KETUA DPC LKGSAI MAGETAN, BLITAR DAN MADIUN SIAP PERKUAT KEANGGOTAAN
Magetan – Semangat kebersamaan dan kekompakan terus ditunjukkan jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI). Ketua DPC LKGSAI Magetan bersama Ketua DPC Blitar dan Ketua DPC Madiun menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi dengan menambah anggota aktif di wilayah masing-masing.
Dalam pertemuan dan koordinasi antar pengurus tersebut, para ketua DPC menegaskan bahwa saat ini sekitar 50 anggota aktif telah bergabung dan siap bergerak bersama menjalankan program organisasi demi kepentingan masyarakat.
Ketua DPC menyampaikan bahwa kekuatan organisasi bukan hanya pada jumlah anggota, namun juga pada kekompakan, loyalitas, serta semangat untuk maju bersama membangun solidaritas dan pengabdian kepada masyarakat.
“Walaupun saat ini sudah ada sekitar 50 anggota aktif, kami akan terus membuka ruang bagi masyarakat yang ingin bergabung dan berjuang bersama LKGSAI. Semangat kami adalah maju bersama, solid bersama, dan hadir untuk masyarakat,” ujar salah satu pengurus DPC.
LKGSAI di berbagai daerah juga terus melakukan konsolidasi internal, perekrutan anggota baru, serta memperkuat program sosial, UMKM, investigasi sosial, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Dengan adanya sinergi antara DPC Magetan, Blitar, dan Madiun, diharapkan organisasi semakin berkembang dan mampu menjadi wadah perjuangan masyarakat yang solid, aktif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
APEL GELAR PASUKAN OPERASI PEMBERANTASAN PENYELUNDUPAN DI WILAYAH KABUPATEN NUNUKAN
Nunukan, 28 April 2026 — Kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan di wilayah Kabupaten Nunukan berlangsung di depan Kantor Pelabuhan Lanal Nunukan. Kegiatan ini dimonitor langsung oleh LKGSAI Nunukan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pengawasan wilayah perbatasan.
Apel gelar pasukan tersebut dihadiri oleh Bupati Nunukan, Danlanud Anang Busra, Danlanal Nunukan, jajaran Forkopimda Kabupaten Nunukan, para kepala instansi vertikal di Kabupaten Nunukan, serta seluruh peserta apel dari berbagai unsur aparat dan instansi terkait.
Dalam amanat yang disampaikan narasumber dari Bea Cukai Nunukan, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi tantangan nyata di wilayah perbatasan, khususnya ancaman penyelundupan yang masih kerap terjadi di Kabupaten Nunukan sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.
Disampaikan pula bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan. Tidak ada satu instansi pun yang mampu bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas permasalahan penyelundupan. Oleh karena itu, kolaborasi antara Bea Cukai, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0911/Nunukan, Polres Nunukan, Satgas Pamtas, serta instansi terkait lainnya harus terus diperkuat dan ditingkatkan.
Selain itu, seluruh unsur diminta memastikan koordinasi berjalan efektif, pertukaran informasi berlangsung cepat dan akurat, serta pelaksanaan tugas di lapangan dilakukan secara terpadu dan profesional.
Penyelundupan dinilai bukan hanya pelanggaran hukum semata, tetapi juga memiliki dampak besar bagi negara. Praktik tersebut dapat merugikan keuangan negara melalui hilangnya potensi penerimaan, merusak stabilitas ekonomi, hingga membuka peluang masuknya barang-barang ilegal yang membahayakan masyarakat seperti elektronik dan gadget ilegal, pakaian dan tekstil, barang konsumsi dan minuman, rokok dan produk tembakau, obat-obatan serta kosmetik, sparepart dan kendaraan bermotor, hingga berbagai barang lain yang tidak sesuai ketentuan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penyelundupan juga dapat melemahkan kedaulatan negara dan menciptakan celah bagi berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang lebih besar.
