Ketua Umum LKGSAI Hadiri Undangan Pengusaha Truk Sanjaya di Kediri, Semarak HUT RI Dimeriahkan Kesenian Jaranan
KEDIRI — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di wilayah Pare, Kabupaten Kediri. Suasana semakin semarak dengan digelarnya hiburan rakyat berupa kesenian tradisional jaranan yang dihadiri masyarakat dan berbagai unsur.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Edi Munadi bersama sejumlah anggota LKGSAI menghadiri undangan dari pengusaha truk, Bapak Sanjaya, dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan antara masyarakat, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta aparat keamanan.
Hiburan kesenian jaranan mendapat antusiasme dari masyarakat. Warga dapat menikmati pertunjukan seni tradisional dalam suasana yang aman dan tertib.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir unsur TNI dan Kepolisian yang ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Kehadiran aparat diharapkan dapat memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan rakyat dengan nyaman.
Ketua Umum LKGSAI Edi Munadi menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang melibatkan masyarakat tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan semangat nasionalisme.
“Acara seperti ini perlu kita tingkatkan agar ke depan semakin meriah. Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan seperti ini juga dapat mempererat persatuan dan rasa kebersamaan dalam menjaga NKRI,” ujar Edi Munadi.
Sementara itu, Sanjaya selaku pengusaha yang menggelar kegiatan tersebut mengatakan bahwa hiburan rakyat sengaja diadakan untuk memberikan ruang bagi masyarakat menikmati kesenian tradisional sekaligus memperingati momentum kemerdekaan.
“Hiburan ini untuk masyarakat. Mudah-mudahan masyarakat semakin maju dan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dengan lebih baik,” kata Sanjaya.
Menurutnya, pelestarian kesenian tradisional seperti jaranan juga penting agar budaya lokal tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan pertunjukan jaranan hingga acara selesai.
Kehadiran LKGSAI dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan positif di tengah masyarakat, khususnya kegiatan yang mampu menggabungkan hiburan rakyat, pelestarian budaya, silaturahmi, serta semangat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Salam Merdeka!
NKRI Harga Mati.
