Rabat Beton Asal-Asalan di Bumi Merapi Pilihannya Cuma, Bongkar dan Bangun Lagi atau Proses Hukum

Way Kanan, -Terkait Gagalnya pembangunan Proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton sepanjang 2,5 X 86 meter yang dikerjakan TPPKK . Pemerintah Kabupaten Way Kanan Kampung BUMI MERAPI Kecamatan Baradatu, Konstruksi dan dinilai asal-asalan alias asal jadi sangat disayangkan oleh Tim awak media (Kamis (03/07/2025).
Buruknya penilaian atas hasil kerja TPPKK di Kampung BUMI MERAPI Kecamatan Baradatu Kabupaten Way kanan hampir dipastikan tak sesuai spesifikasi.
“Saya amat yakin itu. Tidak sesuai spesifikasi. Tak ikut gambar yang disediakan penyedia. Ditambah pengawasan yang bobrok!” kata Rojali yang juga selaku kontrol sosial pegiat anti korupsi ini.
Dia menyatakan siapapun yang terlibat dan bertanggungjawab melakukan evaluasi menyeluruh. Dan tak banyak pilihan, bongkar dan bangun baru lagi sesuai spesifikasi. Kalau tidak proses hukum.

“Rojali dan tim akan mengawal secara serius kasus ini. Nanti berulang sementara negara sedang tidak baik-baik saja,” kata Rojali.
Rojali menambahkan, semestinya tahapan pelaksanaan pekerjaan diawali dengan melakukan striping dan pembersihan lokasi pada permukaan tanah. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemasangan Agrrgate A setebal lebih kurang 15 cm -20 cm yang berada di bawah lapisan Rabat beton.
Soal patahan atau retakan Rabat beton bisa juga disebabkan material yang digunakan tidak sesuai standar Nasional Indonesia (SNI) atau memiliki Mutu beton tidak sesuai.
“Dan ini perlu dilakukan Uji Mutu Beton,” kata Rojali
Agar negara dan masyarakat tidak dirugikan, ROJALI berharap kepada para pihak kiranya, pembangunan rabat beton yang nyaris menyentuh 74.497.000, itu, pelaksana pekerjaan untuk melakukan pembongkaran dan dilakukan pemasangan rabat beton baru.
“Dalam masalah ini, selain pekerja, PPK, pengawas Internal dan konsultan pengawas ikut bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut,” pungkas Rojali.#Rojali/Rls