Sejalan dengan program prioritas Pemerintah Republik Indonesia, Presiden memberikan perhatian besar terhadap pengamanan wilayah perbatasan, termasuk di Kalimantan Utara. Penguatan pengawasan, peningkatan infrastruktur keamanan, serta optimalisasi peran aparat di lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah perbatasan dari berbagai ancaman, termasuk penyelundupan.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat, baik Bea Cukai, TNI, Polri maupun instansi lainnya harus aktif dan konsisten melakukan penindakan terhadap segala bentuk kegiatan penyelundupan, khususnya yang melalui Kabupaten Nunukan. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku penyelundupan, dan setiap pelanggaran harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Namun demikian, seluruh aparat tetap diminta menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dan proporsional dalam pelaksanaan tugas.
Menutup amanatnya, narasumber mengajak seluruh peserta apel untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Seluruh aparat diminta meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap setiap potensi ancaman yang ada serta menjadikan sinergi sebagai kekuatan utama, integritas sebagai landasan, dan keberanian sebagai semangat dalam menegakkan hukum di wilayah perbatasan.
“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras kita bersama,” tegasnya.
Kegiatan apel berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antarinstansi dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan.
Apel Gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan Digelar di Nunukan
Nunukan — Kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan digelar di depan Kantor Pelabuhan Lanal Nunukan pada tanggal 28 April 2026. Kegiatan ini dimonitor langsung oleh jajaran LKGSAI Nunukan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia.
Apel gelar pasukan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan instansi terkait, di antaranya Bupati Nunukan, Danlanud Anang Busra, Danlanal Nunukan, Forkopimda Kabupaten Nunukan, kepala instansi vertikal, serta seluruh peserta apel yang terlibat dalam operasi pemberantasan penyelundupan di wilayah Kabupaten Nunukan.
Dalam amanat yang disampaikan oleh narasumber dari Bea Cukai Nunukan, ditegaskan bahwa kegiatan apel gelar pasukan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi tantangan nyata di wilayah perbatasan, khususnya ancaman penyelundupan yang masih kerap terjadi di Kabupaten Nunukan sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.
Disampaikan pula bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan. Tidak ada satu instansi pun yang mampu bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas permasalahan penyelundupan. Oleh karena itu, kolaborasi antara Bea Cukai, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0911 Nunukan, Polres Nunukan, Satgas Pamtas, serta instansi terkait lainnya harus terus diperkuat dan ditingkatkan.
Selain itu, koordinasi antarinstansi harus berjalan efektif dengan pertukaran informasi yang cepat dan akurat, serta pelaksanaan tugas lapangan dilakukan secara terpadu dan profesional. Penyelundupan dinilai bukan hanya sebagai pelanggaran hukum semata, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap negara, mulai dari kerugian keuangan negara akibat hilangnya potensi penerimaan, gangguan stabilitas ekonomi, hingga masuknya barang-barang ilegal yang membahayakan masyarakat.
Adapun barang-barang yang sering menjadi objek penyelundupan meliputi elektronik dan gadget, pakaian dan tekstil, barang konsumsi dan minuman, rokok dan produk tembakau, obat-obatan dan kosmetik, sparepart serta kendaraan bermotor, hingga berbagai barang lainnya yang tidak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa pemerintah Republik Indonesia melalui program prioritas Presiden memberikan perhatian besar terhadap pengamanan wilayah perbatasan, termasuk di Kalimantan Utara. Penguatan pengawasan, peningkatan infrastruktur keamanan, dan optimalisasi peran aparat di lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah perbatasan dari berbagai ancaman, termasuk penyelundupan.
Seluruh unsur yang terlibat, baik Bea Cukai, TNI, Polri maupun instansi lainnya diminta untuk aktif dan konsisten melakukan penindakan terhadap segala bentuk kegiatan penyelundupan, khususnya yang melalui wilayah Kabupaten Nunukan. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku penyelundupan, dan setiap pelanggaran harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Namun demikian, dalam pelaksanaan tugas seluruh aparat tetap diminta menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dan proporsional.
Menutup amanatnya, pihak Bea Cukai Nunukan mengajak seluruh peserta apel untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Seluruh personel diminta meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap potensi ancaman yang ada, serta menjadikan sinergi sebagai kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan.
“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras kita bersama,” tegas narasumber Bea Cukai Nunukan dalam amanatnya.
