Kediri, Jawa Timur – Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Kabupaten Kediri menggelar rapat bersama Pengurus Anak Cabang (PAC), yang semakin mempererat persaudaraan antara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan berbagai program kerja organisasi.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai agenda strategis yang akan menjadi fokus LKGSAI dalam waktu dekat. Kolaborasi antara DPC dan DPAC menjadi kunci utama dalam merealisasikan visi dan misi organisasi, khususnya dalam program-program yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.
Ketua DPC LKGSAI Kabupaten Kediri menegaskan bahwa persatuan dan kekompakan antaranggota sangat penting dalam mewujudkan tujuan bersama. “Dengan adanya rapat ini, kita semakin solid dan siap menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. LKGSAI harus terus hadir sebagai garda terdepan dalam membantu dan mengadvokasi kepentingan rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan DPAC yang hadir juga menyampaikan komitmen mereka untuk terus bersinergi dan menjalankan program yang telah dirancang bersama. Dengan komunikasi yang semakin erat, diharapkan LKGSAI di Kabupaten Kediri dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Rapat ini juga menjadi ajang silaturahmi serta refleksi bagi seluruh anggota, sehingga semangat kebersamaan semakin kokoh demi mewujudkan tujuan organisasi yang lebih besar.
Dengan semakin eratnya hubungan antara DPC dan DPAC, LKGSAI Kabupaten Kediri optimis dapat menghadapi berbagai tantangan serta menjalankan program kerja dengan lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat luas., SALAM MAJU ,, APA BISA TAHAN
Kelayang, Inhu – Kondisi jalan lintas tengah yang menghubungkan Air Molek dan Peranap di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, semakin memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama bagi masyarakat kini dipenuhi lubang dan lumpur di berbagai titik, menghambat aktivitas harian penduduk setempat. Kerusakan parah ini diduga kuat disebabkan oleh aktivitas truk Over Dimension Over Loading (ODOL) yang mengangkut batu bara dalam jumlah berlebihan.
Rudi Walker Purba, seorang aktivis peduli lingkungan dari Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia Provinsi Riau, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi jalan yang semakin buruk. Dalam wawancaranya dengan awak media pada Senin (24 Maret 2024) sore di Air Molek, ia menuturkan bahwa ruas jalan di beberapa titik sudah tidak layak dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Masyarakat Mengeluh, Ekonomi Terdampak
Warga sekitar yang setiap hari menggunakan jalan ini mengeluhkan kondisi yang kian memburuk. Banyak di antara mereka yang terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh demi menghindari jalan berlubang dan genangan lumpur. Hal ini tidak hanya menambah biaya transportasi tetapi juga memperlambat perjalanan mereka.
“Kami sangat kesulitan. Setiap hari harus berhadapan dengan jalan yang rusak. Kadang-kadang kendaraan mogok di tengah jalan karena terjebak lumpur. Ini sangat mengganggu aktivitas, terutama bagi pedagang dan petani yang mengangkut hasil bumi mereka,” ujar Wahyu, salah satu warga yang ditemui di lokasi.
Kerusakan jalan ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Pengiriman barang menjadi terhambat, harga kebutuhan pokok meningkat, dan aktivitas perdagangan menjadi tidak lancar. Sektor transportasi turut merugi karena kendaraan yang melintasi jalur ini sering mengalami kerusakan akibat jalan yang tidak layak.
Diduga Akibat Truk ODOL, Pemerintah Diminta Bertindak
Banyak pihak menilai bahwa penyebab utama rusaknya jalan lintas tengah ini adalah maraknya truk ODOL yang mengangkut batu bara dalam jumlah berlebihan. Beban yang terlalu berat menyebabkan aspal cepat rusak, ditambah kurangnya perawatan jalan yang memperburuk keadaan.
“Truk-truk yang melebihi kapasitas seharusnya tidak dibiarkan bebas melintas. Pemerintah harus segera turun tangan untuk menindak tegas pelaku pelanggaran ini. Jika tidak, jalan ini akan semakin rusak dan membahayakan pengguna jalan lainnya,” tambah Rudi Walker Purba.
