CV.TAPAK ANAK BINTAN SELAKU PEMENANG PROYEK MINIZOO DESA TULANG .KEPRI .SENILAI 1.3 MBERHUTANG MATERIAL SENILAI HAMPIR 200JUTA
Hari ini selasa 20 january 2024.. tim Pemantau KGSAI juga sebagai awak media KGSAI dapat bertemu dengan kepala desa tulang jasman..
dalam wawancara singkat kepada awak media KGSAI terkait rencana pembangunan minizoo yang SPK nya sudah dikeluarkan dari PUPR provinsi kepri bulan juli 2023 lalu dengan nilai yang dianggarkan oleh provinsi senilai 1.3 milyar sampai sekarang molor dari jadwal atau disebut “PROYEK MANGKRAK”.
dalam kesempatan wawancara dg awak media juga harapan besar dari masyarakat desa tulang kab karimun yang di sampaikan oleh kades agar diaampaikan kepada siapa pun kontraktor yang akan bekerja di desa kan ada tuan nya.. jadi adab kite kedepan kan…
kita mencoba menghub KADIS PUPR abu bakar, beliau selalu mengelak untuk klarifikasi hal terkait.. tidak lupa pak jasman selaku kepala desa tulang sangat berterima kasih kepada pak GUBERNUR kepri dan BUPATI karimun yg sudah membangun didesa tulang,
harapan saye kedepan tolong lah buat bapak bapak kontraktor yg akan masuk ke desa untuk datang melapor ,bukan saye minta di hargai , paling tidak saye dpt menjawab terkait segala kegiatan pembangunan ini, ujarnya.
dan kepada pelaksana pengerjaan pak ADE FERMAN atau bolly malakalu dan pak AZARI selaku dirut CV TAPAK ANAK BINTAN.. agar menjumpai pihak toko pak JEFRIS RAES agar menyelesaikan biaya material dan sejumlah uang.. sambung nya.
awak media juga mewawancara di tempat terpisah kepada pihak toko yg di maksud..
iya bang, mereka
( cv tapak anak bintan) minta saya jaminkan material utk pengerjaan didesa tersebut dengan janji tidak sampai sebulan DP proyek mereka keluar sudah dilunaskan ,kata pak jefris raes selaku yang menjaminkan material dari sebuah toko material kenalan nya..
dari bulan 9 lo saya bantu jaminkan material dan uang tunai sebanyak 50 juta rupiah diterima langsung oleh bolly dan aal ( dirut ) cv TAB.
sampai sekarang saya kebingungan bagai mana jalan nya saya melunaskan ketoko sebab nomor wa mereka matikan. ujar pak jefris raes..
terkait hal ini pak kades juga menyebutkan kepada KGSAI benar mengetahui bahwa biaya material dan uang 50.juta dipakai oleh cv yg mengerjakan belum dibayarkan satu sen pun.. mengenai teknis di awal beliau tidak mengetahui ..
KGSAI juga menghub kadis PUPR provinsi pak abu bakar, selalu mengelak dengan menjawab salah sambung….
