Tim GSAI Akan Terus Ungkap Dugaan Kredit Fiktif, Empat Kasus Mencuat di Unit BRI Kediri
Tim GSAI Akan Terus Ungkap Dugaan Kredit Fiktif, Empat Kasus Mencuat di Unit BRI Kediri
KEDIRI – Tim Garuda Sakti Aliansi Indonesia (GSAI) menegaskan komitmennya untuk terus mengungkap dugaan praktik kredit fiktif yang terjadi di sejumlah perbankan, khususnya di wilayah Kediri. Hingga triwulan terakhir tahun 2025, sedikitnya empat kasus dugaan kredit fiktif dilaporkan menyeruak hampir bersamaan di beberapa unit Bank Rakyat Indonesia (BRI), baik di wilayah Kota Kediri maupun Kabupaten Kediri.
Kasus-kasus tersebut terungkap dalam waktu yang berdekatan, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya pola sistematis. Tidak hanya itu, informasi awal yang dihimpun menyebutkan bahwa dugaan praktik kredit fiktif ini melibatkan oknum orang dalam, sehingga memperkuat indikasi adanya penyalahgunaan kewenangan.
Tim GSAI menilai, kredit fiktif tidak hanya merugikan keuangan negara, mengingat BRI merupakan bank milik negara (BUMN), tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional.
“Kasus-kasus ini tidak berdiri sendiri. Kami melihat ada kesamaan pola dan akan terus mendalami serta mengawal proses pengungkapannya,” tegas perwakilan Tim GSAI.
GSAI juga menyatakan siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan lembaga pengawas terkait agar dugaan kasus kredit fiktif ini dapat diusut tuntas secara transparan dan akuntabel. Tim menegaskan tidak akan berhenti sampai seluruh fakta terungkap dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban hukum.
Rentetan kasus kredit fiktif yang mencuat nyaris bersamaan di akhir tahun 2025 ini menjadi perhatian serius publik, sekaligus peringatan penting bagi perbankan BUMN untuk memperketat pengawasan internal.
tim kediri
