Uncategorized
Banyak Laporan Persoalan KTA dan Surat Tugas, LKGSAI Tegaskan Pentingnya Verifikasi Keanggotaan
Jakarta— Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) kembali mengeluarkan penegasan terkait penggunaan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Surat Tugas LKGSAI yang masa berlakunya telah habis.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum LKGSAI Edi Munadi, S.Ag., S.H., menyusul banyaknya laporan yang masuk ke DPP mengenai adanya KTA maupun surat tugas yang sudah habis masa berlaku, namun masih digunakan oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan LKGSAI.
Ketua Umum menegaskan bahwa masa berlaku KTA dan surat tugas wajib menjadi perhatian seluruh anggota maupun instansi yang menerima atau berhubungan dengan pihak yang mengatasnamakan LKGSAI. Tidak ada pengecualian berdasarkan jabatan.
Menurutnya, apabila masa berlaku KTA telah berakhir dan belum dilakukan pembaruan administrasi, maka yang bersangkutan tidak dapat lagi dianggap sebagai anggota aktif LKGSAI berdasarkan administrasi yang berlaku.
“Kami banyak menerima laporan mengenai KTA dan surat tugas yang masa berlakunya sudah habis tetapi masih digunakan. Karena itu, kami meminta seluruh instansi, baik pemerintah maupun swasta, agar melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menerima seseorang yang mengatasnamakan LKGSAI,” tegas Edi Munadi.
Perhatikan Tanggal pada Bagian Belakang KTA
DPP LKGSAI juga meminta seluruh pihak untuk memeriksa tanggal atau masa berlaku yang tercantum pada bagian belakang KTA. KTA lama yang tanggal dan masa berlakunya sudah tidak sesuai dengan administrasi terbaru tidak boleh dijadikan dasar untuk menunjukkan bahwa seseorang masih merupakan anggota aktif LKGSAI.
Hal ini dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun pihak-pihak yang masih menggunakan identitas organisasi meskipun administrasinya sudah tidak berlaku.
Ketua Umum LKGSAI mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dan menyampaikan surat pemberitahuan kepada sejumlah kementerian, lembaga, serta instansi di daerah agar dapat melakukan verifikasi terhadap pihak yang mengaku sebagai anggota atau pengurus LKGSAI.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penertiban organisasi sekaligus untuk menjaga nama baik LKGSAI di seluruh Indonesia.
Tidak Memandang Jabatan
Ketua Umum kembali menegaskan bahwa aturan tersebut berlaku bagi semua pihak.
“Tidak memandang dia ketua, sekretaris, anggota, maupun jabatan lainnya. Kalau KTA sudah habis masa berlaku dan belum diperbarui, maka administrasinya harus dinyatakan tidak aktif sesuai ketentuan organisasi,” ujarnya.
DPP LKGSAI juga mengingatkan seluruh jajaran agar tidak menggunakan KTA maupun surat tugas yang sudah kedaluwarsa untuk melakukan kegiatan, koordinasi, maupun membawa nama organisasi kepada pihak lain.
Apabila masih terdapat pihak yang menggunakan dokumen organisasi yang sudah tidak berlaku, DPP LKGSAI menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan lagi menjadi tanggung jawab Ketua Umum maupun DPP LKGSAI, sepanjang status dan dokumen yang digunakan memang sudah tidak aktif.
LKGSAI Minta Instansi Tidak Terkecoh
DPP LKGSAI meminta seluruh instansi di daerah untuk tidak hanya melihat seseorang dari atribut, seragam, jabatan, atau pengakuan sebagai anggota LKGSAI. Verifikasi dokumen dan masa berlaku KTA harus menjadi perhatian utama.
Dengan adanya surat pemberitahuan ini, LKGSAI berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mencegah penyalahgunaan nama organisasi.