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jalan yang rusak dan menerapkan regulasi ketat terhadap truk ODOL. Selain perbaikan jalan, pengawasan ketat terhadap aktivitas kendaraan berat juga harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Indragiri Hulu serta pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait upaya perbaikan jalan maupun tindakan terhadap truk ODOL yang melintas di kawasan tersebut. Warga berharap perbaikan segera dilakukan sebelum kondisi semakin parah dan berakibat fatal bagi keselamatan pengguna jalan.
Kelayang, Inhu – Jalan lintas tengah yang menghubungkan Air Molek dan Peranap di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, kini mengalami kerusakan parah. Kondisinya yang berlubang dan berlumpur di berbagai titik membuat masyarakat kesulitan beraktivitas. Kerusakan jalan ini diduga kuat akibat aktivitas truk Over Dimension Over Loading (ODOL) yang mengangkut batu bara secara berlebihan.
Rudi Walker Purba, seorang aktivis peduli lingkungan dari Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia Provinsi Riau, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi jalan yang semakin buruk. Dalam wawancaranya dengan awak media pada Senin (24 Maret 2024) sore di Air Molek, ia menjelaskan bahwa ruas jalan di beberapa titik sudah tidak layak dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jalan Berubah Menjadi Lumpur dan Debu Menurut Rudi Walker, saat musim hujan, jalan yang seharusnya beraspal berubah menjadi kubangan lumpur, sedangkan saat musim panas, debu yang beterbangan sangat mengganggu pengguna jalan. Beberapa titik yang mengalami kerusakan parah di antaranya Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang; Desa Perkebunan Sungai Lala, Kecamatan Sei Lala; Desa Jati Rejo, Kecamatan Pasir Penyu; serta Jalan Elak di Kecamatan Pasir Penyu. Selain itu, jalur menuju Peranap melalui Desa Simalinang Darat juga mengalami kerusakan yang sama.
“Kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan. Banyak titik yang berlubang, dan ketika hujan turun, jalan menjadi licin dan berbahaya. Sebaliknya, jika cuaca panas, debu jalanan menutupi pandangan pengendara. Hal ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” ungkap Rudi Walker.
Merugikan Masyarakat dan Membahayakan Nyawa Selain berdampak pada kenyamanan berkendara, kondisi jalan yang buruk juga merugikan masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada jalan ini untuk aktivitas pertanian, perdagangan, dan jasa. Bahkan, dalam kondisi darurat, jalan rusak ini bisa menjadi faktor penyebab keterlambatan penanganan medis bagi pasien yang harus segera dibawa ke rumah sakit.
“Sudah banyak kejadian di mana masyarakat yang sakit atau dalam keadaan darurat tidak bisa segera mendapatkan pertolongan medis akibat kondisi jalan yang buruk. Bahkan, tak jarang ada yang meninggal dalam perjalanan karena keterlambatan akibat kerusakan jalan ini,” keluh salah seorang warga.
Truk ODOL Batu Bara Diduga Penyebab Utama Rudi Walker menyoroti peran truk batu bara yang melintas di jalan provinsi ini sebagai salah satu penyebab utama kerusakan. Truk-truk tersebut diduga membawa muatan melebihi kapasitas, sehingga merusak struktur jalan lebih cepat dari yang seharusnya. Aktivitas ini bertentangan dengan regulasi yang ada, yaitu UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 mengenai Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
Dengan adanya aktivitas truk batu bara yang melintas tanpa ada jalan khusus, masyarakat mempertanyakan apakah perusahaan tambang dan angkutan batu bara tersebut sudah mengantongi izin resmi. Jika memang mereka memiliki izin, masyarakat tetap mendesak agar perusahaan tersebut bertanggung jawab dalam menjaga infrastruktur jalan yang mereka gunakan.
Pemerintah dan APH Harus Bertindak Tegas Menyikapi kondisi ini, Rudi Walker dan masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Riau serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak tegas terhadap truk ODOL. Mereka meminta agar angkutan batu bara dialihkan ke jalan khusus yang seharusnya dibuat oleh perusahaan tambang sebelum mereka beroperasi di wilayah tersebut.
“Pemprov Riau harus menggunakan kebijakannya dengan bijak, sementara APH harus menegakkan hukum secara tegas. Jangan sampai lemahnya tindakan dari pihak berwenang justru menimbulkan stigma negatif di masyarakat,” tegas Rudi Walker.
