Wonorejo – Di sela-sela berlangsungnya ajang Lomba Catur di Desa Wonorejo, Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, bersama Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bapak Hakim, terlihat menggelar obrolan santai namun penuh makna.
Suasana kekeluargaan tampak jelas ketika keduanya berdiskusi mengenai pembinaan olahraga di tingkat desa, terutama dalam mendorong prestasi generasi muda melalui kegiatan positif seperti turnamen catur.
Dalam obrolan tersebut, kedua pimpinan sepakat untuk terus memperkuat kerja sama antara LKGSAI dan KONI dalam berbagai kegiatan yang mendorong lahirnya atlet-atlet potensial dari desa. Mereka juga mengapresiasi antusiasme warga Wonorejo yang turut memeriahkan kegiatan.
Kegiatan catur di Desa Wonorejo ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi dan pembinaan olahraga yang lebih terarah bagi masyarakat.
Kejuaraan KONI Cup di Desa Wonorejo Meriah, Dihadiri Para Tokoh Penting Demi Mencetak Bakat Menuju “Kediri Juara”
Wonorejo – Kejuaraan KONI Cup yang digelar di Desa Wonorejo berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari masyarakat, peserta, serta para tokoh yang hadir. Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri bagi pecinta olahraga, karena selain menampilkan kompetisi yang seru, acara juga menunjukkan komitmen kuat berbagai pihak dalam memajukan olahraga di Kabupaten Kediri.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bapak Hakim, Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, Ketua DPD LKGSAI Jawa Timur, serta Ketua DPC LKGSAI Kabupaten Kediri. Kehadiran para pemimpin organisasi ini menunjukkan bahwa kegiatan olahraga di tingkat desa mendapat perhatian serius dan menjadi bagian penting dalam mencari bibit atlet masa depan.
Dukungan penuh untuk perkembangan olahraga daerah
Dalam sambutannya, Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bapak Hakim, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan ini. Ia menekankan bahwa pembinaan atlet harus dimulai dari level terbawah, yaitu desa, karena dari sanalah bakat-bakat potensial biasanya muncul.
“Pembinaan olahraga tidak hanya dimulai dari kota atau pusat. Desa adalah akar dari munculnya atlet-atlet besar. Dengan adanya kegiatan seperti KONI Cup ini, kita optimis dapat menemukan generasi baru yang siap mengharumkan nama Kabupaten Kediri,” ujar Bapak Hakim saat membuka acara.
LKGSAI dorong kegiatan positif bagi generasi muda
Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, juga turut memberikan dorongan moral kepada para peserta. Ia menjelaskan bahwa LKGSAI berkomitmen penuh mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu menyalurkan energi dan potensi generasi muda ke arah yang lebih baik.
“Olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang membangun karakter, sportivitas, disiplin, dan mental juara. Melalui kegiatan seperti ini, LKGSAI ingin ikut berperan membangun generasi muda yang sehat dan berprestasi,” tegas Edi Munadi.
Jajaran DPD dan DPC LKGSAI turut memberikan dukungan langsung di lapangan, memastikan acara berjalan tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi para peserta serta penonton.
Ajang pencarian bibit atlet menuju “Kediri Menuju Juara”
Kejuaraan KONI Cup di Wonorejo ini mempertemukan berbagai peserta dengan kemampuan yang beragam, namun sama-sama memiliki semangat bersaing secara sehat. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai langkah strategis dalam mencari talenta baru yang nantinya dapat dibina lebih lanjut.
Panitia menyampaikan bahwa beberapa peserta terpantau memiliki kemampuan teknik dan mental yang cukup baik, sehingga berpotensi menjadi atlet yang bisa mewakili Kabupaten Kediri di tingkat yang lebih tinggi.
Dengan penyelenggaraan yang sukses, Kejuaraan KONI Cup di Wonorejo diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang semakin besar setiap tahunnya, sekaligus menjadi pondasi kuat bagi visi “Kediri Menuju Juara.”
Kejuaraan KONI Cup di Desa Wonorejo Meriah, Hadirkan Para Tokoh Penting untuk Cari Bakat Menuju Kediri Juara
Wonorejo – Kejuaraan KONI Cup yang digelar di Desa Wonorejo berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bapak Hakim, Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, Ketua DPD LKGSAI Jawa Timur, serta Ketua DPC LKGSAI Kabupaten Kediri.