“Jangan sampai instansi terkecoh karena seseorang masih membawa KTA lama atau surat tugas lama. Mohon dilihat masa berlaku dan tanggal pada KTA. Jika sudah tidak berlaku, jangan dianggap masih sebagai anggota aktif LKGSAI,” tegas Ketua Umum.
DPP LKGSAI menegaskan bahwa penertiban administrasi ini merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang tertib, profesional, transparan dan bertanggung jawab, sekaligus memastikan setiap orang yang membawa nama LKGSAI benar-benar memiliki legalitas internal dan administrasi keanggotaan yang masih berlaku.
“LKGSAI menghormati seluruh anggota yang tertib administrasi. Namun aturan harus berlaku untuk semua. KTA aktif adalah bagian penting dari identitas keanggotaan organisasi,” pungkasnya.
LKGSAI Tegaskan Masa Berlaku KTA: Jabatan Tidak Menjadi Alasan, KTA Habis Wajib Dihentikan
KEDIRI — Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) kembali menegaskan pentingnya tertib administrasi organisasi, khususnya terkait Kartu Tanda Anggota (KTA). Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum LKGSAI dalam rapat konsolidasi dan pemantapan organisasi yang digelar bersama jajaran pengurus.
Ketua Umum LKGSAI menegaskan bahwa setiap anggota yang masa berlaku KTAnya telah habis akan dihentikan status keanggotaannya, tanpa memandang jabatan maupun posisi yang bersangkutan di dalam organisasi.
Aturan tersebut berlaku untuk seluruh tingkatan kepengurusan, baik anggota, pengurus DPC, DPD maupun pejabat struktural lainnya. Menurut Ketua Umum, jabatan dalam organisasi tidak dapat dijadikan alasan untuk tetap menjalankan kegiatan apabila administrasi keanggotaan sudah tidak aktif.
“Siapa pun yang KTA-nya sudah habis masa berlakunya, tidak memandang apakah dia anggota biasa, ketua, sekretaris maupun pemegang jabatan lainnya, harus dihentikan sampai yang bersangkutan memperbarui KTA sesuai ketentuan organisasi,” tegas Ketua Umum LKGSAI.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa Ketua Umum LKGSAI telah memberikan surat pemberitahuan kepada sejumlah kementerian dan instansi terkait mengenai ketentuan keanggotaan dan keabsahan administrasi organisasi.
Surat tersebut pada prinsipnya menegaskan bahwa anggota atau pihak yang mengatasnamakan LKGSAI namun KTA-nya sudah tidak berlaku dan tidak lagi aktif secara administrasi, tidak lagi berada dalam tanggung jawab organisasi maupun Ketua Umum LKGSAI.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penertiban internal, perlindungan organisasi, serta menjaga nama baik LKGSAI agar tidak terjadi penyalahgunaan nama dan jabatan organisasi oleh pihak-pihak yang status keanggotaannya sudah tidak aktif.
Ketua Umum juga meminta seluruh jajaran pengurus untuk tidak menganggap remeh masa berlaku KTA. Setiap pengurus diwajibkan memastikan administrasi keanggotaannya tetap aktif dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh DPP.
“Ini bukan persoalan jabatan. Semua sama di hadapan aturan organisasi. Kalau KTA sudah tidak berlaku, maka statusnya harus dihentikan sampai dilakukan pembaruan administrasi. Jangan sampai ada pihak yang masih mengatasnamakan LKGSAI sementara secara administrasi sudah tidak aktif,” tegasnya.
Rapat tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan pemantapan organisasi LKGSAI, sekaligus sebagai langkah untuk memperkuat disiplin administrasi di seluruh daerah. DPP berharap seluruh DPD dan DPC segera melakukan pendataan ulang terhadap anggota dan pengurus masing-masing serta memastikan tidak ada lagi penggunaan nama LKGSAI oleh pihak yang administrasinya sudah tidak aktif.
