DUGAAN TIDAK TRANSPARAN, PIHAK SDN 1 WATES GADINGREJO PRINGSEWU BERSIKAP TIDAK BERSAHABAT SAAT TIM LKGSAI KUNJUNGI PROYEK PEMBANGUNAN SEKOLAH
Pringsewu, 18 September 2026 – Dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran pembangunan terjadi di SD Negeri 1 Wates, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Hal ini terungkap saat Tim Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Provinsi Lampung berkunjung silaturahmi ke sekolah tersebut pada hari …. September 2026. Saat itu sekolah sedang melakukan kegiatan pembangunan/rehab/revitalisasi gedung.
Namun sangat disayangkan, sikap pihak sekolah dinilai tidak bersahabat dan tidak transparan. Saat Tim LKGSAI menanyakan keberadaan Kepala Sekolah dan siapa pelaksana proyek tersebut, pihak sekolah saling lempar tanggung jawab dan tidak memberikan jawaban yang jelas.
Ketika ditanya terkait pekerjaan pembangunan tersebut, seperti sumber anggaran, volume, dan papan informasi proyek, mereka kompak menjawab “tidak tahu” dan saling lempar.
Pada akhirnya, salah satu guru memberikan nomor HP bendahara sekolah dan menyuruh Tim LKGSAI untuk menghubungi bendahara saja.
Sikap tertutup ini menimbulkan dugaan bahwa proyek tersebut tidak transparan dan tidak sesuai dengan prinsip Keterbukaan Informasi Publik. Padahal setiap proyek yang menggunakan uang negara wajib memasang papan informasi proyek agar masyarakat bisa ikut mengawasi.
LKGSAI mendesak:
- Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu dan Inspektorat Pringsewu untuk segera turun melakukan pemeriksaan terhadap proyek rehab di SDN 1 Wates Gadingrejo.
- Kepala SDN 1 Wates untuk bersikap kooperatif dan transparan terkait penggunaan anggaran negara.
- Jika terbukti ada pelanggaran, kami minta APH menindaklanjuti.
LKGSAI sebagai lembaga kontrol sosial akan terus mengawal transparansi penggunaan dana BOS dan DAK di sekolah-sekolah di Lampung.
syampurna lkgsai
