Ketua Umum LKGSAI Desak Pengusutan Tuntas Kasus Korupsi Minyak, Pukat UGM: Bersihkan Industri dari Kartel Koruptif
Jakarta, 12 Juli 2025 — Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Edi Munadi, mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk mengusut secara tuntas kasus dugaan korupsi minyak yang menjerat MRC sebagai tersangka. LKGSAI menegaskan bahwa praktik korupsi dalam tata kelola minyak nasional telah merugikan negara dan masyarakat, dan tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan tersebut untuk lolos dari jerat hukum.
“Kasus ini bukan hanya tentang individu, tetapi tentang sistem yang selama ini dikuasai oleh kepentingan kelompok tertentu. Kami mendorong agar Kejaksaan Agung benar-benar membongkar seluruh jaringan mafia minyak yang selama ini merusak tata kelola energi nasional,” tegas Edi Munadi dalam keterangan tertulisnya.
Senada dengan itu, Peneliti dari Pusat Studi Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, juga menyuarakan harapan besar terhadap langkah hukum yang tengah diambil oleh Kejaksaan. Ia menilai, penetapan MRC sebagai tersangka adalah momentum penting untuk menelusuri lebih dalam praktik-praktik korup di industri minyak negara.
“Segala bentuk korupsi yang terjadi di perusahaan minyak negara harus dibongkar. Ini adalah peluang besar untuk membersihkan industri minyak dari tangan-tangan kotor,” ujar Zaenur, Sabtu (12/7/2025).
Zaenur berharap agar kasus ini tidak berhenti pada pergantian individu semata, tetapi menjadi tonggak reformasi sistem pengadaan dan distribusi minyak di Indonesia.
“Ke depan, pengadaan minyak bumi untuk kebutuhan dalam negeri harus dilakukan secara pruden, transparan, dan akuntabel. Bukan dengan cara-cara koruptif yang menguntungkan segelintir pihak atau kartel tertentu,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa pengusutan tuntas kasus ini bisa menjadi awal dari pembersihan total terhadap kartel minyak yang selama ini ditengarai bekerja dengan pola sistemik dan koruptif.
LKGSAI dalam berbagai kesempatan telah menyatakan komitmennya untuk terus menjadi telinga dan corong rakyat, terutama dalam mengawal kebijakan strategis negara yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor energi.
“Lembaga kami akan terus memantau dan mendorong proses penegakan hukum yang adil dan transparan. Mafia minyak harus dibongkar dari akar-akarnya,” pungkas Edi Munadi.
tim lkgsai
