat yang lebih tinggi.
Dengan penyelenggaraan yang sukses, Kejuaraan KONI Cup di Wonorejo diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang semakin besar setiap tahunnya, sekaligus menjadi pondasi kuat bagi visi “Kediri Menuju Juara.”
Kejuaraan KONI Cup di Desa Wonorejo Meriah, Hadirkan Para Tokoh Penting untuk Cari Bakat Menuju Kediri Juara
Wonorejo – Kejuaraan KONI Cup yang digelar di Desa Wonorejo berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bapak Hakim, Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, Ketua DPD LKGSAI Jawa Timur, serta Ketua DPC LKGSAI Kabupaten Kediri.
Kehadiran para pimpinan daerah dan organisasi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan olahraga dan pencarian bibit atlet berprestasi di Kabupaten Kediri. Melalui ajang ini, diharapkan muncul talenta-talenta baru yang dapat dibina dan dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Kediri menuju prestasi yang lebih tinggi.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bapak Hakim, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan ini. Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dimulai dari tingkat desa agar potensi lokal dapat tergali secara optimal.
Sementara itu, Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, bersama jajaran DPD dan DPC juga memberikan dukungan penuh untuk terus mendorong kegiatan positif bagi generasi muda, khususnya di bidang olahraga.
Kejuaraan KONI Cup di Wonorejo menjadi langkah awal dalam upaya mencari bakat-bakat terbaik untuk mewujudkan visi “Kediri Menuju Juara.”
Semarang – SD Negeri Sepakung yang berada di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, terus menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai aspek pendidikan. Komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu belajar, membangun karakter siswa, dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci kemajuan lembaga pendidikan tersebut.
Kepala sekolah bersama para guru terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, mulai dari peningkatan literasi, pembelajaran berbasis proyek, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang mampu mengasah minat dan bakat siswa. Upaya ini disambut baik oleh para orang tua dan warga desa yang turut mendukung penuh setiap program sekolah.
Seiring dengan meningkatnya kualitas sarana prasarana serta lingkungan belajar yang nyaman, SD Negeri Sepakung semakin percaya diri dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berdisiplin, dan berprestasi. Berbagai lomba akademik maupun non-akademik juga berhasil diikuti para siswa dengan hasil yang membanggakan.
Dengan semangat kebersamaan dan cita-cita besar untuk memajukan pendidikan desa, SD Negeri Sepakung terus bergerak maju. Sekolah ini menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga pendidikan dasar yang “makin maju, makin jaya”, serta siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Kampar – Dalam upaya menekan angka kenakalan remaja serta maraknya aksi balap liar yang meresahkan masyarakat, Kapolres Kampar bekerja sama dengan Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) menggelar kegiatan Drag Bike pada tanggal 29–30 di wilayah Kabupaten Kampar.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen aparat kepolisian bersama LKGSAI untuk memberikan ruang penyaluran bakat dan minat para pemuda di bidang otomotif. Dengan adanya wadah resmi dan teratur, diharapkan kemampuan para remaja yang hobi balap dapat diarahkan ke jalur yang positif dan berprestasi, sekaligus mengurangi kebiasaan balapan liar di jalan raya.
Kapolres Kampar menyampaikan bahwa drag bike ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi. Para peserta akan mendapatkan pembinaan mengenai keselamatan berkendara, aturan balap, serta pentingnya disiplin berlalu lintas. Kegiatan ini juga mengajak komunitas motor lokal, sekolah, dan masyarakat untuk terlibat dalam gerakan bersama menciptakan lingkungan berkendara yang aman.
Perwakilan LKGSAI menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan aparat dan pemerintah daerah untuk menciptakan program-program kreatif yang mendukung pembinaan generasi muda. Ajang drag bike ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kegiatan positif dan terstruktur bagi para remaja yang memiliki minat besar dalam dunia otomotif.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Kampar berharap angka balap liar dapat menurun secara signifikan, dan potensi para pemuda dapat berkembang di jalur prestasi yang benar.
Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berencana menggelar ajang Lomba Catur tingkat nasional yang melibatkan jajaran pemerintahan desa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendorong prestasi olahraga sekaligus memperkuat silaturahmi antarwilayah.
