Uncategorized
Rembug Stunting Desa Binusan, nunukan
Rembug Stunting Desa Binusan, Wujud Komitmen Bersama Cegah dan Tangani Stunting
Nunukan, 21 Agustus 2025 – Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara melaksanakan kegiatan Rembug Stunting Tahun Anggaran 2025 yang dipusatkan di Kantor Posyandu Desa Binusan. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Binusan, Rudi Hartono, perangkat desa, ketua RT, kader posyandu, pendamping desa, Babinsa (Koramil Kodim 0911 Nunukan), Danpomal Lanal Nunukan, serta tenaga medis dari Puskesmas Binusan.
Rembug stunting merupakan forum partisipatif yang melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah desa. Tujuan utamanya adalah untuk mendiskusikan permasalahan stunting yang ada di Desa Binusan, mengidentifikasi penyebab, serta merumuskan langkah konkret yang akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2025.
Kepala Desa Binusan, Rudi Hartono, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh hanya terfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh aspek kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan anggaran posyandu di setiap RT.
“Kami menerima masukan dari kader posyandu, khususnya di RT 12, terkait perlengkapan medis yang sudah banyak mengalami kerusakan. Pemerintah desa akan mempertimbangkan hal ini sebagai prioritas dalam penganggaran tahun 2025,” ujar Rudi Hartono saat diwawancarai media LKGSAI Nunukan.
Melalui forum ini, pemerintah desa bersama masyarakat menyepakati komitmen untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan stunting. Diharapkan anggaran Dana Desa (DD) dalam RKPDes 2025 dapat mewujudkan strategi yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Desa Binusan.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, Desa Binusan meneguhkan tekad untuk menghadirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Penulis: Sitti Samriyani – LKGSAI Nunukan
Kodim 0911 Nunukan Dorong Optimalisasi Ketahanan Pangan Nasional
Kodim 0911 Nunukan Dorong Optimalisasi Ketahanan Pangan Nasional
Nunukan, 22 Agustus 2025 – Komandan Kodim 0911 Nunukan, Letkol Inf. Tony Prasetyo, menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara bersama media LKGSAI Nunukan yang diliput oleh wartawati Sitti Samriyani.
Menurut Letkol Inf. Tony Prasetyo, ketahanan pangan merupakan kebutuhan dasar utama manusia yang harus selalu terpenuhi. “Ketahanan pangan sangat penting sebagai strategi pertahanan nasional untuk mendukung perekonomian berbasis kedaulatan rakyat dan kemandirian. Intinya adalah bagaimana para petani bisa mendapatkan dukungan, baik berupa dana maupun pendampingan, agar sawah mereka lebih produktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat berharap agar produksi pangan, khususnya beras, dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal dengan kualitas baik dan harga yang terjangkau. Dengan demikian, masyarakat menengah ke bawah dapat merasakan ketersediaan bahan pokok, terutama nasi, yang berasal dari produksi petani dalam negeri.
Lebih lanjut, Kodim 0911 Nunukan bersama jajaran Koramil dan Babinsa berperan langsung mendampingi para petani. Pendampingan difokuskan pada optimalisasi sawah yang sudah ada, termasuk perbaikan saluran irigasi dan penanggulangan kendala seperti gulma atau semak belukar, tanpa harus membuka lahan persawahan baru. Berdasarkan data Dinas Pertanian, satu hektar sawah yang dikelola dengan baik mampu menghasilkan 5–6 ton gabah.
“Bapak Presiden Republik Indonesia 🇮🇩, Prabowo Subianto, telah menekankan agar Indonesia mandiri dalam ketahanan pangan dan tidak bergantung pada negara luar. Dengan tanah yang subur dan sumber daya alam yang melimpah, kita harus bisa mewujudkannya. Pemerintah pusat sudah memberi atensi penuh, dan kami di TNI bersama masyarakat siap mendukung demi kesejahteraan rakyat,” tegas Letkol Inf. Tony Prasetyo.
