Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia: Banjir Bandang Akibat Penebangan Liar, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas
NHIL (RIAU) – Ketua Umum Lembaga Komando Garuda sakti Aliansi Indonesia, Edi Munadi, angkat bicara terkait maraknya banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah. Ia menegaskan bahwa salah satu penyebab utama bencana tersebut adalah aktivitas penebangan pohon secara liar, baik di kawasan hutan maupun di sepanjang bantaran sungai.
Menurut Edi Munadi, penebangan pohon besar secara ilegal mengakibatkan rusaknya keseimbangan ekosistem, sehingga daya serap air berkurang drastis. Hal ini berdampak pada meluapnya air sungai saat musim hujan tiba, yang kemudian menyebabkan banjir bandang di berbagai daerah.
“Pemotongan pohon-pohon besar, baik di hutan maupun di pinggir sungai, secara liar dan tanpa izin adalah faktor utama yang memicu terjadinya banjir bandang. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Edi Munadi saat ditemui usai rapat koordinasi di NHIL, Riau, Kamis (13/3/2025).
Ia juga menyoroti semakin maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan. Edi Munadi mendesak pemerintah, khususnya aparat penegak hukum, untuk segera bertindak tegas terhadap para pelaku tambang ilegal yang dinilai makin hari makin merajalela, terutama di wilayah yang rawan bencana.
“Kami mendorong pemerintah untuk tidak hanya menegur, tetapi juga segera menangkap dan memproses hukum para pelaku tambang ilegal yang merusak lingkungan. Ini demi keselamatan masyarakat yang berada di daerah rawan banjir,” tegasnya.
Lebih lanjut, Edi Munadi mengingatkan bahwa upaya pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, namun peran pemerintah dalam penegakan hukum menjadi kunci utama untuk menekan laju kerusakan hutan dan daerah aliran sungai.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merusak lingkungan, serta turut mengawasi dan melaporkan jika mengetahui adanya praktik ilegal di sekitar mereka.
Hingga saat ini, pemerintah daerah setempat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah tambang ilegal dan penebangan liar di wilayah rawan banjir.