Menurutnya, masyarakat yang menggunakan jalan ini juga merupakan pembayar pajak kendaraan, sehingga sudah seharusnya mereka mendapatkan infrastruktur jalan yang layak. Kerusakan jalan yang diakibatkan oleh truk bermuatan berlebih sangat merugikan masyarakat luas, terutama karena memperpendek usia jalan yang seharusnya bisa bertahan lebih lama.
“Pemerintah jangan menutup mata terhadap penderitaan masyarakat. Kami mendesak agar ada tindakan konkret untuk menertibkan truk ODOL dan mencegah kerusakan jalan yang semakin parah. Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban akibat kelalaian pemerintah dalam menegakkan aturan,” tambah seorang tokoh masyarakat setempat.
Harapan Masyarakat untuk Perbaikan Jalan Masyarakat berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam menangani permasalahan ini. Selain menertibkan truk ODOL, mereka juga meminta agar perbaikan jalan segera dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
“Kami butuh solusi, bukan hanya wacana. Jika pemerintah serius ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka infrastruktur jalan harus menjadi prioritas utama,” ujar seorang pemuda setempat yang turut merasakan dampak buruk dari kondisi jalan yang rusak.
Dengan semakin banyaknya desakan dari masyarakat, diharapkan pemerintah segera merespons dan mengambil tindakan tegas demi kepentingan bersama. Jika tidak, bukan tidak mungkin aksi protes lebih besar akan muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap ketidakpedulian pihak berwenang dalam menangani permasalahan ini.
Depok – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Ketua Bidang Koperasi Usaha Kecil dan Menengah DPP Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (KGSAI), Syamsuri Yudianto, S.E., M.M., yang juga merupakan Fasilitator Nasional BPOM, memberikan pemaparan penting tentang Safety Food, GMP (Good Manufacturing Practice), dan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik) kepada para pelaku UMKM binaan KGSAI.
Pelatihan ini berlangsung di Gedung Dinas Koperasi UMKM Kota Depok dan bertujuan untuk membantu UMKM dalam sektor catering, makanan, dan minuman agar dapat meningkatkan standar produk mereka sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Empat Pilar Utama dalam Pengembangan UMKM
Dalam pelatihan ini, Syamsuri Yudianto menekankan bahwa agar UMKM bisa berkembang dan “naik kelas,” mereka harus memahami serta menerapkan empat poin penting dalam menjalankan usaha, yaitu:
Legalitas Usaha
Memastikan bahwa setiap usaha memiliki izin yang lengkap, seperti PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), Sertifikat Halal, NIB (Nomor Induk Berusaha), dan BPOM.
Legalitas usaha sangat penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Pelatihan Usaha
Memberikan edukasi mengenai keamanan pangan, standar produksi yang baik (GMP dan CPPOB), serta penggunaan bahan baku yang aman dan berkualitas.
Pelaku UMKM diberikan wawasan tentang zat berbahaya dalam makanan, bahan pengawet yang diperbolehkan dan dilarang, serta pemilihan pewarna makanan yang aman.
Pemasaran Usaha
Strategi pemasaran yang efektif, baik melalui offline maupun digital marketing, dibahas dalam sesi ini.
KGSAI akan membantu pemasaran produk UMKM binaan melalui jaringan bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia.
Permodalan Usaha
Membantu pelaku UMKM memahami akses pendanaan dan bantuan permodalan, baik dari pemerintah maupun dari lembaga keuangan lainnya.
Pentingnya pencatatan keuangan yang baik agar bisnis lebih berkembang dan layak mendapatkan investasi.
Pelatihan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Standar UMKM
Sebagai fasilitator dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Syamsuri Yudianto menegaskan bahwa sosialisasi ini akan dilakukan secara berkesinambungan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para pelaku usaha, baik yang baru memulai maupun yang sudah lama menjalankan bisnisnya.
“Kami ingin UMKM di Indonesia tidak hanya berkembang dalam jumlah, tetapi juga dalam kualitas. Dengan memahami regulasi pangan yang benar, produk mereka bisa lebih diterima oleh pasar yang lebih luas, termasuk ekspor,” ujar Syamsuri Yudianto.
Selain memberikan pelatihan, acara ini juga menjadi ajang kurasi produk UMKM binaan KGSAI, di mana produk-produk yang memenuhi standar akan dibantu dalam pemasarannya melalui jaringan bisnis KGSAI yang luas.
