Aparat Penegak Hukum Diminta Ungkap Ruko Tempat Penyimpanan Diduga Oli Palsu Dengan Berbagai Merek
Aparat Penegak Hukum Diminta Ungkap Ruko Tempat Penyimpanan Diduga Oli Palsu Dengan Berbagai Merek
Ruko tempat penyimpanan diduga oli palsu dengan berbagai merek ini masih beroperasi, ( 2/07/2025 ).
Mengawal dari pemberitaan sebelumnya, tim investigasi KGS,AI, tentang penemuan diduga ruko yang terletak tepat disamping lapas kelas IIB Kabupaten Bungo dijadikan tempat penyimpanan oli palsu dengan berbagai merek, dan berdasarkan laporan masyarakat setempat, ternyata masih beroperasi.
Hari Senin (30/06/2025) Saat tim investigasi KGS,AI, mendapatkan laporan dari masyarakat setempat bahwa ada satu unit mobil minibus warna silver sedang parkir tepat didepan ruko.
Dan saat tim turun ternyata benar ada satu unit mobil minibus warna silver sedang melakukan bongkar muat, saat tim berusaha masuk dan menanyakan kepada salah satu karyawannya, dia bilang lagi muat bearing onderdil motor, dan saat ditanya ini gudang apa oleh tim, si karyawan jawab onderdil motor dan oli dengan berbagai merek,! ditanya lagi milik siapa, si karyawan jawab punya jones, ucapnya”
Dikutip dari pemberitaan media lain sebelumnya juga ternyata, ! Mantan admin keuangan toko oli palsu ini menceritakan kepada awk media bahwa gudang oli palsu ini bernama toko jcm.dimana bisnis ilegal mulai jalani oleh owner-nya sudah berlangsung dari tahun 2022 hingga saat ini di kabupaten Bungo.
Kalau gudang ini di Bungo tapi kalau wilayah penjualan sampai Tebo, Sarolangun,dan Bangko,dulu gudang di sungai Binjai,kalau sekarang di sebelah lapas bungo.ujar Desy
Desy menyebutkan bahwa pemilik gudang penjualan oli palsu tersebut ada dua org,yakni jones dan chandra.oli palsu untuk mobil dan sepeda motor ini di jual dengan berbagai merek dan bermacam harga di pasaran
Oli ini di jual dengan harga yang jauh lebih murah dari pada harga resmi asli di website resminya.ini lah yg membuat toko tergoda untuk membeli tanpa mengetahui oli tersebut palsu dan bisa berdampak buruk pada kendaraan.jelasnya
Desy juga buka suara tentang sumber oli palsu tersebut di pasok,yakni dari sebuah perusahaan di Jakarta dengan nama Grakindo Nusantara.dimana nama perusahaan ini tidak di temukan legalitas nya saat di cari
Kalau oli ini asli.tentunya di order di pabrik atau distributor nya masing-masing.ini malah ordernya suatu perusahaan ini juga tidak di temukan saat di cari di Google dan daftr perusahaan…ujarnya.
Dengan keterangan terdakwa ini, sewajarnya pihak terkait Aparat Penegak Hukum mengusut hal ini karna sudah jelas berdasarkan keterangan itu pemilik atau ownernya jika terbukti melanggar hukum haruslah ditindak. (Tim)
