DPC LKGSAI Bogor Cileungsi Soroti Pengungkapan Kasus Gas LPG Oplosan oleh Polsek Cileungsi
DPC LKGSAI Bogor Cileungsi Soroti Pengungkapan Kasus Gas LPG Oplosan oleh Polsek Cileungsi
Bogor, 2 April 2026 – Aparat Polsek Cileungsi berhasil mengungkap praktik ilegal pengoplosan gas LPG subsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi 12 kilogram di wilayah Kampung Rawa Jamun, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis pagi.
Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, setelah pihak kepolisian menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.
Sekitar pukul 08.30 WIB, petugas langsung melakukan penggerebekan dan menemukan tujuh titik lokasi yang digunakan sebagai tempat praktik pengoplosan gas bersubsidi.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku yang tengah melakukan aksinya. Selain itu, aparat juga menyita ratusan barang bukti, antara lain:
- 286 tabung gas 12 kg
- 345 tabung gas 3 kg
- 17 tabung gas 5,5 kg
- Puluhan alat suntik besi
- 3 unit timbangan
Dari hasil pemeriksaan awal, praktik ilegal ini diketahui telah berjalan sejak Oktober 2025. Para pelaku menggunakan modus memindahkan isi gas dari tabung subsidi ke tabung non-subsidi dengan bantuan alat suntik dan es batu untuk mempercepat proses pemindahan.
Gas hasil oplosan tersebut kemudian dijual ke pengepul dengan harga sekitar Rp107 ribu per tabung 12 kg, dengan estimasi keuntungan mencapai Rp13,23 miliar per bulan.
Sikap DPC LKGSAI Bogor Cileungsi
Menanggapi kasus ini, DPC LKGSAI Bogor Cileungsi menyampaikan:
- Mendukung penuh langkah tegas aparat kepolisian dalam memberantas praktik ilegal yang merugikan masyarakat kecil.
- Mendesak agar jaringan distribusi dan pengepul yang terlibat turut diusut hingga tuntas.
- Menilai praktik ini sangat merugikan rakyat, khususnya masyarakat kecil yang bergantung pada LPG subsidi 3 kg.
- Siap mengawal kasus ini agar tidak berhenti di pelaku lapangan saja, tetapi juga menyasar aktor intelektual di belakangnya.
Ketua DPC LKGSAI Bogor Cileungsi menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan siap bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk mencegah praktik serupa terulang kembali.
lkgsai