Fokus pada Keamanan Pangan: Zat Berbahaya, Pengawet, dan Pewarna
Salah satu topik utama dalam pelatihan ini adalah pemahaman tentang bahan baku yang aman serta zat-zat berbahaya dalam makanan. Beberapa poin yang dibahas meliputi:
✅ Jenis-jenis zat pewarna makanan yang diperbolehkan dan dilarang oleh BPOM. ✅ Pengawet makanan: Mana yang aman digunakan dan mana yang bisa membahayakan kesehatan. ✅ Bahan tambahan pangan yang sering digunakan dalam industri makanan dan cara menggunakannya dengan benar. ✅ Risiko bahan baku berbahaya yang sering ditemukan di pasar dan bagaimana cara memilih bahan yang berkualitas.
Dengan pemahaman ini, diharapkan para pelaku usaha bisa lebih cermat dalam memilih bahan baku yang aman sehingga produk mereka tetap berkualitas dan sehat bagi konsumen.
Dukungan KGSAI untuk UMKM Indonesia
Sebagai organisasi yang berkomitmen dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (KGSAI) terus berupaya memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM agar bisa lebih maju dan berkembang.
Dengan adanya program pelatihan ini, diharapkan semakin banyak UMKM yang memiliki produk berkualitas, aman dikonsumsi, dan memiliki legalitas yang lengkap, sehingga bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.
📌 Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan dan pendampingan UMKM, silakan hubungi KGSAI!
Jakarta Selatan – Dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGS-AI) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan menyelenggarakan program Kejar Paket A dan Paket C secara gratis bagi mereka yang pernah mengalami putus sekolah. Program ini diadakan khusus untuk warga Jakarta Selatan, dengan tujuan memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang ingin menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.
Kejar Paket A setara dengan Sekolah Dasar (SD), sedangkan Kejar Paket C setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam melanjutkan pendidikan, baik karena faktor ekonomi, sosial, maupun kondisi pribadi lainnya. Dengan adanya program ini, diharapkan mereka yang sempat putus sekolah dapat memperoleh ijazah yang diakui dan membuka peluang lebih luas dalam dunia kerja maupun pendidikan yang lebih tinggi.
Komitmen LKGS-AI dalam Dunia Pendidikan
Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGS-AI) menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan organisasi ini berkomitmen untuk membantu mereka yang kesulitan dalam mengakses pendidikan formal.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dengan adanya program Kejar Paket A dan Paket C ini, kami ingin membantu mereka yang ingin kembali menempuh pendidikan tanpa perlu khawatir soal biaya. Semua kami biayai gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan adalah salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang, sehingga program ini diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama di Jakarta Selatan, untuk memperoleh kesempatan yang lebih baik di masa depan.
Syarat dan Cara Mendaftar Program Kejar Paket
Untuk dapat mengikuti program Kejar Paket A atau Paket C ini, peserta harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:
Memiliki ijazah terakhir sebelum putus sekolah, baik itu dari tingkat SD, SMP, atau SMA.
Pernah terdaftar sebagai siswa di sekolah formal, yang bisa dibuktikan dengan dokumen pendukung seperti rapor atau surat keterangan sekolah.
Bersedia mengikuti seluruh proses pembelajaran sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi Zain – Jakarta Selatan di nomor WhatsApp: +62 852-8382-8673.
Dampak Positif Program Kejar Paket bagi Masyarakat
Program Kejar Paket A dan C ini tidak hanya membantu individu dalam menyelesaikan pendidikan mereka, tetapi juga memiliki dampak besar bagi masyarakat secara keseluruhan. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan, antara lain:
Membuka peluang kerja yang lebih luas, karena banyak pekerjaan yang mensyaratkan ijazah minimal tingkat SMA atau sederajat.
Meningkatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti kuliah atau pelatihan keterampilan profesional.
Meningkatkan kesejahteraan sosial, karena masyarakat yang lebih berpendidikan cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Mengurangi angka putus sekolah di Indonesia, serta mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ajak Semua untuk Bergabung dan Sukseskan Program Ini!