Dengan penertiban tersebut, LKGSAI menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang tertib, transparan, disiplin, dan memiliki kepastian administrasi, sehingga setiap kegiatan yang membawa nama LKGSAI benar-benar dilakukan oleh anggota dan pengurus yang sah serta masih memiliki KTA aktif.
Cek kta di bawah tgl nya
LKGSAI Jawa Timur Gelar Evaluasi dan Pemantapan Keanggotaan, DPD Siapkan Regenerasi Pengurus DPC
KEDIRI, JAWA TIMUR — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Jawa Timur menggelar rapat evaluasi dan pemantapan keanggotaan serta kepengurusan organisasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di One Cafe, Kediri, dan dihadiri sejumlah pengurus serta Ketua DPC LKGSAI dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Rapat dipimpin oleh Ketua DPD LKGSAI Jawa Timur, Purnomo, S.H., bersama beberapa Ketua DPC, di antaranya dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Malang.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya DPD LKGSAI Jawa Timur untuk melakukan penataan organisasi secara menyeluruh, khususnya dalam memastikan bahwa setiap anggota dan pengurus yang tercatat benar-benar masih aktif serta memiliki administrasi keanggotaan yang sesuai dengan ketentuan organisasi.
Evaluasi KTA dan Data Keanggotaan
Salah satu pembahasan utama dalam rapat adalah evaluasi terhadap Kartu Tanda Anggota (KTA) LKGSAI. DPD menegaskan bahwa setiap anggota wajib memastikan data dan KTA masih berlaku serta tercatat secara resmi dalam sistem organisasi.
Anggota yang masa berlaku KTAnya telah habis dan tidak melakukan pembaruan sesuai ketentuan akan dilakukan penertiban administrasi. Data anggota yang sudah tidak aktif atau tidak lagi memiliki KTA yang berlaku nantinya akan dilakukan pembaruan dari sistem website maupun grup komunikasi resmi organisasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Langkah tersebut dilakukan bukan untuk mengurangi jumlah anggota, melainkan sebagai bagian dari pemutakhiran data dan penertiban organisasi, sehingga database LKGSAI benar-benar berisi anggota yang aktif, resmi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua DPD LKGSAI Jawa Timur, Purnomo, S.H., menyampaikan bahwa organisasi membutuhkan anggota yang benar-benar aktif dan memiliki komitmen dalam menjalankan program serta perjuangan LKGSAI di tengah masyarakat.
Regenerasi Pengurus DPC
Selain membahas keanggotaan, rapat juga membahas evaluasi kinerja kepengurusan DPC di sejumlah daerah. DPD Jawa Timur memberikan perhatian terhadap kepengurusan yang dinilai kurang aktif atau tidak produktif dalam menjalankan kegiatan organisasi.
Purnomo menegaskan bahwa LKGSAI membutuhkan pengurus yang mampu bergerak, membangun jaringan, melakukan kegiatan sosial, menjalankan fungsi kontrol sosial, serta membawa nama organisasi secara positif di tengah masyarakat.
Untuk itu, dalam bulan September 2026, DPD LKGSAI Jawa Timur akan melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap sejumlah kepengurusan DPC. Apabila terdapat posisi Ketua DPC yang dinilai tidak produktif dan tidak mampu menjalankan tugas organisasi, maka akan dipertimbangkan adanya regenerasi atau pergantian kepengurusan sesuai mekanisme internal organisasi.
“Anggota-anggota baru yang memiliki semangat dan kemampuan untuk bergerak akan kita berikan kesempatan. Organisasi harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti hanya karena pengurusnya tidak aktif,” demikian garis besar pesan Ketua DPD dalam rapat tersebut.
Penguatan Organisasi di Jawa Timur
Rapat di One Cafe Kediri juga menjadi momentum konsolidasi antar-DPC. Dengan hadirnya sejumlah Ketua DPC dari berbagai kabupaten dan kota, diharapkan komunikasi dan koordinasi antara DPD dengan jajaran DPC semakin solid.
