Abah Sugondo Bin Ronggo LKGSAI Siap Menjalankan Doa di Setinggil: “Memajukan Keimanan yang Alami”
Setinggil — Dalam rangka memperkuat nilai-nilai spiritual dan memperdalam keimanan masyarakat, tokoh spiritual sekaligus anggota Lembaga Kajian Gerakan Sosial Anti Intoleransi (LKGSAI), Abah Sugondo Bin Ronggo, menyatakan kesiapannya untuk memimpin dan menjalankan doa di Setinggil.
Acara yang rencananya digelar dalam waktu dekat ini akan menjadi momentum penting bagi masyarakat sekitar untuk kembali menumbuhkan rasa kebersamaan, persaudaraan, dan penghayatan terhadap nilai-nilai keimanan yang murni dan alami.
Dalam keterangannya, Abah Sugondo menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi sebuah langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran spiritual yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari.
“Kami siap menjalankan doa di Setinggil. Doa ini bukan hanya ritual, tapi bentuk pengabdian untuk memajukan keimanan yang alami, sesuai fitrah manusia dan kehendak Ilahi,” ujar Abah Sugondo Bin Ronggo di sela persiapannya.
Lebih lanjut, Abah Sugondo menjelaskan bahwa “keimanan yang alami” berarti keimanan yang tumbuh dari kesadaran diri tanpa paksaan, dengan ketulusan hati dan niat yang suci. Menurutnya, manusia sejatinya telah memiliki potensi spiritual yang murni, namun seringkali tertutupi oleh kesibukan duniawi dan godaan material.
“Melalui kegiatan doa bersama ini, kita ingin mengembalikan kesadaran itu. Bahwa manusia hidup bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk menata hati dan memperkuat hubungan dengan Tuhan,” tambahnya.
Kegiatan doa di Setinggil ini mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, serta anggota LKGSAI yang hadir untuk memberikan dukungan moral dan spiritual.
Ketua LKGSAI setempat juga menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Abah Sugondo. Menurutnya, kehadiran tokoh spiritual seperti beliau sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara gerakan sosial dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa.
“Kami bangga atas langkah Abah Sugondo. LKGSAI bukan hanya bergerak dalam bidang sosial dan hukum, tapi juga menghidupkan aspek keimanan yang menjadi fondasi moral gerakan kita,” ujarnya.
Acara doa di Setinggil ini diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan spiritual di tengah masyarakat yang semakin kompleks. Selain doa bersama, kegiatan ini juga akan diisi dengan refleksi keimanan, pembacaan wirid, serta tausiyah kebangsaan yang menekankan pentingnya toleransi, cinta kasih, dan saling menghargai antar sesama manusia.
Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, Abah Sugondo menutup pesannya dengan harapan agar seluruh masyarakat dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini.
“Mari kita jaga hati, jaga niat, dan terus majukan keimanan yang alami. Karena dari hati yang bersih, akan lahir kedamaian dan keberkahan untuk semuanya,” tutupnya.
