DPC LKGSAI KABUPATEN Magetan TURUN LANGSUNG KAWAL KASUS KORUPSI DANA HIBAH POKIR DPRD
DPC LKGSAI KABUPATEN Magetan TURUN LANGSUNG KAWAL KASUS KORUPSI DANA HIBAH POKIR DPRD
Magetan – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Kabupaten Magetan menunjukkan gebrakan awal dengan ikut serta dalam pemantauan dan pengawalan kasus dugaan korupsi dana hibah pokok pikiran (pokir) DPRD yang saat ini tengah menjadi sorotan publik.
Kasus yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Magetan ini telah menetapkan enam tersangka, termasuk Ketua DPRD Magetan, Suratno. Selain itu, turut terseret dua anggota DPRD berinisial JML dan JMT, serta tiga tenaga pendamping dewan berinisial AN, TH, dan ST.
Berdasarkan hasil penyidikan, dugaan korupsi terjadi dalam pengelolaan dana hibah pokir periode 2020–2024 yang bersumber dari APBD. Total anggaran mencapai Rp335,8 miliar dengan realisasi Rp242,9 miliar. Dalam praktiknya, para tersangka diduga mengendalikan proses dari awal hingga pencairan dana.
Modus yang terungkap meliputi manipulasi administrasi, pengondisian proposal dan laporan pertanggungjawaban (LPJ), pemotongan dana hibah, hingga kegiatan fiktif yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Saat ini, keenam tersangka telah ditahan di Rutan Kelas IIB Magetan selama 20 hari, terhitung sejak 23 April hingga 12 Mei 2026. Pihak kejaksaan menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berkembang dan membuka kemungkinan adanya tersangka baru.
Ketua DPC LKGSAI Kabupaten Magetan menegaskan bahwa kehadiran LKGSAI dalam pengawalan kasus ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di daerah.
“Ini adalah langkah awal kami. LKGSAI hadir untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Kami akan terus mengawal sampai tuntas,” tegasnya.
LKGSAI juga mengajak masyarakat untuk ikut aktif mengawasi jalannya proses hukum serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan di lingkungan sekitar.
Dengan keterlibatan berbagai elemen, diharapkan kasus ini dapat diusut secara menyeluruh dan menjadi efek jera bagi pelaku korupsi, khususnya dalam pengelolaan anggaran publik.