Kehadiran para pimpinan daerah dan organisasi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan olahraga dan pencarian bibit atlet berprestasi di Kabupaten Kediri. Melalui ajang ini, diharapkan muncul talenta-talenta baru yang dapat dibina dan dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Kediri menuju prestasi yang lebih tinggi.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bapak Hakim, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan ini. Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dimulai dari tingkat desa agar potensi lokal dapat tergali secara optimal.
Sementara itu, Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, bersama jajaran DPD dan DPC juga memberikan dukungan penuh untuk terus mendorong kegiatan positif bagi generasi muda, khususnya di bidang olahraga.
Kejuaraan KONI Cup di Wonorejo menjadi langkah awal dalam upaya mencari bakat-bakat terbaik untuk mewujudkan visi “Kediri Menuju Juara.”
Semarang – SD Negeri Sepakung yang berada di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, terus menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai aspek pendidikan. Komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu belajar, membangun karakter siswa, dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci kemajuan lembaga pendidikan tersebut.
Kepala sekolah bersama para guru terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, mulai dari peningkatan literasi, pembelajaran berbasis proyek, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang mampu mengasah minat dan bakat siswa. Upaya ini disambut baik oleh para orang tua dan warga desa yang turut mendukung penuh setiap program sekolah.
Seiring dengan meningkatnya kualitas sarana prasarana serta lingkungan belajar yang nyaman, SD Negeri Sepakung semakin percaya diri dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berdisiplin, dan berprestasi. Berbagai lomba akademik maupun non-akademik juga berhasil diikuti para siswa dengan hasil yang membanggakan.
Dengan semangat kebersamaan dan cita-cita besar untuk memajukan pendidikan desa, SD Negeri Sepakung terus bergerak maju. Sekolah ini menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga pendidikan dasar yang “makin maju, makin jaya”, serta siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Kampar – Dalam upaya menekan angka kenakalan remaja serta maraknya aksi balap liar yang meresahkan masyarakat, Kapolres Kampar bekerja sama dengan Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) menggelar kegiatan Drag Bike pada tanggal 29–30 di wilayah Kabupaten Kampar.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen aparat kepolisian bersama LKGSAI untuk memberikan ruang penyaluran bakat dan minat para pemuda di bidang otomotif. Dengan adanya wadah resmi dan teratur, diharapkan kemampuan para remaja yang hobi balap dapat diarahkan ke jalur yang positif dan berprestasi, sekaligus mengurangi kebiasaan balapan liar di jalan raya.
Kapolres Kampar menyampaikan bahwa drag bike ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi. Para peserta akan mendapatkan pembinaan mengenai keselamatan berkendara, aturan balap, serta pentingnya disiplin berlalu lintas. Kegiatan ini juga mengajak komunitas motor lokal, sekolah, dan masyarakat untuk terlibat dalam gerakan bersama menciptakan lingkungan berkendara yang aman.
Perwakilan LKGSAI menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan aparat dan pemerintah daerah untuk menciptakan program-program kreatif yang mendukung pembinaan generasi muda. Ajang drag bike ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kegiatan positif dan terstruktur bagi para remaja yang memiliki minat besar dalam dunia otomotif.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Kampar berharap angka balap liar dapat menurun secara signifikan, dan potensi para pemuda dapat berkembang di jalur prestasi yang benar.
Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berencana menggelar ajang Lomba Catur tingkat nasional yang melibatkan jajaran pemerintahan desa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendorong prestasi olahraga sekaligus memperkuat silaturahmi antarwilayah.
Program ini akan digerakkan oleh seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LKGSAI di Indonesia, yang akan berperan sebagai pelaksana kegiatan di masing-masing provinsi. Melalui kerja sama lintas lembaga ini, LKGSAI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan positif yang membina generasi muda, memperkuat karakter, dan meningkatkan kecintaan masyarakat pada olahraga berpikir seperti catur.