LKGSAI Jawa Timur menargetkan seluruh struktur organisasi di daerah memiliki data anggota yang jelas, kepengurusan yang aktif, serta program kerja yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Acara tersebut juga berlangsung dalam suasana kebersamaan dan semakin meriah dengan penampilan kesenian dari Kabupaten Kediri, yang menjadi bagian dari hiburan sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota dan pengurus.
September Menjadi Momentum Pembenahan
DPD LKGSAI Jawa Timur menegaskan bahwa September akan menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan internal. Mulai dari validasi anggota, pembaruan KTA, penataan grup komunikasi resmi, hingga evaluasi produktivitas kepengurusan DPC akan menjadi perhatian organisasi.
Dengan langkah tersebut, LKGSAI Jawa Timur berharap seluruh jajaran organisasi semakin profesional, tertib, solid, dan mampu menjalankan program sesuai visi serta aturan organisasi.
“Yang aktif akan kita kuatkan, yang tidak aktif akan kita evaluasi, dan anggota baru yang memiliki komitmen akan kita berikan ruang untuk ikut membangun organisasi,” menjadi semangat yang mengemuka dalam rapat evaluasi tersebut.
DPD LKGSAI Jawa Timur juga mengajak seluruh anggota dan pengurus di berbagai daerah untuk bersama-sama menjaga nama baik organisasi serta meningkatkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Umum LKGSAI Edi Munadi Sampaikan Ucapan Selamat atas Terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026–2031
jombANG— Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Edi Munadi, S.Ag., S.H., bersama seluruh jajaran LKGSAI di seluruh Indonesia menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.
Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas amanah yang dipercayakan kepada Gus Kikin untuk memimpin organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Ketua Umum LKGSAI Edi Munadi berharap kepemimpinan Gus Kikin dapat membawa PBNU semakin maju, kuat, solid, mandiri, dan mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kami keluarga besar LKGSAI di seluruh Indonesia mengucapkan selamat dan sukses kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin atas amanah sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Semoga beliau diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah besar ini,” ujar Edi Munadi.
Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, LKGSAI berharap sinergi antara ulama, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dapat terus diperkuat.
Edi juga menegaskan bahwa persatuan dan kerukunan merupakan modal penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia berharap kepemimpinan PBNU yang baru dapat semakin memperkuat kontribusi organisasi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai bidang lainnya yang menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kami berharap PBNU di bawah kepemimpinan Gus Kikin semakin maju dan kuat serta terus memberikan manfaat bagi masyarakat. LKGSAI siap menjaga semangat persatuan, kerukunan, dan keutuhan NKRI,” tegasnya.
Keluarga besar LKGSAI juga mendoakan agar Gus Kikin senantiasa diberikan amanah, istiqamah, serta kebijaksanaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selama periode kepemimpinan 2026–2031.
Selamat dan sukses KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).
Semoga PBNU semakin maju, kuat, solid, dan bermanfaat bagi umat serta bangsa Indonesia.
Salam Persatuan. Salam NKRI.
LKGSAI — Maju, Kuat, dan Bersatu!
Ketua Umum LKGSAI Edi Munadi Hadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang, Saksikan Kehadiran Presiden Prabowo
JOMBANG — Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Edi Munadi, S.Ag., S.H., hadir di Kabupaten Jombang dalam rangka mengikuti momentum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Kehadiran Edi Munadi menjadi bagian dari perhatian LKGSAI terhadap berbagai agenda kebangsaan dan kemasyarakatan yang berlangsung di Jawa Timur. Muktamar ke-35 NU sendiri menjadi salah satu agenda besar yang mempertemukan para ulama, pengurus NU, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen bangsa.