Rembug Stunting Desa Binusan Bahas Pencegahan dan Penanganan Tahun Anggaran 2025
Rembug Stunting Desa Binusan Bahas Pencegahan dan Penanganan Tahun Anggaran 2025
Nunukan, 21 Agustus 2025 – Pemerintah Desa Binusan Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar Rembug Stunting di kantor Posyandu Desa Binusan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Binusan, Rudi Hartono, beserta perangkat desa, ketua RT, kader posyandu, pendamping desa, Babinsa Koramil Kodim 0911 Nunukan, Danpomal Lanal Nunukan, serta tenaga medis dari Puskesmas Binusan.
Rembug stunting merupakan forum partisipatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat desa dengan tujuan utama mendiskusikan permasalahan stunting, mengidentifikasi penyebabnya, sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret yang akan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDES) tahun 2025.
Dalam forum tersebut, Kepala Desa Binusan menegaskan pentingnya menyeimbangkan pembangunan desa, tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh bidang kesehatan masyarakat. Salah satu masukan yang mencuat datang dari kader posyandu RT 12 Desa Binusan, yang menyampaikan keluhan terkait fasilitas medis posyandu yang sudah banyak mengalami kerusakan. Mereka berharap agar kebutuhan ini menjadi prioritas utama dalam penganggaran dana desa tahun 2025.
“Melalui Rembug Stunting ini, kami berkomitmen penuh untuk mencari solusi yang berkelanjutan dalam menghadapi masalah stunting di Desa Binusan. Dengan melibatkan seluruh pihak terkait, kami berharap RKPDES 2025 dapat menghadirkan program strategis yang efektif dalam pencegahan dan penanggulangan stunting,” ujar Rudi Hartono, Kepala Desa Binusan, saat diwawancarai media LKGAI Nunukan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian musyawarah desa yang dirancang oleh tim Kecamatan Nunukan bersama pemerintah Desa Binusan. Diharapkan hasil Rembug Stunting ini dapat menjadi pijakan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, menurunkan angka stunting, serta memastikan generasi masa depan Desa Binusan tumbuh sehat dan berkualitas.
Penulis: Sitti Samriyani – LKGAI Nunukan
Warga Keluhkan Kepala Kampung Suaran Jarang Hadir di Kantor, Minta Tindakan Tegas dari Pemerintah Daerah
Warga Keluhkan Kepala Kampung Suaran Jarang Hadir di Kantor, Minta Tindakan Tegas dari Pemerintah Daerah
Berau – Sejumlah warga Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, menyuarakan kekecewaannya terhadap kinerja kepala kampung yang dinilai jarang hadir di kantor saat jam kerja. Kondisi ini membuat pelayanan administrasi maupun berbagai urusan masyarakat terhambat dan menimbulkan keresahan di tengah warga.
Menurut penuturan warga, keberadaan kepala kampung sangat dibutuhkan karena menyangkut berbagai urusan penting, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, pengelolaan pembangunan kampung, hingga penyaluran bantuan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Namun, absennya kepala kampung dinilai menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya.
“Setiap kali masyarakat datang untuk mengurus sesuatu, kepala kampung sering tidak ada di tempat. Kami jadi bingung harus ke mana, sementara urusan kami perlu segera diselesaikan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga menilai bahwa kepala kampung semestinya menjadi contoh disiplin dan kepedulian terhadap warganya. Jika seorang kepala kampung tidak berada di kantor sesuai jam kerja, maka masyarakat merasa hak mereka atas pelayanan publik telah diabaikan.
Atas kondisi tersebut, masyarakat Kampung Suaran berharap agar pihak Kecamatan Sambaliung maupun Bupati Kabupaten Berau segera mengambil langkah tegas. Mereka menilai pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menegur, mengevaluasi, bahkan mengambil tindakan administratif apabila seorang kepala kampung dianggap lalai menjalankan tugas.