Penulis: Sitti Samriyani LKGSAI Nunukan, Kalimantan Utara
LKGSAI TURUNKAN TIM KEDUA UNTUK INVESTIGASI DUGAAN PUNGLI DI BARONG SAWAHAN
Jombang — Lambatnya penanganan dugaan pungutan liar (pungli) di wilayah Barong Sawahan, Kabupaten Jombang, memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Warga berharap aparat dan instansi terkait dapat bertindak lebih cepat, transparan, dan terbuka agar persoalan tersebut segera mendapatkan kepastian hukum.
Menanggapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) kembali menunjukkan keseriusannya dengan menurunkan tim investigasi kedua ke lapangan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mengawal laporan masyarakat terkait dugaan praktik pungli yang dinilai meresahkan warga.
Menurut informasi yang berkembang, proses penanganan kasus tersebut masih berjalan dan diduga terkendala oleh sejumlah tahapan, mulai dari pengumpulan bukti dan keterangan, pemeriksaan administrasi, menunggu hasil audit atau klarifikasi, hingga koordinasi antar instansi terkait.
Tim investigasi kedua LKGSAI diterjunkan untuk melakukan pendalaman data, mengumpulkan informasi tambahan, serta meminta keterangan dari sejumlah pihak guna memastikan laporan masyarakat benar-benar mendapatkan perhatian serius.
“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat yang mempertanyakan lambatnya proses penanganan dugaan pungli ini. Karena itu, tim kedua kami turunkan agar investigasi berjalan maksimal dan masyarakat mendapat kepastian,” ujar salah satu perwakilan LKGSAI saat berada di lokasi.
LKGSAI menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kejelasan hukum dan tindakan nyata dari pihak berwenang. Organisasi juga mengimbau seluruh pihak agar tetap menghormati proses hukum dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Dengan turunnya tim kedua ini, masyarakat berharap penanganan dugaan pungli di Barong Sawahan dapat segera menemukan titik terang serta memberikan rasa keadilan dan kepastian bagi warga.
Jombang — Tim Investigasi Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) melakukan koordinasi di Pos Jombang terkait administrasi dan surat-menyurat guna memperlancar proses tindak lanjut di lapangan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan tim dalam menjalankan tugas investigasi secara tertib, profesional, dan sesuai prosedur.
Dalam kegiatan itu, tim melakukan pembahasan terkait kelengkapan administrasi, pendataan, serta penyusunan dokumen yang diperlukan agar proses koordinasi dengan pihak-pihak terkait dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Perwakilan Tim Investigasi LKGSAI menyampaikan bahwa kelancaran administrasi menjadi bagian penting dalam mendukung kerja organisasi di lapangan. Dengan administrasi yang tertata, proses pelaporan dan koordinasi dapat berjalan lebih maksimal.
“Tim terus bergerak untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik. Administrasi yang tertib akan membantu mempercepat tindak lanjut serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.
LKGSAI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kerja nyata, pengawasan sosial, serta sinergi bersama berbagai pihak demi terciptanya pelayanan yang lebih baik dan transparan.
“Bergerak bersama, bekerja nyata untuk masyarakat.” LKGSAI — Apa Bisa Tahan.
LKGSAI Nunukan Monitoring Embung Bolong, Debit Air Menyusut Akibat Kemarau Panjang
Nunukan, 26 April 2026 – Lembaga Kontrol Gerakan Sosial Aliansi Indonesia (LKGSAI) Kabupaten Nunukan melakukan monitoring langsung di lokasi Embung Bolong, Kampung Tator, terkait kondisi terkini sumber air baku yang mengalami penyusutan signifikan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kondisi embung saat ini mengalami penurunan debit air akibat musim kemarau yang cukup panjang. Embung Bolong yang selama ini menjadi salah satu sumber utama kebutuhan air bersih masyarakat kini mulai menunjukkan penurunan kapasitas yang cukup mengkhawatirkan.
Kepala Direktur PDAM Nunukan menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, embung ini mampu menampung hingga sekitar 150.000 meter kubik air, namun saat ini volume air jauh di bawah kapasitas tersebut. Bahkan, debit air yang masuk dari hulu hanya berkisar 25 hingga 30 liter per detik, jauh dari kondisi ideal.