Ketua umum LKGSAI menyampaikan bahwa lomba catur ini bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi juga sarana pembinaan mental, kedisiplinan, serta strategi dalam memecahkan masalah. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat, merata, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dengan menggandeng KONI serta jajaran desa, kami berharap kegiatan ini menjadi agenda nasional yang membawa dampak nyata,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan KONI turut menyambut baik kerja sama ini. KONI menilai bahwa catur merupakan cabang olahraga strategis yang mampu mencetak atlet berprestasi sejak level desa hingga nasional. Dengan dukungan struktur organisasi LKGSAI yang kuat hingga tingkat daerah, kegiatan ini diyakini akan berjalan masif dan terkoordinasi.
Setiap desa nantinya dapat mengirimkan peserta terbaiknya. Lomba akan dimulai dari tingkat desa, berlanjut ke tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga puncaknya pada Grand Final tingkat Nasional. Selain memperebutkan piala dan penghargaan, event ini juga akan menjadi ajang penjaringan bibit atlet berbakat.
Program ini direncanakan mulai berjalan dalam waktu dekat, dan seluruh DPD LKGSAI sedang menyiapkan koordinasi teknis dengan pemerintahan desa, KONI daerah, serta komunitas pencinta catur di berbagai wilayah.
Dengan semakin banyaknya kegiatan positif yang digelar, LKGSAI berharap dapat terus hadir sebagai lembaga yang membawa manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dan lembaga olahraga dalam membangun Indonesia yang lebih maju.
Nunukan – SMP Negeri 1 Nunukan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dengan mengusung tema “Semangat Bersinergi dan Berkolaborasi untuk Sang Juara.” Perayaan berlangsung meriah dan menjadi momentum refleksi perjalanan panjang sekolah dalam mencetak generasi berprestasi yang turut membangun Kabupaten Nunukan.
Sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Nunukan, SMPN 1 telah melahirkan banyak tokoh berpengaruh. Dua bupati, yakni Hj. Asmin Laura Hafid dan H. Irwan Sabri, serta Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Tamara Moriska, merupakan alumni sekolah ini. Hal tersebut semakin menegaskan kontribusi SMPN 1 Nunukan dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Hadiri Perayaan, Kepala DKPP Masniadi Sampaikan Harapan Besar
Mewakili Bupati Nunukan, Kepala DKPP Masniadi, yang juga alumni SMPN 1, hadir langsung memberikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar sekolah. Ia menyampaikan rasa bangganya melihat SMPN 1 Nunukan terus menjadi sekolah rujukan dengan deretan prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Masniadi menjelaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan para siswa. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan besar yang harus terus dijaga.
Pesan Bijak Penggunaan Gadget dan Gerakan Anti-Bully
Dalam sambutannya, Masniadi menyoroti pentingnya penggunaan gadget secara bijak di era digital.
“HP bisa menjadi alat bantu belajar, namun juga berpotensi membawa dampak negatif jika tidak disaring dengan baik,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Ia mengingatkan agar para guru terus memberikan edukasi tentang pemanfaatan HP yang tepat kepada siswa.
Selain itu, ia menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap maraknya kasus perundungan (bully) di sekolah. Ia berharap SMPN 1 Nunukan dapat menjadi pelopor gerakan anti-bullying sebagai bentuk perlindungan terhadap peserta didik.
Pameran dan Lelang Lukisan Tutup Rangkaian Acara
Puncak peringatan HUT ke-46 SMPN 1 Nunukan ditutup dengan pameran serta lelang karya seni siswa. Berbagai lukisan yang dipamerkan menampilkan kreativitas sekaligus karakter seni para pelajar, menjadi wujud nyata dari pengembangan bakat dan minat di sekolah tersebut.
PROKOMPIM – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan terkait Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna), Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P), serta Penguatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC). Kegiatan berlangsung di Ruang Diklat BKPSDM Nunukan, Senin (24/11/2025).
Bimtek ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia BPBD, relawan, dan instansi terkait dalam manajemen penanggulangan bencana. Materi mencakup proses pembentukan tim pengkajian pascabencana, penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga penguatan peran TRC sebagai ujung tombak penanganan bencana pada fase tanggap darurat.
Dalam sambutan tertulis Bupati Nunukan yang dibacakan Plt Sekda, Iwan Kurniawan menegaskan bahwa peningkatan kemampuan teknis dan koordinatif sangat dibutuhkan agar penanganan bencana di Kabupaten Nunukan dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan akuntabel.