LKGS-AI mengajak seluruh masyarakat, baik yang membutuhkan program ini maupun yang ingin berkontribusi dalam menyebarkan informasi, untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak individu yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Bersama-sama, kita bisa menciptakan generasi yang lebih cerdas dan berdaya saing. Jangan ragu untuk mendaftar atau menginformasikan kepada saudara, teman, atau tetangga yang membutuhkan kesempatan ini. Mari kita sukseskan program ini demi masa depan yang lebih baik!”
Bagi yang berminat atau membutuhkan informasi lebih lanjut, segera hubungi: 📞 Zain – Jakarta Selatan 📲 +62 852-8382-8673
Mari kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan! Salam Maju!
Jakarta – Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGS-AI) terus menunjukkan eksistensinya dengan semakin meluaskan jaringan kepengurusan hingga ke tingkat kecamatan. Pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) di berbagai daerah menjadi bukti nyata bahwa organisasi ini terus berkembang dan berkomitmen untuk memperkuat struktur kepemimpinan serta menjalankan visi dan misi untuk kemajuan bersama.
Hingga saat ini, kepengurusan tingkat kecamatan telah terbentuk di berbagai wilayah, memperkuat jaringan organisasi yang sebelumnya sudah ada di tingkat provinsi dan kabupaten. Langkah ini merupakan strategi penting dalam memperkuat peran LKGS-AI dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam mendukung berbagai program sosial dan kebangsaan.
Perjuangan Membangun Kepengurusan yang Kuat
Meskipun perkembangan organisasi terus menunjukkan tren positif, masih terdapat beberapa Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang belum terbentuk, seperti di Lampung, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Timur. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang bagi LKGS-AI untuk terus mengembangkan sayapnya.
Ketua Umum LKGS-AI menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sampai seluruh daerah memiliki kepengurusan yang aktif dan produktif. “Kami akan terus memperluas jangkauan organisasi hingga ke seluruh pelosok negeri. Ini bukan sekadar wacana, tetapi sebuah komitmen nyata agar LKGS-AI benar-benar bisa hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat,” ungkapnya.
Dalam upaya mempercepat pembentukan kepengurusan yang kuat, LKGS-AI terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dengan anggota internal maupun masyarakat luas yang memiliki visi sejalan dengan organisasi.
Ketua Umum: Kepengurusan Harus Produktif dan Aktif
Dalam membangun organisasi yang solid dan profesional, Ketua Umum LKGS-AI menegaskan bahwa kepengurusan yang kurang produktif tidak akan dibiarkan berlarut-larut. Jika ada kepengurusan yang tidak menunjukkan kinerja maksimal, maka akan segera diganti dengan kader-kader yang lebih kompeten dan siap bekerja demi kemajuan organisasi.
“Kami tidak akan pandang bulu dalam menilai kinerja kepengurusan. Siapa pun yang tidak aktif dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik akan segera dievaluasi dan digantikan. LKGS-AI harus tetap eksis dan bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Pendekatan ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kader yang tergabung dalam LKGS-AI benar-benar memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan amanah organisasi. Selain itu, evaluasi berkala juga akan dilakukan guna menyesuaikan strategi kepemimpinan dengan dinamika dan tantangan di lapangan.
Dukungan dan Harapan ke Depan
Dengan langkah-langkah strategis yang terus dijalankan, diharapkan LKGS-AI dapat semakin berkembang dan memainkan peran yang lebih besar dalam mendukung program-program kebangsaan dan sosial di berbagai daerah.
Para anggota dan kader di seluruh Indonesia diimbau untuk terus menjaga semangat juang serta berkontribusi secara nyata bagi kemajuan organisasi dan masyarakat. Ketua Umum LKGS-AI menutup pernyataannya dengan penuh optimisme, “Kami yakin dengan kerja sama dan komitmen bersama, LKGS-AI akan terus maju dan menjadi organisasi yang berpengaruh dalam membangun negeri. Salam Maju!”
Dengan semangat yang terus membara, Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia berkomitmen untuk tidak hanya memperluas jaringan kepengurusan, tetapi juga meningkatkan kualitas kinerja di setiap lini kepemimpinan.
Sumatera Selatan, Maret 2025 — Setelah sekian lama tidak terdengar kabarnya, Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) kini kembali hadir dan menunjukkan komitmen kuat untuk berkarya dan membangun daerah, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.
Dipimpin langsung oleh Ketua Umum LKGSAI, bersama para anggota seperti Pak Herman dan Pak Manan, lembaga ini menegaskan semangat baru dalam melanjutkan perjuangan organisasi yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat.
