Ketua Umum LKGSAI Edi Munadi Prihatin atas Kasus Korupsi oleh Politisi muda
Ketua Umum LKGSAI Edi Munadi Prihatin atas Kasus Korupsi oleh Politisi Muda: “Ini Cermin Buram Generasi Muda”
Jakarta, 13 Juli 2025 — Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Edi Munadi, menyatakan keprihatinan mendalam atas terungkapnya kasus korupsi yang melibatkan politisi muda Nur Afifah Balqis, yang kini menyandang predikat sebagai koruptor termuda di Indonesia.
Nur Afifah Balqis, politisi muda Partai Demokrat asal Balikpapan, dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan serta denda sebesar Rp300 juta setelah dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi bersama mantan Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud.
Edi Munadi menilai, kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh generasi muda dan partai politik agar tidak melibatkan kader muda dalam pusaran kekuasaan tanpa pembekalan moral dan integritas yang kuat.
“Saya sangat prihatin. Ini bukan hanya soal usia pelaku yang masih muda, tapi ini mencerminkan rusaknya sistem kaderisasi dan lemahnya pendidikan moral dalam dunia politik kita,” ujar Edi Munadi di Jakarta, Minggu (13/7).
Menurutnya, tindakan Nur Afifah Balqis tidak hanya mencoreng nama baik generasi muda Indonesia, tetapi juga mencederai harapan rakyat terhadap masa depan bangsa yang bersih dari praktik korupsi.
LKGSAI, lanjut Edi, mendorong agar lembaga-lembaga penegak hukum terus bekerja secara tegas dan transparan tanpa pandang bulu, serta mengawal proses pembinaan bagi generasi muda yang hendak terjun ke dunia politik dan pemerintahan.
“Kami di LKGSAI mengingatkan bahwa perjuangan melawan korupsi harus dimulai dari pendidikan karakter sejak dini. Anak muda seharusnya menjadi agen perubahan, bukan justru menjadi pelaku korupsi,” tegasnya.
Edi juga menyampaikan bahwa lembaganya akan terus mengawal dan menyuarakan aspirasi masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang bersih, adil, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
LKGSAI menyerukan seluruh elemen bangsa, khususnya partai politik, untuk lebih bertanggung jawab dalam membina dan mengawasi kadernya, agar tragedi moral seperti ini tidak kembali terulang di masa depan.
tim lkgsai
