Aktivitas PETI di Air Liki Baru Rugikan Dunia Pendidikan
Aktivitas PETI di Air Liki Baru Rugikan Dunia Pendidikan
Merangin, Jambi – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Air Liki Baru, Kecamatan Tabir Barat, semakin meresahkan. Tidak hanya merusak lingkungan, kegiatan ilegal tersebut kini berdampak langsung terhadap dunia pendidikan di desa itu.
Sebuah sekolah di Air Liki Baru mengalami kesulitan besar. Guru dan siswa terpaksa menghadapi jalan rusak parah untuk menuju sekolah. Bahkan, demi sampai ke lokasi, mereka harus berjalan merayap melewati jalur licin dan terjal akibat dampak aktivitas PETI.
Informasi yang beredar menyebutkan, alat berat yang digunakan dalam penambangan ilegal tersebut berasal dari seseorang di Pekanbaru. Sedangkan lahan yang digunakan difasilitasi oleh Sekretaris Desa Air Liki Baru, Awaludin.
Awalnya, lahan sekitar dibabat menggunakan excavator. Namun bukannya memberi manfaat, aktivitas tersebut justru merusak lingkungan dan menghancurkan akses jalan utama masyarakat. Ironisnya, jalur ini setiap hari dilalui guru dan siswa untuk berangkat ke sekolah.
Warga menilai aktivitas PETI ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merampas hak generasi muda atas pendidikan yang layak. Mereka khawatir, jika dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang hancur, melainkan juga masa depan anak-anak desa tersebut akan ikut terancam.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas menghentikan PETI di wilayah ini. Pemerintah daerah pun didesak agar turun tangan menyelamatkan fasilitas pendidikan serta akses jalan yang vital bagi warga.