“Kita kembali bersama LKGSAI, melanjutkan semangat yang dulu pernah kita bangun. Saatnya berbuat lebih banyak untuk daerah dan masyarakat,” ujar Ketua Umum LKGSAI dalam kesempatan pertemuan internal yang berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan.
Fokus Kegiatan di Sumatera Selatan
Dalam waktu dekat, LKGSAI akan melakukan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan di Sumatera Selatan. Fokus utama mereka adalah:
Pemberdayaan masyarakat desa
Pengembangan ekonomi kerakyatan
Peningkatan kesejahteraan melalui program sosial
Mendukung pembangunan daerah yang adil dan merata
Salam Maju untuk Semua
Sebagai bagian dari kebangkitan LKGSAI, Ketua Umum dan seluruh anggota mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu dan bergandengan tangan membangun daerah. “Salam maju untuk kita semua! Mari kita satukan langkah demi Indonesia yang lebih baik, mulai dari daerah kita sendiri,” tegas Ketua Umum di akhir pertemuan.
Jakarta Selatan, Maret 2025 — Dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara alami, aman, dan tanpa efek samping, Reflexi Pengobatan Alternatif hadir memberikan layanan terapi kesehatan yang profesional dan terpercaya.
Di bawah penanganan langsung Bu Nova S. Tr.Keb, Reflexi menawarkan berbagai solusi terapi refleksi untuk menangani keluhan kesehatan yang sering dialami masyarakat modern. Setiap layanan difokuskan pada penanganan holistik, menyeluruh, dan sesuai kebutuhan masing-masing pasien.
Layanan Utama Reflexi Pengobatan Alternatif: ✅ Pengapuran Sendi ✅ Syaraf Kejepit (HNP) ✅ Gangguan Lambung Akut & Kronis ✅ Pijat Bayi (untuk meningkatkan sistem imun, kualitas tidur, dan mendukung tumbuh kembang bayi)
Dengan pengalaman panjang dan latar belakang pendidikan kesehatan yang mumpuni, Bu Nova memberikan layanan terapi tanpa penggunaan obat-obatan kimia, sepenuhnya mengandalkan metode refleksi alami yang sudah terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan tubuh.
Jadwal Layanan Reflexi Bersama Bu Nova S. Tr.Keb: 📍 Senin 🕖 19.00 WIB 📌 Karawaci
📍 Selasa 🕖 19.00 WIB 📌 Asam Baris
📍 Kamis Pagi 🕘 09.00 WIB 📌 Radio Dalam
📍 Kamis Malam (Tambahan) 🕙 22.00 WIB 📌 Apartemen Thamrin City (setelah dari Asam Baris)
Dengan jadwal yang fleksibel dan lokasi strategis, Reflexi Pengobatan Alternatif memudahkan masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk mendapatkan terapi terbaik di waktu yang nyaman.
Hubungi Sekarang! Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan seperti pengapuran sendi, syaraf kejepit, gangguan lambung, atau ingin memberikan perawatan pijat bayi terbaik, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan Bu Nova.
📞 0858-8141-3338 🔹 Atas nama Bu Nova S. Tr.Keb
✨ Reflexi Pengobatan Alternatif Solusi Alami untuk Kesehatan Optimal Anda dan Keluarga Jangan tunda lagi! Prioritaskan kesehatan Anda hari ini untuk kualitas hidup yang lebih baik esok hari.
Konawe, 24 Maret 2025 — Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Poros Konawe-Kolaka, tepatnya di Desa Kumapo, Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Senin dini hari (24/03/2025) sekitar pukul 03.15 WITA. Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil dump truk dengan nomor polisi DB 8479 AP dan sebuah mobil minibus jenis Carry bernomor polisi DT 8812 GE, yang mengakibatkan sopir mobil Carry tewas di lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Mochammad Risal Najamuddin, pria berusia 30 tahun yang mengemudikan mobil Carry bermuatan ikan basah. Sementara dump truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dikemudikan oleh Hendri Herdiansyah, yang diketahui melaju dari arah Kolaka menuju Kendari.