Pada Senin, 31 Agustus 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di Jawa Timur untuk mengikuti agenda penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Presiden beserta rombongan terbatas diagendakan tiba di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, sekitar pukul 09.30 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah hadir dan membuka Muktamar ke-35 NU pada Jumat, 27 Agustus 2026. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan penghormatan terhadap NU sebagai salah satu institusi bersejarah yang memiliki jasa besar dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia.
Kehadiran Presiden dalam rangkaian Muktamar tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya peran organisasi keagamaan dan para ulama dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta kehidupan kebangsaan.
Dalam perjalanan menuju Jawa Timur, Presiden Prabowo turut didampingi sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara itu, Ketua Umum LKGSAI Edi Munadi menyampaikan bahwa kehadirannya di Jombang merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus bentuk perhatian terhadap momentum besar yang memiliki nilai keagamaan dan kebangsaan.
Menurut Edi Munadi, NU mempunyai sejarah panjang dalam kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, semangat persatuan, gotong royong, toleransi, dan kepedulian terhadap masyarakat harus terus dijaga oleh seluruh elemen bangsa.
“Kami hadir di Jombang untuk bersilaturahmi dan mengikuti momentum Muktamar NU. Bagi kami, menjaga persatuan dan kebersamaan merupakan tanggung jawab bersama. LKGSAI akan terus membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat demi menjaga NKRI,” ujar Edi Munadi.
Ia menegaskan bahwa organisasi masyarakat harus mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Kontrol sosial, menurutnya, harus dilakukan secara konstruktif dengan tetap mengedepankan aturan hukum, etika, serta kepentingan masyarakat luas.
Edi Munadi juga berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berjalan dengan aman, tertib, dan menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, serta bangsa Indonesia.
“Semoga Muktamar ini menghasilkan keputusan terbaik dan semakin memperkuat persatuan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kedamaian dan keutuhan NKRI,” pungkasnya.
Kehadiran Ketua Umum LKGSAI Edi Munadi di Jombang sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antara organisasi kemasyarakatan dengan berbagai tokoh dan elemen masyarakat dalam semangat bersama membangun Indonesia yang lebih baik.
Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Kediri, Pengusaha Sanjaya Satukan Unsur Pemerintahan, TNI-Polri, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan LKGSAI dalam Pesta Kebersamaan Dimeriahkan Kesenian Kuda Lumping
KEDIRI — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana penuh kebersamaan dan semangat nasionalisme mewarnai kegiatan yang digelar oleh pengusaha Kabupaten Kediri, Bapak Sanjaya. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergitas antara berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kediri.
Dalam kegiatan tersebut, Bapak Sanjaya secara langsung mengundang berbagai unsur penting, mulai dari Kapolres Kabupaten Kediri, Kapolres Kota Kediri, Kapolsek se-Kabupaten Kediri, Dandim, Danramil, Edi Songkel selaku perwakilan Bupati, para kepala desa, tokoh masyarakat, hingga jajaran Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI).
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Pertemuan antara unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pengusaha dan organisasi masyarakat tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para tamu undangan dapat saling berkomunikasi serta memperkuat hubungan yang selama ini telah terjalin.
Bapak Sanjaya selaku pengusaha yang menggelar kegiatan tersebut menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus terus diwariskan kepada generasi penerus melalui berbagai kegiatan positif yang mampu membangun rasa persatuan dan kepedulian terhadap sesama.
“Peringatan kemerdekaan ini bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan dan membangun kebersamaan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan persatuan,” ujar Sanjaya dalam kesempatan tersebut.
Selain dihadiri para pejabat dan tokoh masyarakat, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari masyarakat sekitar. Antusiasme masyarakat semakin terlihat ketika acara dimeriahkan dengan kesenian tradisional kuda lumping.
Kesenian kuda lumping menjadi salah satu hiburan rakyat yang mampu menciptakan suasana semakin meriah. Masyarakat dapat menikmati pertunjukan seni tradisional sekaligus merasakan semangat perayaan kemerdekaan dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan.