“Peningkatan kapasitas ini penting untuk memperkuat efektivitas penanganan risiko bencana sekaligus membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi berbagai potensi ancaman,” ujarnya.
Kabupaten Nunukan termasuk wilayah dengan potensi bencana cukup tinggi, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, kebakaran permukiman, hingga bencana sosial. Kondisi geografis yang beragam serta cuaca yang sering berubah cepat menuntut kehadiran tim yang sigap, profesional, dan mampu mengambil keputusan tepat di lapangan.
Iwan Kurniawan juga menegaskan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) memiliki peran sangat krusial sebagai satuan yang pertama kali turun melakukan kaji cepat dan penanganan awal saat bencana terjadi.
“Melalui Bimtek Jitupasna dan R3P ini, saya berharap para peserta dapat memahami seluruh tahapan pengkajian risiko, penyusunan laporan kerusakan dan kerugian, serta perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi secara tepat sesuai standar nasional,” tambahnya.
Sebelum menutup sambutan, Plt Sekda berpesan agar seluruh peserta menjaga profesionalisme, memperkuat integritas, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap penanganan di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor—baik dengan OPD, relawan, maupun masyarakat—agar proses penanggulangan bencana dapat berjalan secara cepat, tepat, terpadu, dan akuntabel.
“Saya mendukung penuh peningkatan kapasitas SDM dan penguatan kelembagaan dalam penanggulangan bencana. Dengan tim yang solid dan terlatih, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat,” tutupnya.
Nunukan — Kanit Polsek Nunukan melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait mekanisme pengaduan masyarakat ke Propam Polri, sebagai upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta mutu pelayanan kepolisian kepada warga.
Kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hak mereka dalam melaporkan setiap dugaan pelanggaran disiplin maupun kode etik yang dilakukan oleh anggota Polri, baik di tingkat Polres maupun Polsek.
Dalam sosialisasi tersebut, Kanit Polsek Nunukan menegaskan bahwa Propam merupakan lembaga internal Polri yang bertugas memastikan anggota bertindak sesuai aturan, serta menindaklanjuti laporan masyarakat secara profesional.
Beliau juga menjelaskan beberapa poin penting, di antaranya:
Cara menyampaikan pengaduan melalui Propam Polres, Propam Polda, ataupun melalui layanan resmi seperti Propam Presisi.
Hak masyarakat untuk memperoleh kepastian hukum serta perlindungan ketika membuat laporan.
Komitmen Polsek Nunukan dalam memberikan pelayanan publik yang ramah, cepat, dan transparan.
Ajakannya agar masyarakat tidak takut melaporkan apabila menemukan perilaku anggota polisi yang tidak sesuai prosedur.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami jalur pelaporan yang benar dan Polri semakin memperkuat budaya kerja yang profesional, bersih, serta berintegritas.siti nunukan
Nunukan, 2025 – SMP Negeri 1 Nunukan menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun sekolah dengan penuh semangat dan kebersamaan. Acara yang digelar di halaman sekolah ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, para guru, siswa, komite sekolah, serta sejumlah undangan dari instansi terkait.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Nunukan dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum peringatan ulang tahun ini bukan sekadar acara seremonial, namun menjadi ajang memperkuat solidaritas, kreativitas, serta prestasi seluruh keluarga besar sekolah. Beliau menegaskan pentingnya membangun karakter siswa yang berakhlak, berprestasi, dan siap bersaing di era modern.
“Ulang tahun sekolah adalah refleksi perjalanan panjang dalam dunia pendidikan. Kami berkomitmen terus meningkatkan mutu pembelajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta berbudaya,” ujar Kepala Sekolah.
Berbagai kegiatan turut memeriahkan acara, seperti perlombaan antarkelas, pentas seni, lantunan musik dan tari tradisional, pameran hasil karya siswa, serta baksos pelajar. Suasana tampak meriah dengan antusiasme siswa yang menampilkan kreativitas terbaik mereka di hadapan tamu undangan.
Pihak sekolah juga memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sebagai bentuk motivasi untuk terus mengembangkan potensi.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Sekolah sebagai simbol rasa syukur dan harapan agar SMP Negeri 1 Nunukan terus maju dan menjadi sekolah unggulan di Kabupaten Nunukan.