Sukacita Resepsi Pernikahan di Tapian Nauli: Lurah dan Warga Beri Doa Restu kepada Kedua Mempelai
Sukacita Resepsi Pernikahan di Tapian Nauli: Lurah dan Warga Beri Doa Restu kepada Kedua Mempelai
Tapian Nauli, Tapanuli Selatan – 8 Juli 2025
Dalam suasana penuh haru dan sukacita, masyarakat Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, berkumpul untuk menghadiri acara resepsi doa syukuran pernikahan pasangan muda yang telah mencuri perhatian banyak pihak: Jhonatan Carlie Zebua dan Epi Telaumbanua.
Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya dihadiri oleh keluarga besar kedua mempelai, tetapi juga turut dimeriahkan oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat pemerintah, tokoh adat, harajaon, dan hatobangon, serta rekan kerja dari Puskesmas Simarpinggan dan pihak sekolah.
Pernikahan Dua Tenaga Kesehatan yang Dihormati
Jhonatan Carlie Zebua dikenal sebagai tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Simarpinggan, sementara sang mempelai wanita, Epi Telaumbanua, juga merupakan seorang bidan yang berdedikasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Pernikahan keduanya menjadi simbol harapan dan kebahagiaan, tidak hanya bagi keluarga besar mereka, tetapi juga bagi masyarakat yang mengenal baik jasa dan ketulusan mereka dalam mengabdi.
Mempelai pria adalah putra pertama dari pasangan Fo’arota Zebua alias Ama Carlin, seorang guru di SD Negeri Si Opat-Opat, dan Ina Carlin. Resepsi pernikahan diselenggarakan di kediaman keluarga besar di Kelurahan Tapian Nauli, dan berjalan khidmat sekaligus semarak.
Lurah Tapian Nauli Sampaikan Ucapan Selamat dan Pesan Bijak
Dalam sambutannya, Lurah Tapian Nauli memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai atas terbentuknya keluarga baru. Ia menyampaikan rasa bangga dan bahagia, sekaligus mengucapkan terima kasih karena telah menambah jumlah penduduk yang berkontribusi bagi kemajuan wilayah Tapian Nauli.
“Saya mewakili aparat kelurahan dan seluruh masyarakat Tapian Nauli mengucapkan selamat kepada ananda Jhonatan dan Epi. Semoga menjadi keluarga yang rukun, bahagia, dan membawa berkah bagi lingkungan sekitar,” ujar beliau.
Tak lupa, Pak Lurah juga menyampaikan pesan bijak kepada kedua mempelai agar bijaksana dalam membina rumah tangga. Ia mengingatkan bahwa perjalanan membentuk keluarga bukanlah hal mudah dan akan diwarnai dengan berbagai cobaan dan tantangan, sehingga kedewasaan dan saling pengertian sangat diperlukan agar tidak berakhir pada perpisahan.
Tokoh Agama: Jadilah Keluarga yang Sehat dan Diberkati
Tokoh agama dari Gereja Katolik, Bapak Lektor alias Ama Putra Zebua, juga turut menyampaikan harapan agar keluarga baru ini menjadi keluarga yang sehat, taat kepada Tuhan, dan selalu diberkati dalam suka maupun duka.
“Sebagai keluarga yang telah menempuh pendidikan dan dikenal berakhlak baik, saya berharap kalian bisa menjadi teladan bagi generasi berikutnya. Semoga kasih dan cinta kalian terus tumbuh dalam iman dan kebaikan,” ucap Bapak Lektor.
Budaya Maena Warnai Resepsi: Tradisi Ono Niha yang Penuh Sukacita
Sebagai bentuk pelestarian budaya, acara resepsi turut dimeriahkan oleh tarian Maena, sebuah tarian tradisional khas suku Nias atau Ono Niha, yang selalu menjadi ikon utama dalam pesta pernikahan adat Nias. Para tamu undangan dengan penuh semangat ikut serta dalam tarian ini, menciptakan suasana hangat, akrab, dan penuh kegembiraan.
Pihak dari Puskesmas Simarpinggan dan institusi pendidikan tempat orang tua mempelai laki-laki mengabdi juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam memeriahkan acara. Suasana kekeluargaan sangat terasa, dengan iringan doa dan harapan baik bagi kedua mempelai.
Penutup: Simbol Persatuan dan Kebersamaan Masyarakat Tapian Nauli
Pesta pernikahan ini bukan sekadar perayaan cinta dua insan, tetapi juga mencerminkan kekompakan, solidaritas, dan semangat gotong royong masyarakat Tapian Nauli. Semua elemen masyarakat bersatu dalam suka cita, memberikan restu dan doa terbaik bagi masa depan keluarga Jhonatan dan Epi.
Selamat menempuh hidup baru, Jhonatan Carlie Zebua & Epi Telaumbanua. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.
Tapian Nauli, tetap bersatu dalam budaya, iman, dan kasih.