Hiburan kesenian tradisional tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Di tengah perkembangan zaman, kesenian tradisional seperti kuda lumping dinilai tetap penting untuk dipertahankan dan dikenalkan kepada generasi muda.
Kehadiran jajaran LKGSAI dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari semangat membangun sinergitas dengan berbagai elemen masyarakat. LKGSAI menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar oleh Bapak Sanjaya karena mampu mempertemukan berbagai unsur dalam satu kegiatan kebersamaan.
Perwakilan LKGSAI menyampaikan bahwa organisasi masyarakat memiliki peran dalam menjaga komunikasi dengan pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat serta elemen masyarakat lainnya. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui koordinasi dan pendekatan yang mengedepankan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan bersama. Karena itu, semangat persatuan, gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dijaga.
“LKGSAI sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kita berharap kebersamaan antara pemerintah, TNI-Polri, kepala desa, tokoh masyarakat, pengusaha dan organisasi masyarakat terus terjalin. Dengan sinergitas yang kuat, kita bisa bersama-sama menjaga kondusivitas dan keutuhan NKRI,” ungkap perwakilan LKGSAI.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para tamu undangan untuk berdiskusi secara informal mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi masyarakat. Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat sekaligus menjadi bentuk kedekatan dan komunikasi untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Kediri ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata. Semangat kebersamaan yang telah dibangun diharapkan dapat terus dilanjutkan melalui berbagai kegiatan sosial, budaya dan kemasyarakatan.
Bagi masyarakat, perayaan kemerdekaan dengan menghadirkan kesenian rakyat juga menjadi hiburan yang memiliki nilai kebersamaan. Masyarakat dapat berkumpul, bersilaturahmi dan menikmati pertunjukan budaya dalam suasana yang aman dan nyaman.
Kegiatan yang digelar Bapak Sanjaya tersebut pada akhirnya menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pengusaha, organisasi masyarakat dan masyarakat umum memiliki peran masing-masing dalam menjaga persatuan serta membangun daerah.
Dengan semangat “Kemerdekaan, Persatuan dan Gotong Royong”, peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Kediri diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat persaudaraan dan menjaga Kabupaten Kediri tetap aman, damai, serta kondusif.
Kemeriahan acara yang ditutup dengan hiburan kesenian kuda lumping pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suasana perayaan. Semangat kebangsaan, budaya lokal dan kebersamaan masyarakat berpadu dalam satu kegiatan untuk memperingati 81 tahun perjalanan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pengusaha Sanjaya Gelar Acara Meriah di Kabupaten Kediri, Hadirkan Kesenian Kuda Lumping
KEDIRI — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kediri berlangsung meriah. Pengusaha Bapak Sanjaya menggelar acara kebersamaan yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta warga.
Dalam kegiatan tersebut, Bapak Sanjaya mengundang Kapolres, Kapolsek, Dandim, Danramil, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kediri, para kepala desa, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
Acara semakin semarak dengan pertunjukan kesenian tradisional kuda lumping, yang menjadi hiburan rakyat bagi masyarakat yang hadir. Kesenian budaya tersebut disambut antusias dan menjadi bagian dari upaya melestarikan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Bapak Sanjaya menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, serta aparat keamanan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan agar perayaan kemerdekaan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi ruang silaturahmi.
“Kegiatan seperti ini perlu kita tingkatkan agar semakin meriah. Selain memperingati kemerdekaan, kita juga ingin mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, serta aparat keamanan,” ujar Sanjaya.
Ia juga berharap keberadaan kesenian tradisional dalam acara tersebut dapat memberikan ruang bagi para pelaku seni sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Kehadiran jajaran TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergitas dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan rakyat dengan tertib.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Kediri tersebut akhirnya menjadi ajang kebersamaan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Semangat kemerdekaan diharapkan terus diwujudkan melalui kegiatan positif yang melibatkan masyarakat serta seluruh elemen daerah.