Kapolsek Onembute, IPTU Andi Abd Gafur, saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media, membenarkan adanya peristiwa nahas tersebut. Ia menjelaskan kronologi kejadian yang diduga berawal dari sopir mobil Carry yang mengantuk, sehingga kendaraan oleng ke jalur berlawanan dan bertabrakan langsung dengan dump truk yang datang dari arah berlawanan.
“Kecelakaan terjadi di Jalan Poros Konawe-Kolaka, tepatnya di Desa Kumapo. Mobil Carry bermuatan ikan basah yang dikemudikan korban datang dari arah Kendari. Diduga sopir dalam kondisi mengantuk sehingga hilang kendali dan bertabrakan dengan dump truk dari arah berlawanan,” ungkap IPTU Andi Abd Gafur.
Akibat benturan keras tersebut, korban Mochammad Risal Najamuddin mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas bersama warga sekitar ke fasilitas medis terdekat.
Beberapa saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, mobil Carry yang memuat ikan tersebut melaju sendiri di jalan yang sepi. Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, kemungkinan besar sopir kelelahan dan mengantuk karena mengemudi pada waktu dini hari.
“Sopir mobil Carry itu jalan sendiri, mungkin dia capek atau mengantuk. Tiba-tiba kami dengar suara tabrakan keras,” tutur seorang warga di sekitar lokasi.
Saat ini, pihak Kepolisian Sektor Onembute telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memintai keterangan dari sejumlah saksi. Kasus kecelakaan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya insiden maut tersebut.
IPTU Andi Abd Gafur juga mengimbau kepada seluruh pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalan-jalan sepi dan pada waktu malam hingga dini hari. Ia mengingatkan pentingnya istirahat yang cukup sebelum berkendara guna menghindari risiko kecelakaan akibat kelelahan dan mengantuk.
Kediri, 23 Maret 2025 — Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga yang konsisten memperluas jaringan dan memperkuat barisan di berbagai daerah. Kali ini, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi salah satu wilayah strategis yang resmi membentuk kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LKGSAI.
Dengan terbentuknya PAC LKGSAI di Kabupaten Kediri, organisasi ini semakin memperlebar sayap dan memperkokoh struktur lembaga di tingkat daerah, sebagai wujud nyata komitmen LKGSAI dalam mendampingi masyarakat serta memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.
Dalam momen peresmian kepengurusan PAC tersebut, dihadiri oleh jajaran pengurus pusat LKGSAI, tokoh masyarakat, dan para anggota yang dengan semangat tinggi berikrar untuk menjalankan visi dan misi organisasi.
Ketua PAC LKGSAI Kabupaten Kediri yang baru dilantik, dalam sambutannya menyampaikan tekad kuat untuk membangun sinergi antara PAC LKGSAI dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa lembaga ini hadir untuk menjadi garda terdepan dalam membela hak-hak rakyat serta membantu percepatan pembangunan di Kabupaten Kediri.
“Terbentuknya PAC LKGSAI Kabupaten Kediri adalah langkah awal yang akan kami wujudkan melalui kerja nyata. Kami siap mengawal kepentingan masyarakat dan menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus melebarkan sayap dan menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di Kediri,” ungkapnya dalam sambutan.
Jajaran pengurus PAC LKGSAI Kabupaten Kediri berasal dari berbagai elemen masyarakat yang dinilai memiliki integritas dan semangat pengabdian tinggi. Kepengurusan ini diharapkan dapat memperkuat basis organisasi di akar rumput, sekaligus memperkokoh solidaritas dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan sosial.
Perwakilan dari pengurus pusat LKGSAI juga menyampaikan apresiasi atas terbentuknya PAC di Kabupaten Kediri. Ia berharap, dengan terbentuknya kepengurusan ini, LKGSAI semakin solid dan memberikan kontribusi besar, baik di bidang sosial, hukum, maupun kemasyarakatan.
“LKGSAI bukan sekadar organisasi, tapi sebuah gerakan moral yang membawa semangat kebersamaan dan keberpihakan pada rakyat. Kami percaya, PAC Kediri akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya,” ujar salah satu pengurus pusat.
Terbentuknya PAC LKGSAI di Kabupaten Kediri menambah daftar daerah yang telah resmi memiliki kepengurusan, menandai semakin kokohnya posisi LKGSAI di tengah masyarakat sebagai lembaga yang peduli terhadap hak-hak rakyat dan pembangunan bangsa.