“Kami hanya ingin pelayanan berjalan normal. Kepala kampung harus benar-benar hadir, mendengar keluhan masyarakat, dan bekerja untuk kepentingan warga. Kalau tidak, sebaiknya ada evaluasi dari pemerintah,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepala kampung terkait keluhan masyarakat tersebut. Namun warga berharap suara mereka dapat menjadi perhatian serius agar roda pemerintahan di tingkat kampung tetap berjalan sesuai dengan harapan, demi tercapainya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Suaran.
tim wahyu
Ketua Umum LKGAI Terima Laporan Kegiatan Divisi Tenaga Kerja
Ketua Umum LKGAI Terima Laporan Kegiatan Divisi Tenaga Kerja
Jakarta – Ketua Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGAI), Edi Munadi, menerima laporan resmi dari Kepala Divisi Tenaga Kerja LKGAI mengenai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama satu bulan terakhir. Pertemuan tersebut berlangsung di kantor pusat LKGAI dengan suasana penuh keakraban dan semangat kerja sama.
Dalam kesempatan itu, Kadiv Tenaga Kerja menyampaikan berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari sosialisasi lapangan, advokasi tenaga kerja, hingga kegiatan pembinaan anggota di beberapa wilayah. Laporan ini menjadi evaluasi penting bagi organisasi untuk melihat capaian serta hambatan yang dihadapi di lapangan.
Ketua Umum Edi Munadi menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja divisi tenaga kerja yang telah bekerja keras dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Beliau menegaskan bahwa LKGAI harus terus hadir menjadi wadah perjuangan, pembelaan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan.
“Organisasi ini lahir untuk rakyat, maka seluruh program harus nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Kita tidak boleh berhenti, harus terus melangkah maju,” ujar Edi Munadi.
Pertemuan ini juga menghasilkan beberapa rencana strategis untuk bulan berikutnya, termasuk peningkatan koordinasi dengan pemerintah, memperluas jaringan kerja sama dengan stakeholder, serta memperkuat pembinaan anggota di tingkat daerah.
Dengan adanya laporan rutin seperti ini, LKGAI berharap seluruh divisi dapat lebih terarah, solid, dan konsisten dalam menjalankan program kerja demi tercapainya tujuan besar organisasi menuju Indonesia yang kuat dan mandiri.
edi munadi
Jakarta – Prosesi pelantikan Edi Munadi sebagai Wakil Presiden Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) berlangsung khidmat di Hotel Swiss-Bel Kalibata, Jakarta. Acara bersejarah ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi PADI, tetapi juga bagi arah perjuangan politik nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Edi Munadi menegaskan bahwa amanah baru yang diembannya bukanlah sekadar jabatan, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk membawa perubahan nyata bagi rakyat. “Kita hadir bukan untuk sekadar mengisi ruang politik, tetapi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, menghadirkan solusi atas persoalan bangsa, dan membangun jalan menuju Indonesia yang lebih maju dan bermartabat,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Jejak Panjang di Dunia Politik dan Organisasi
Edi Munadi dikenal luas sebagai tokoh yang telah lama berkiprah di dunia politik dan organisasi. Konsistensinya dalam memperjuangkan masyarakat terlihat dari berbagai posisi yang ia emban, baik di organisasi sosial maupun lembaga strategis.
Beberapa organisasi besar yang saat ini dipimpinnya antara lain:
Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGAI), sebuah organisasi yang fokus pada pemberdayaan masyarakat serta pengawalan kepentingan rakyat.
Badan Penelitian Aset Rakyat (BPAR), lembaga yang bergerak dalam mengkaji, melindungi, dan mengoptimalkan aset-aset bangsa.
Garuda Sakti Aliansi Indonesia (GSAI), wadah pergerakan yang memperkuat sinergi nasional.
CEO dari 80 media online, yang menjadi instrumen penting dalam menyuarakan aspirasi rakyat, membangun kesadaran politik, dan mengedukasi masyarakat.
Kiprahnya yang begitu luas memperlihatkan bahwa Edi Munadi bukan sekadar politisi, tetapi juga seorang organisatoris yang mampu menggerakkan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun bangsa.
Harapan Besar untuk PADI
Pelantikan ini juga menandai langkah strategis PADI dalam memperkuat kepemimpinan partai. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki, Edi Munadi dipercaya akan menjadi motor penggerak bagi konsolidasi organisasi dari pusat hingga daerah.
