Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kunjungi Perbatasan Indonesia–Malaysia, Resmikan Revitalisasi Sekolah di Sebatik Utara
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kunjungi Perbatasan Indonesia–Malaysia, Resmikan Revitalisasi Sekolah di Sebatik Utara
Nunukan, Kalimantan Utara — Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas hingga ke wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, ke wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada 17 Januari 2026.
Kunjungan ini dirangkaikan dengan acara syukuran peresmian revitalisasi SD Negeri 001 dan SD Negeri 003 Sebatik Utara, yang menjadi bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Tim Media Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LK GSAI) turut melakukan monitoring langsung dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menegaskan bahwa revitalisasi sekolah di wilayah perbatasan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), sekaligus memperkuat kehadiran negara di kawasan perbatasan.
“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Negara harus hadir hingga ke wilayah terluar, termasuk di Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia,” tegas Atip Latipulhayat.
SD Negeri 001 Sebatik Utara Jadi Simbol Sejarah dan Kemajuan Pendidikan
Salah satu sekolah yang direvitalisasi, SD Negeri 001 Sebatik Utara, memiliki nilai historis yang tinggi. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1910 dan hingga kini tetap berperan penting dalam mencerdaskan generasi bangsa di wilayah perbatasan.
SD Negeri 001 Sebatik Utara beralamat di Jalan H. Beddu Rahim, RT 08, Desa Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sekolah ini telah meraih Akreditasi B berdasarkan penilaian BAN-S/M (Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah) pada tahun 2017 dan menggunakan Kurikulum 2013 dalam proses pembelajarannya.
Saat ini, SD Negeri 001 Sebatik Utara dipimpin oleh Kepala Sekolah Halipardi, dengan dukungan operator sekolah Mulyana, yang berperan penting dalam administrasi dan pengelolaan data pendidikan.
Revitalisasi 8 Sekolah di Wilayah Perbatasan
Melalui program revitalisasi ini, Kemendikdasmen secara resmi meresmikan 8 sekolah yang tersebar di Kabupaten Nunukan dan Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Kawasan ini merupakan wilayah perbatasan langsung antara Indonesia dan Malaysia, sehingga pembangunan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas nasional.
Program revitalisasi mencakup peningkatan sarana dan prasarana sekolah, perbaikan bangunan, serta penunjang lingkungan belajar yang aman dan layak bagi siswa dan tenaga pendidik. Pemerintah berharap, dengan fasilitas yang lebih baik, kualitas pembelajaran dan motivasi belajar siswa di daerah perbatasan dapat meningkat secara signifikan.
Harapan untuk Pendidikan Perbatasan
Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam acara ini disambut antusias oleh masyarakat, tenaga pendidik, serta para siswa. Momen ini menjadi simbol nyata bahwa negara tidak mengabaikan wilayah perbatasan dan terus berupaya menghadirkan keadilan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tim Media Garuda Sakti Aliansi Indonesia menilai bahwa revitalisasi sekolah di Sebatik Utara merupakan langkah positif yang harus terus diawasi dan didukung bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.
tim nunukan .siti