Program ini akan digerakkan oleh seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LKGSAI di Indonesia, yang akan berperan sebagai pelaksana kegiatan di masing-masing provinsi. Melalui kerja sama lintas lembaga ini, LKGSAI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan positif yang membina generasi muda, memperkuat karakter, dan meningkatkan kecintaan masyarakat pada olahraga berpikir seperti catur.
Ketua umum LKGSAI menyampaikan bahwa lomba catur ini bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi juga sarana pembinaan mental, kedisiplinan, serta strategi dalam memecahkan masalah. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat, merata, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dengan menggandeng KONI serta jajaran desa, kami berharap kegiatan ini menjadi agenda nasional yang membawa dampak nyata,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan KONI turut menyambut baik kerja sama ini. KONI menilai bahwa catur merupakan cabang olahraga strategis yang mampu mencetak atlet berprestasi sejak level desa hingga nasional. Dengan dukungan struktur organisasi LKGSAI yang kuat hingga tingkat daerah, kegiatan ini diyakini akan berjalan masif dan terkoordinasi.
Setiap desa nantinya dapat mengirimkan peserta terbaiknya. Lomba akan dimulai dari tingkat desa, berlanjut ke tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga puncaknya pada Grand Final tingkat Nasional. Selain memperebutkan piala dan penghargaan, event ini juga akan menjadi ajang penjaringan bibit atlet berbakat.
Program ini direncanakan mulai berjalan dalam waktu dekat, dan seluruh DPD LKGSAI sedang menyiapkan koordinasi teknis dengan pemerintahan desa, KONI daerah, serta komunitas pencinta catur di berbagai wilayah.
Dengan semakin banyaknya kegiatan positif yang digelar, LKGSAI berharap dapat terus hadir sebagai lembaga yang membawa manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dan lembaga olahraga dalam membangun Indonesia yang lebih maju.
Nunukan – SMP Negeri 1 Nunukan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dengan mengusung tema “Semangat Bersinergi dan Berkolaborasi untuk Sang Juara.” Perayaan berlangsung meriah dan menjadi momentum refleksi perjalanan panjang sekolah dalam mencetak generasi berprestasi yang turut membangun Kabupaten Nunukan.
Sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Nunukan, SMPN 1 telah melahirkan banyak tokoh berpengaruh. Dua bupati, yakni Hj. Asmin Laura Hafid dan H. Irwan Sabri, serta Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Tamara Moriska, merupakan alumni sekolah ini. Hal tersebut semakin menegaskan kontribusi SMPN 1 Nunukan dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Hadiri Perayaan, Kepala DKPP Masniadi Sampaikan Harapan Besar
Mewakili Bupati Nunukan, Kepala DKPP Masniadi, yang juga alumni SMPN 1, hadir langsung memberikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar sekolah. Ia menyampaikan rasa bangganya melihat SMPN 1 Nunukan terus menjadi sekolah rujukan dengan deretan prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Masniadi menjelaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan para siswa. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan besar yang harus terus dijaga.
Pesan Bijak Penggunaan Gadget dan Gerakan Anti-Bully
Dalam sambutannya, Masniadi menyoroti pentingnya penggunaan gadget secara bijak di era digital.
“HP bisa menjadi alat bantu belajar, namun juga berpotensi membawa dampak negatif jika tidak disaring dengan baik,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Ia mengingatkan agar para guru terus memberikan edukasi tentang pemanfaatan HP yang tepat kepada siswa.
Selain itu, ia menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap maraknya kasus perundungan (bully) di sekolah. Ia berharap SMPN 1 Nunukan dapat menjadi pelopor gerakan anti-bullying sebagai bentuk perlindungan terhadap peserta didik.
Pameran dan Lelang Lukisan Tutup Rangkaian Acara
Puncak peringatan HUT ke-46 SMPN 1 Nunukan ditutup dengan pameran serta lelang karya seni siswa. Berbagai lukisan yang dipamerkan menampilkan kreativitas sekaligus karakter seni para pelajar, menjadi wujud nyata dari pengembangan bakat dan minat di sekolah tersebut.