Presiden PADI, Jenderal (Purn) Burlian Safei, menyampaikan keyakinannya bahwa hadirnya Edi Munadi dalam jajaran kepengurusan akan memperkuat daya juang partai. “Beliau adalah tokoh yang memiliki komitmen kuat terhadap rakyat, dan dengan pengalamannya yang panjang, kami percaya PADI akan semakin solid dan siap menjadi partai yang memberikan solusi nyata untuk bangsa,” tegasnya.
Menuju Indonesia Emas 2045
Sebagai Wakil Presiden PADI, Edi Munadi menegaskan arah perjuangannya adalah mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya sinergi antara partai politik, organisasi masyarakat, dan media dalam membangun bangsa.
“Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga berani bertindak. Kita harus turun langsung ke lapangan, mendengar suara rakyat, dan memberikan jawaban nyata atas kebutuhan mereka. PADI hadir untuk itu,” ujar Edi Munadi.
Dukungan dan Antusiasme
Acara pelantikan turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat PADI, tokoh nasional, perwakilan organisasi masyarakat, hingga awak media. Suasana penuh antusiasme tampak dari para pendukung yang meyakini bahwa kepemimpinan baru ini akan membawa energi segar bagi pergerakan PADI ke depan.
Dengan semangat baru, Edi Munadi kini mengemban tugas besar untuk membawa PADI lebih dekat dengan rakyat, membangun fondasi organisasi yang kuat hingga ke tingkat desa, serta memperjuangkan cita-cita bangsa menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Ketua DPD DKI Zaen Siap Bangun Masyarakat Jakarta yang Maju
Ketua DPD DKI Zaen Siap Bangun Masyarakat Jakarta yang Maju
Jakarta — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI, Bapak Zaen, bersama timnya menegaskan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Dalam setiap langkah perjuangannya, beliau menekankan pentingnya membangun masyarakat Jakarta yang lebih maju, berdaya, dan sejahtera.
Menurut Zaen, tantangan di ibu kota cukup besar, mulai dari pembangunan ekonomi, sosial, hingga peningkatan kualitas hidup warga. Oleh karena itu, DPD DKI bersama seluruh jajaran pengurus akan bergerak aktif merangkul masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta menghadirkan solusi nyata di lapangan.
“Jakarta harus menjadi contoh bagaimana sebuah organisasi mampu hadir dan memberikan dampak positif. Kami bersama tim akan selalu siap mendukung masyarakat untuk terus berkembang, mandiri, dan maju,” ujar Zaen dalam keterangannya.
Semangat kebersamaan yang dibangun tidak hanya sebatas pada kegiatan seremonial, melainkan juga melalui program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, DPD DKI optimis mampu menghadirkan perubahan positif bagi warga Jakarta.
Dpc kota medan terbentuk tunggu dpd bergerak lkgsai
DPC LKGAI Kota Medan Resmi Terbentuk, Kekuatan Organisasi Makin Solid
Medan – Dengan terbentuknya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGAI) di Kota Medan, kekuatan dan eksistensi organisasi ini semakin kokoh. Kehadiran DPC baru ini menjadi bukti nyata bahwa LKGAI terus berkembang dan mendapat dukungan luas dari masyarakat di berbagai daerah.
Setelah DPC resmi terbentuk, kini tinggal menunggu kesiapan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang benar-benar mampu menjalankan roda organisasi dengan baik. Kepengurusan yang solid di tingkat daerah akan menjadi pondasi penting bagi LKGAI untuk melaksanakan visi dan misi dalam membangun kekuatan organisasi yang lebih besar menuju 2029.
“LKGAI adalah wadah perjuangan bersama. Siapa pun yang memiliki komitmen, semangat, dan kepedulian terhadap rakyat dipersilakan bergabung. Karena kami yakin, dengan kebersamaan, organisasi ini akan terus berkembang dan maju,” ujar salah satu pengurus pusat.
Pembentukan DPC Medan juga diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi daerah lain untuk segera membentuk kepengurusan yang lebih lengkap, dari tingkat kota/kabupaten hingga kecamatan. Dengan demikian, cita-cita besar LKGAI untuk melahirkan kader-kader tangguh dan memperjuangkan kepentingan masyarakat bisa terwujud secara nyata.
