LKGSAI Perkuat Jaringan Nasional di 30 DPD dan 327 DPC, Ketum Edi Munadi Tegaskan Komitmen Perjuangan Rakyat
JAKARTA — Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) terus memperkuat konsolidasi dan jaringan organisasi di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, LKGSAI mencatat telah terbentuk 30 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 327 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tersebar di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota.
Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, S.Ag., menegaskan bahwa pertumbuhan struktur organisasi tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia, kedisiplinan organisasi, serta evaluasi terhadap setiap program yang telah dijalankan di lapangan.
Menurut Edi, semakin luas jaringan organisasi, semakin besar pula tanggung jawab seluruh jajaran pengurus untuk menjaga marwah LKGSAI. Karena itu, evaluasi internal akan terus dilakukan untuk melihat program mana yang perlu diperbaiki, dikembangkan, maupun dilanjutkan karena dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bukan Wadah Kepentingan Pribadi
Edi Munadi menegaskan bahwa LKGSAI bukan organisasi yang dibangun untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Seluruh pengurus dan anggota diharapkan memahami bahwa keberadaan organisasi harus diarahkan untuk pengabdian dan perjuangan bersama masyarakat.
“Jangan pernah menggunakan nama dan marwah organisasi untuk kepentingan pribadi. LKGSAI adalah alat perjuangan dan pengabdian. Kita harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pendampingan dan ketika ada persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat,” tegas Edi.
Perkuat Konsolidasi dan Kontrol Sosial
Dengan terbentuknya ratusan DPC, LKGSAI mendorong seluruh jajaran di daerah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara DPP, DPD, hingga DPC.
Pergerakan organisasi diarahkan pada penguatan fungsi kontrol sosial, pendampingan masyarakat, pengawasan terhadap persoalan publik, serta pengawalan berbagai isu yang berkaitan dengan agraria, legalitas, aset rakyat, pelayanan publik, dan keadilan sosial.
Edi meminta seluruh jajaran tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menunjukkan kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kita tidak ingin organisasi hanya terlihat namanya. Harus ada pergerakan, harus ada program, dan harus ada manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Didukung Jaringan Media Online
Dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyampaian informasi kepada publik, LKGSAI juga menyebut adanya dukungan jaringan 120 CEO media online yang menjadi bagian dari ekosistem informasi organisasi.
Jaringan tersebut diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi mengenai berbagai kegiatan sosial, hasil pemantauan di lapangan, aspirasi masyarakat, serta pengawalan terhadap kebijakan publik secara terbuka dan bertanggung jawab.
Edi menekankan pentingnya setiap informasi yang disampaikan kepada publik tetap mengedepankan fakta, verifikasi, dan prinsip keberimbangan.
Bersama BPAR Kawal Aset Rakyat
Selain LKGSAI, Badan Peneliti Aset Rakyat (BPAR) juga diarahkan untuk terus berperan dalam melakukan kajian dan penelusuran terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan aset rakyat serta kepentingan masyarakat.
“Kita akan terus berdiri bersama rakyat. LKGSAI dan BPAR akan melakukan evaluasi. Mana yang perlu diubah kita perbaiki, mana yang sudah baik kita lanjutkan dan kita tingkatkan. Yang paling penting adalah seluruh jajaran bergerak bersama untuk kepentingan masyarakat dan keadilan di seluruh Indonesia,” kata Edi.
Dengan semakin luasnya struktur organisasi dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota, LKGSAI menargetkan konsolidasi internal terus diperkuat. Setiap DPD dan DPC diharapkan mampu menyusun program kerja yang realistis, membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, serta menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas organisasi.
Bagi LKGSAI, bertambahnya jumlah struktur bukan sekadar persoalan angka. Pertumbuhan tersebut harus menjadi energi baru untuk memperkuat pengabdian, menjaga kepentingan masyarakat, dan mendorong terciptanya tata kelola publik yang semakin transparan dan berkeadilan.
rudianto penulis berita
