Anak Rantau dari Pegunungan: Abah Naryo Turun dari Gunung untuk Menyelesaikan Sengketa Tanah di Area Gunung Kelud
Anak Rantau dari Pegunungan: Abah Naryo Turun dari Gunung untuk Menyelesaikan Sengketa Tanah di Area Gunung Kelud
Kediri — Dalam upaya mencari titik terang terkait persoalan tanah yang tengah diurus dan menimbulkan polemik, tokoh masyarakat sekaligus sesepuh yang dikenal dengan nama Abah Naryo, turun langsung dari kawasan pegunungan tempat ia bermukim. Kedatangan Abah Naryo dari wilayah pegunungan Gunung Kelud ini menjadi perhatian warga dan para pihak yang selama ini terlibat dalam proses pengurusan lahan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, langkah Abah Naryo turun gunung bukan tanpa alasan. Ia disebut-sebut memiliki pengetahuan dan data sejarah terkait penguasaan serta garis keturunan pihak-pihak yang terhubung dengan tanah yang kini menjadi objek penyelesaian. Kehadiran beliau diyakini dapat memberikan keterangan yang netral serta mengurai kesimpangsiuran informasi yang selama ini berkembang.
Abah Naryo juga menegaskan bahwa kepentingan utamanya adalah untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan, baik ahli waris maupun pemegang kuasa pengurusan lahan. Ia menekankan bahwa persoalan tanah harus diselesaikan melalui musyawarah, data yang jelas, dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Warga sekitar Gunung Kelud turut menyambut baik langkah tersebut, mengingat sosok Abah Naryo dikenal sebagai tokoh yang dituakan dan dihormati di kawasan itu. Banyak pihak berharap kehadiran beliau mampu membuka jalan menuju penyelesaian yang adil, transparan, dan tidak memicu konflik lanjutan.
Proses klarifikasi serta pendalaman data di lapangan diperkirakan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Semua pihak yang terkait diminta hadir agar penyelesaian dapat dilakukan secara sah dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kedatangan Abah Naryo diharapkan menjadi momentum penting untuk mengakhiri sengketa lahan dan memastikan hak seluruh pihak dapat terpenuhi secara proporsional.
tim lkgsai
