Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Kediri, Pengusaha Sanjaya Satukan Unsur Pemerintahan, TNI-Polri, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan LKGSAI dalam Pesta Kebersamaan Dimeriahkan Kesenian Kuda Lumping
KEDIRI — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana penuh kebersamaan dan semangat nasionalisme mewarnai kegiatan yang digelar oleh pengusaha Kabupaten Kediri, Bapak Sanjaya. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergitas antara berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kediri.
Dalam kegiatan tersebut, Bapak Sanjaya secara langsung mengundang berbagai unsur penting, mulai dari Kapolres Kabupaten Kediri, Kapolres Kota Kediri, Kapolsek se-Kabupaten Kediri, Dandim, Danramil, Edi Songkel selaku perwakilan Bupati, para kepala desa, tokoh masyarakat, hingga jajaran Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI).
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Pertemuan antara unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pengusaha dan organisasi masyarakat tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para tamu undangan dapat saling berkomunikasi serta memperkuat hubungan yang selama ini telah terjalin.
Bapak Sanjaya selaku pengusaha yang menggelar kegiatan tersebut menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus terus diwariskan kepada generasi penerus melalui berbagai kegiatan positif yang mampu membangun rasa persatuan dan kepedulian terhadap sesama.
“Peringatan kemerdekaan ini bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan dan membangun kebersamaan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan persatuan,” ujar Sanjaya dalam kesempatan tersebut.
Selain dihadiri para pejabat dan tokoh masyarakat, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari masyarakat sekitar. Antusiasme masyarakat semakin terlihat ketika acara dimeriahkan dengan kesenian tradisional kuda lumping.
Kesenian kuda lumping menjadi salah satu hiburan rakyat yang mampu menciptakan suasana semakin meriah. Masyarakat dapat menikmati pertunjukan seni tradisional sekaligus merasakan semangat perayaan kemerdekaan dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan.
Hiburan kesenian tradisional tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Di tengah perkembangan zaman, kesenian tradisional seperti kuda lumping dinilai tetap penting untuk dipertahankan dan dikenalkan kepada generasi muda.
Kehadiran jajaran LKGSAI dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari semangat membangun sinergitas dengan berbagai elemen masyarakat. LKGSAI menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar oleh Bapak Sanjaya karena mampu mempertemukan berbagai unsur dalam satu kegiatan kebersamaan.
Perwakilan LKGSAI menyampaikan bahwa organisasi masyarakat memiliki peran dalam menjaga komunikasi dengan pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat serta elemen masyarakat lainnya. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui koordinasi dan pendekatan yang mengedepankan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan bersama. Karena itu, semangat persatuan, gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dijaga.
“LKGSAI sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kita berharap kebersamaan antara pemerintah, TNI-Polri, kepala desa, tokoh masyarakat, pengusaha dan organisasi masyarakat terus terjalin. Dengan sinergitas yang kuat, kita bisa bersama-sama menjaga kondusivitas dan keutuhan NKRI,” ungkap perwakilan LKGSAI.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para tamu undangan untuk berdiskusi secara informal mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi masyarakat. Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat sekaligus menjadi bentuk kedekatan dan komunikasi untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Kediri ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata. Semangat kebersamaan yang telah dibangun diharapkan dapat terus dilanjutkan melalui berbagai kegiatan sosial, budaya dan kemasyarakatan.
Bagi masyarakat, perayaan kemerdekaan dengan menghadirkan kesenian rakyat juga menjadi hiburan yang memiliki nilai kebersamaan. Masyarakat dapat berkumpul, bersilaturahmi dan menikmati pertunjukan budaya dalam suasana yang aman dan nyaman.
Kegiatan yang digelar Bapak Sanjaya tersebut pada akhirnya menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pengusaha, organisasi masyarakat dan masyarakat umum memiliki peran masing-masing dalam menjaga persatuan serta membangun daerah.
Dengan semangat “Kemerdekaan, Persatuan dan Gotong Royong”, peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Kediri diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat persaudaraan dan menjaga Kabupaten Kediri tetap aman, damai, serta kondusif.
Kemeriahan acara yang ditutup dengan hiburan kesenian kuda lumping pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suasana perayaan. Semangat kebangsaan, budaya lokal dan kebersamaan masyarakat berpadu dalam satu kegiatan untuk memperingati 81 tahun perjalanan Kemerdekaan Republik Indonesia.