“Embung ini sangat bergantung pada curah hujan. Saat musim kemarau seperti sekarang, debit air menurun drastis sehingga daya tampung tidak maksimal. Kami sangat mengharapkan adanya curah hujan untuk menambah volume air di embung,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, masyarakat mulai bergantung pada distribusi air dari PDAM Nunukan untuk memenuhi kebutuhan harian. Namun, dengan menurunnya debit air baku, hal ini juga berpotensi mempengaruhi kelancaran distribusi air kepada pelanggan.
PDAM Nunukan pun menghimbau kepada seluruh pelanggan agar menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kebutuhan prioritas selama musim kemarau berlangsung.
Lebih lanjut, pihak PDAM juga mengungkapkan bahwa permasalahan ini bukan hanya terjadi tahun ini, melainkan hampir setiap musim kemarau. Hasil survei di wilayah hulu menunjukkan bahwa kapasitas debit air memang terbatas dan menjadi kendala utama dalam menjaga kestabilan volume embung.
Selain faktor alam, terdapat pula kendala administratif, khususnya dalam proses perizinan pengurukan embung yang hingga saat ini masih berjalan. Padahal, langkah pengurukan tersebut dinilai penting sebagai solusi jangka pendek untuk meningkatkan daya tampung air.
“Embung Bolong ini merupakan salah satu embung terbesar di Nunukan. Untuk jangka pendek, pengurukan menjadi solusi agar volume tampungan bisa bertambah dan membantu mengatasi dampak kemarau yang terus terjadi setiap tahun,” tambahnya.
Dengan kondisi saat ini, semua pihak diharapkan dapat bersama-sama memikirkan solusi terbaik, baik dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, guna menjaga keberlangsungan sumber air bersih bagi masyarakat.
LKGSAI Jatim Datangi BPN Kabupaten Kediri, Soroti Dugaan Tumpang Tindih Surat Tanah di Pare Tulungrejo
Kediri – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) melakukan kunjungan langsung ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri, guna menindaklanjuti adanya dugaan tumpang tindih surat tanah di wilayah Pare, tepatnya Desa Tulungrejo.
Kedatangan tim LKGSAI tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang diduga terdampak akibat permasalahan administrasi pertanahan yang berpotensi merugikan hak kepemilikan warga.
Perwakilan DPD LKGSAI Jawa Timur menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya ketidaksesuaian data kepemilikan lahan, yang mengarah pada dugaan terjadinya penerbitan surat tanah ganda pada objek yang sama.
“Kami turun langsung ke BPN Kabupaten Kediri untuk melakukan klarifikasi dan memastikan proses administrasi berjalan sesuai aturan. Ini penting agar tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar salah satu pengurus DPD LKGSAI Jatim di lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, tim LKGSAI juga berupaya mengumpulkan data dan keterangan dari pihak terkait guna memperjelas duduk perkara. LKGSAI menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas serta mendorong adanya transparansi dalam proses penyelesaian.
Pihak LKGSAI berharap, BPN Kabupaten Kediri dapat segera melakukan penelusuran dan verifikasi secara menyeluruh terhadap dokumen yang menjadi objek sengketa, sehingga kejelasan hukum atas kepemilikan tanah dapat segera terwujud.
Selain itu, LKGSAI juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dalam proses pengurusan dokumen pertanahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kejanggalan.
“Kami hadir sebagai mitra masyarakat untuk memastikan keadilan dan kepastian hukum benar-benar dirasakan oleh semua pihak,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPN Kabupaten Kediri masih dalam tahap pendalaman dan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan awal.
Bukti Nyata LKGSAI Bangun UMKM, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Jambi – Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun dan memberdayakan masyarakat melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini terlihat dari kegiatan yang berlangsung di Kantor Pimpinan Daerah Provinsi Jambi, yang melibatkan para pelaku UMKM, khususnya kaum ibu sebagai penggerak ekonomi keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tampak antusias mengikuti pembinaan, pelatihan, serta penguatan kapasitas usaha. LKGSAI hadir tidak hanya sebagai organisasi sosial, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua dan jajaran pengurus LKGSAI menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari langkah nyata dalam menciptakan ekonomi mandiri. Melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga akses pemasaran, diharapkan para pelaku UMKM mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bukti nyata bahwa LKGSAI hadir untuk rakyat. Kami ingin UMKM benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” tegas salah satu perwakilan pengurus.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas dan semangat kebersamaan antar anggota dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, LKGSAI optimis mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat, jujur, dan berkelanjutan.
Ke depan, LKGSAI berkomitmen untuk terus memperluas program pemberdayaan ini ke berbagai daerah di Indonesia, sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bersama LKGSAI, UMKM Kuat – Masyarakat Sehat – Indonesia Hebat.”
Pengurus DPC LKGSAI PRABUMULIH Turun Langsung ke Lapangan Lakukan Investigasi
Sumatera Selatan – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Kota Prabumulih Sumatera Selatan, melaksanakan kegiatan investigasi langsung di lapangan sebagai bentuk komitmen dalam mengawal kepentingan masyarakat.
Kegiatan ini dilakukan dengan turun langsung ke lokasi guna melakukan investigasi, monitoring, serta pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi berdampak pada masyarakat. Tim LKGSAI terlihat melakukan pengecekan di lapangan dengan penuh keseriusan dan profesionalisme.
Ketua DPC LKGSAI Prabumulih⁰ menyampaikan bahwa kehadiran mereka di lapangan merupakan bagian dari tugas lembaga sebagai kontrol sosial yang aktif dan bertanggung jawab.
“Kami hadir untuk mengungkap fakta secara objektif, memastikan transparansi, serta memperjuangkan keadilan bagi masyarakat. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan koordinasi internal serta pengumpulan data dan informasi sebagai bahan analisis lanjutan. LKGSAI menegaskan bahwa setiap langkah yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip hukum, independensi, dan integritas.
Adapun fokus utama kegiatan ini meliputi:
Mengungkap fakta di lapangan secara objektif
Monitoring kegiatan yang berdampak pada masyarakat
Pengawasan terhadap kebijakan dan program publik
Advokasi untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat
LKGSAI DPC Prabumulih uga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran atau ketidakadilan di lingkungan sekitar.
Dengan semangat “Bersama Rakyat, Mengawal Keadilan dan Kebenaran,” LKGSAI terus berkomitmen menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus garda terdepan dalam menjaga kepentingan masyarakat luas.
Penulis: Tim Media LKGSAI Wilayah: DPC PRABUMULIH– Sumatera Selatan
LKGSAI Nunukan Bersama Polri Sukseskan Program Tanam Jagung Serentak untuk Nunukan Mandiri Pangan
Nunukan, Kalimantan Utara – Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Kabupaten Nunukan bersama jajaran Polri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan tanam jagung serentak.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan sinergi antara LKGSAI, Polres Nunukan, serta jajaran Polsek Nunukan yang secara aktif terlibat dalam setiap tahapan, mulai dari penanaman hingga distribusi hasil panen.
Bertempat di halaman Polsek Nunukan, terlihat anggota kepolisian bersama tim lapangan tengah melakukan persiapan dan pendistribusian hasil panen jagung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata dalam mewujudkan Nunukan mandiri pangan.
Program tanam jagung serentak ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi jagung sebagai stok pangan daerah, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk:
Mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan
Menekan inflasi harga bahan pokok
Memberdayakan petani lokal
Membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat
Dalam pelaksanaannya, Polri melalui Bhabinkamtibmas turut mendampingi para petani, mulai dari proses tanam, perawatan, hingga panen. Hasil panen kemudian diserap dan didistribusikan ke Bulog guna menjaga kestabilan harga di pasaran.
Sinergi antara LKGSAI dan Polri ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga hadir sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.
Perwakilan LKGSAI Nunukan menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang ke seluruh wilayah di Kabupaten Nunukan.
“Mari kita sukseskan program tanam jagung serentak demi mewujudkan Nunukan mandiri pangan,” menjadi seruan bersama dalam mendukung Indonesia yang lebih kuat dan mandiri di sektor pangan.
Penulis: Sitti Samri Yani Media: LKGSAI Nunukan, Kalimantan Utara